
Siang sudah berganti malam, rembulan mulai menampakan dirinya di sebelah timur. Keindahan cahaya dan awan-awan yang terlihat terang menjadi pemandangan yang indah. Suara binatang malam mulai terdengar satu-persatu dan saling bersahutan.
Di sebuah gubuk kecil di kota Matahari Terbenam, Chang Lee baru saja pulang ke kediamannya setelah seharian bekerja untuk merenovasi desa Miskin. Dia akan kembali esok pagi untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Dia merasa kelelahan hari ini, tubuhnya yang sudah tua membuat tulang-tulangnya terasa pegal. Setelah meminum ramuan yang dia buat sendiri, pegal-pegal yang sedari tadi dia rasakan mulai reda. Saat ini Chang Lee berniat untuk membaringkan tubuhnya.
"Hahhh …, lelah sekali hari ini. Tapi rasa lelahku sesuai dengan yang aku perjuangkan siang tadi … hoamm …" dia menguap karena rasa kantuk sudah menyerang matanya.
Namun sebelum dia benar-benar pergi ke alam mimpinya, sebuah suara kaki terdengar. Suara itu berjalan menuju gubuk kecilnya. Tak lama setelah itu, seseorang memanggil-manggil namanya beberapa kali.
"Senior Chang … Senior Chang …, apakah anda sudah tidur?" bunyi suara itu. Chang Lee yang merasa tidak asing dengan suara tersebut langsung keluar untuk menengoknya.
__ADS_1
"Ahh Shui'er akhirnya kau kembali. Aku sudah menyelesaikan tugasku, besok aku berencana akan memulai renovasi keseluruhan dari desa Miskin. Bagaimana denganmu?" tanya Chang Lee setelah melihat Shin Shui menunggunya diluar, dia langsung menyuruh pemuda itu masuk ke dalam gubuk kecilnya.
"Terimakasih senior. Aku juga sudah menyelesaikan tugasku, bahkan lebih dari menyelesaikan. Lebih tepatnya aku telah melenyapkan … hehe …" Shin Shui berkata dengan sedikit senyuman khasnya. "Melenyapkan? Maksudmu?" Chang Lee belum faham atas pernyataan Shin Shui.
"Iya … aku sudah melenyapkan walikota Huan Xi, emmm … bahkan aku juga melenyapkan Pendekar Lima Serangkai," jawab Shin Shui santai.
"Syukurlah. Ehhh … tu-tunggu dulu. Ma-maksudmu kau membunuh walikota Huan Xi? Dan kau juga membunuh Pendekar Lima Serangkai? Tetua dari sekte Beruang Hitam? Ka-kau tidak bercanda kan Shui'er?" Chang Lee benar-benar terkejut mendengarnya, dia berkata dengan bibir gemetar.
"Benar senior, aku tidak berbohong, Sungguh. Aku memang bukan pelaku yang membunuh Pendekar Lima Serangkai, tapi aku sempat bertarung dengan mereka sampai Pendekar Belalang Sembah datang membantu," ucapnya.
"Pe-pendekar Belalang Sembah? Aihhh … jika perkataanmu itu benar, hari ini kau benar-benar membuatku sangat terkejut," kata Chang Lee. Dia masih belum sepenuhnya percaya, tapi melihat ekspresi Shun Shui tidak memperlihatkan kebohongan, mau tidak mau dia harus percaya dengan kabar ini.
__ADS_1
"Senior terlalu memuji, sudahlah … kita lihat saja besok. Siapa tahu kepala tetua sekte Beruang Hitam akan mencariku dan menuntut balas," jawab Shin Shui.
"Tidak, mereka tidak akan mencarimu dan menuntut balas atas kematian Pendekar Lima Serangkai. Kepala tetua sekte Beruang Hitam sudah lama tewas dalam pertempuran. Saat ini pemimpin sekte itu adalah Pendekar Lima Serangkai tadi. Jika pemimpinnya sudah tewas, sudah pasti bawahannya tidak ada yang cukup bodoh untuk mencari dirimu," kata Chang Lee.
'Untung aku berada dipihaknya. Jika tidak, mungkin kepalaku akan dia jadikan bola. Anak ini sungguh monster," batinnya.
"Hemm … begitu ya. Lalu, prajurit mereka akan melakukan apa? Mencari tetua baru? Atau bagaimana?" tanya Shin Shui yang masih penasaran.
"Menurutku … kemungkinan mereka akan bergabung dengan sekte aliran hitam lainnya. Atau tidak menutup kemungkinan juga bahwa mereka akan menutup diri untuk sementara waktu dari dunia pendekar. Tapi kematian Pendekar Lima Serangkai akan menjadi berita yang cukup menggemparkan, apalagi jika mereka tahu kau terlibat didalamnya Shui'er. Kau bilang tadi sudah membunuh walikota Huan Xi, lalu bagaimana nasib keluarga dan prajuritnya? Dan berarti … posisi walikota saat ini kosong?" tanya Chang Lee.
"Baiklah kalau begitu, aku akan melihat apa reaksi dari sekte Beruang Hitam saat mengetahui pemimpin mereka tewas. Benar, saat ini posisi walikota kosong. Jika berita tentangku besok tidak menyebar, maka aku akan berangkat ke istana. Aku berharap senior bersedia menemaniku kesana." pinta Shin Shui kepada Chang Lee.
__ADS_1
Karena waktu sudah larut malam, akhirnya Shin Shui mempersilakan Chang Lee untuk beristirahat, dia tahu bahwa orang tua itu sangat kelelahan. Awalnya Shin Shui ingin menerima tawaran menginap di kediaman Chang Lee, tapi dia mengurungkan niatnya, pemuda itu berniat menginap kembali di Restoran Siluman.