Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Menjadi Kepala Tetua Aliansi


__ADS_3

"Kepala tetua Shin Shui, kapan harusnya kita bergerak?" tanya Ye Rou kepada Shin Shui.


"Secepatnya. Kalau bisa, besok kita semua pulang ke sekte masing-masing lalu mempersiapkan semuanya. Lebih cepat lebih baik, dan juga jangan lupa untuk mengabarkan semua ini kepada sekte-sekte lainnya," kata Shin Shui.


"Baiklah, kami besok akan mempersiapkan semuanya dengan cepat dan sebaik mungkin. Lalu, siapa yang akan menjadi kepala tetua aliansi ini? Bukankah semuanya juga harus ada pemimpin?" tanya Ye Rou kembali.


"Kalau itu kembali aku serahkan kepada kepala tetua sekalian. Karena kalian lebih mengenal baik semuanya daripada aku. Aku akan mengikuti kalian saja,"


"Hemmm … menurut kami tidak ada yang pantas kecuali dirimu. Kami semua memang sudah tua, tapi pengetahuan kami masih dibawahmu. Ini kenyataan, aku bukan memuji ataupun bersandiwara," kata Ying Mengtian, kepala tetua sekte Serigala Putih angkat bicara setelah daritadi diam.


Ternyata ucapan pendekar tua itupun disetujui oleh yang lainnya, bahkan termasuk Kaisar Wei An dan juga penasihat Mu Ying setuju akan hal itu. Tidak ada yang menolak sama sekali.


"Tapi, aku masih sangat muda. Bahkan aku belum pantas jika harus menjadi pemimpin sebuah aliansi besar. Aku hanyalah anak kemarin sore yang masih memerlukan petunjuk dari kalian semua," kata Shin Shui dengan merendah.


Karena memang sebetulnya dia tidak gila jabatan. Jadi dia tidak akan mempersoalkan masalah siapa yang akan menjadi kepala tetua aliansi ini nantinya. Selama dia bijaksana, maka Shin Shui akan menerimanya dengan senang hati.


"Sifatmu masih sama seperti dahulu kala kepala tetua, kau masih saja rendah hati. Masih saja memiliki sifat lembut terhadap kawan dan kejam terhadap musuh. Sungguh, masalah umurmu kami tidak akan mempersoalkannya. Kami sepakat bahwa hanya kau lah yang mampu memimpin aliansi besar ini. Aku yakin kita akan memperoleh kemenangan jika aliansi ini dipimpin olehmu sang Pendekar Halilintar," kata Li Xu angkat bicara juga yang diikuti anggukan kepala oleh yang lainnya.


Pada akhirnya semua kepala tetua sekaligus kaisar dan penasihat Mu Ying pun menyetujui bahwa aliansi besar ini akan dipimpin oleh Shin Shui.

__ADS_1


Pemuda biru itu awalnua tetap menolak dengan tegas, tapi apa boleh buat? Semua orang yang hadir sudah setuju. Akhirnya mau tidak mau diapun harus menuruti persetujuan itu.


"Hahhh …" Shin Shui menghela nafas. "Baiklah, aku akan menjadi pemimpin aliansi ini. Tapi aku juga minta bimbingan kalian semua jika melakukan kesalahan," kata Shin Shui.


"Dengan senang hati kepala tetua aliansi," kata Ye Rou sambil tertawa lalu diikuti semua orang itu.


###


Hari sudah berganti siang, semua kepala tetua yang semalam menghadiri rapat tentang rencana pembentukan aliansi pun sudah pulang lagi ke sektenya masing-masing.


Shin Shui pun sudah kembali lagi ke sekte Bukit Halilintar. Bahkan kali ini dia tidak berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, melainkan terbang tinggi di angkasa layaknya burung elang.


Jika tidak diperhatikan, maka waktu akan bergulir dengan cepat. Tapi jika kita perhatikan, semuanya terasa melambat. Inilah kehidupan.


Seperti sekarang, tak terasa perjalanan Shin Shui sudah seminggu. Dan benar perhitungannya, dalam seminggu dia akan segera sampai ke sekte Bukit Halilintar.


Terbukti sekarang, hanya setengah jam lagi atau tepat ketika matahari tenggelam, maka Shin Shui akan sampai di sektenya.


Dia terus terbang dan tidak berhenti jika bukan untuk sesuatu yang penting. Tidak ada hambatan dalam perjalanannya kali ini, semuanya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Perhitungannya memang tepat, saat matahari tinggal separuhnya, pemuda biru itu sudah tiba di sektenya. Tapi Shin Shui memilih untuk mendarat turun persis di halaman latihan para murid.


Semua murid yang mengetahui hal ini, tentu langsung menyambutnya seperti biasa. Kedatangan kepala tetua sekte Bukit Halilintar itu memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri.


"Selamat datang kembali kepala tetua," kata para murid serempak setelah menyelesaikan latihannya beberapa saat lalu.


"Terimakasih. Istirahatlah kalian, hari sudah sore," kata Shin Shui sambil berjalan memasuki sekte.


Shin Shui pun lalu menuju ke ruangan tempat berkumpul para tetuanya. Karena biasanya, sore hari begini memang mereka selalu berkumpul sambil memandangi keindahan alam. Benar saja, disana para tetua sedang berbincang-bincang ringan.


"Selamat sore semuanya," kata Shin Shui sambil memandangi para tetua.


"Aihh … kepala tetua, maaf kami tidak menyambut. Kami tidak tahu, sungguh. Para murid pun tidak ada yang memberitahukan kami," kata Yashou sedikit malu-malu.


"Tidak udah dipikirkan tetua Yashou. Aku memang sengaja, bahkan aku pulang kesini dengan terbang, tidak seperti biasanya," ucap Shin Shui.


"Ah baiklah. Silahkan duduk kepala tetua," kata Yashou. Seperti biasanya, Yun Mei langsung pergi ke belakang dan membuatkan secangkir teh untuk pria pujaannya itu.


"Apa semuanya berjalan lancar?" tanya Yashou.

__ADS_1


"Sesuai rencana. Tapi sepertinya tidak mudah, kita harus melakukannya dengan sekuat tenaga," kata Shin Shui langsung serius memandangi semua tetua.


__ADS_2