Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Amarah Shin Shui I: Manusia Halilintar


__ADS_3

Shin Shui saat ini telah sampai ditempat dimana anak dan istri pria sang penunjuk jalan itu ditahan. Tempatnya berada diruangan bawah tanah, bukan hal sulit untuknya menembus ruangan itu karena dia telah membunuh semua penjaganya.


Tak mau membuang waktu, Shin Shui langsung menjelaskan kedatangan dirinya untuk menyelamatkan mereka. Setelah mereka yakin dengannya, Shin Shui lalu membawa ibu dan anak tersebut ke lokasi pria penunjuk jalan menunggu.


"Paman … segera pergi dari sini sebelum terlambat. Aku tidak ingin melibatkanmu dengan apa yang akan aku lakukan," kata Shin Shui menyuruh pria itu pergi.


"Hemmm … baiklah jika itu keinginanmu. Berhati-hatilah pahlawan muda. Semoga kau berhasil." kata pria tersebut yang langsung pergi meninggalkan Shin Shui dengan membawa keluarga kecilnya.


Setelah mereka pergi, Shin Shui lalu duduk bersila untuk mengambil energi langit dan bumi. Bagaimanapun juga dia membutuhkan energi yang sangat besar untuk menghancurkan sekte ini, pikirnya.


Lagipula, dia tidak ingin kehabisan tenaga dalam saat bertarung nanti seperti beberapa waktu lalu saat melawan Pendekar Lima Serangkai.


Tak lupa dia juga menelan satu buah Pil Tenaga Surgawi. Pil Tenaga Surgawi adalah sebuah pil dari zaman kuno yang berguna untuk mengembalikan tenaga dalam yang hilang hampir 90% dan langsung mengembalikannya ke titik 100%.


Setelah selesai menyerap energi Pil Surgawi, Shin Shui merasakan tubuhnya jauh berkali lipat lebih bugar dan lebih bertenaga daripada sebelumnya. Saat ini pemuda itu sudah siap untuk meratakan sekte Tengkorak Kegelapan.

__ADS_1


Amarah yang serasa sebesar gunung akan segera dia muntahkan saat ini. Matanya berubah menjadi kilatan halilintar. Kilatan halilintar tersebut membungkus juga seluruh tubuh Shin Shui. Benar-benar menjadikan dirinya seperti Manusia Halilintar.


Dia segera melesat ke gerbang, dua orang penjaga gerbang kaget bukan main saat tahu seseorang sudah berada didepan mereka tanpa disadari kapan datangnya. Tapi sebelum mereka bertindak, Shin Shui lebih dahulu mengibaskan tangan kananya ke mereka.


Akibatnya sebuah gelombang angin yang lumayan besar menghantam tubuh mereka. Para penjaga itu tewas dengan satu kibasan tangan setelah menabrak pohon besar.


"Haa …". Shin Shui menghentakkan kakinya ke tanah. Gerbang sekte Tengkorak Kegelapan langsung hancur berkeping-keping akibat hentakkan tenaga dalam pemuda itu.


Salah satu anggota sekte Tengkorak Kegelapan yang menyadari hal itu langsung menuju ke depan gerbang. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada Manusia Halilintar yang menyerang sekte mereka seorang diri.


"Aku adalah orang yang akan menghancurkan sekte ini. Akan aku buat sekte ini rata dengan tanah." jawab Shin Shui dengan amarah yang meluap.


Shin Shui langsung mengeluarkan Pedang Halilintar dari cincin ruang miliknya. "***SRING …"


"WUSHH*** …"

__ADS_1


"Ahhh …"


Anggota sekte Tengkorak Kegelapan itu langsung tewas dengan mata melotot dan jantung pecah karena ditusuk sebuah pedang. Dia tidak menyadari kapan Manusia Halilintar itu menyerang dirinya.


"Huaaa …"


Shin Shui berteriak dengan sangat keras. Suaranya menggema di setiap telinga anggota sekte Tengkorak Kegelapan, bahkan para tetua sekalipun. Halilintar langsung menyambar atap bangunan sekte Tengkorak Kegelapan meskipun ditengah cerahnya langit.


Orang-orang disana mulai keluar satu-persatu menuju lokasi. Mereka panik sekaligus kaget dengan fenomena ini. Saat tiba dilokasi, tidak ada yang tidak kaget ketika melihat seorang Manusia Halilintar yang menyerang sekte mereka.


"Dimana tetua kalian? Apa mereka takut dengan kedatanganku?" tanya Shin Shui dengan nada penuh ancaman. Aura pembunuh yang sangat pekat dicampur dendam kesumat keluar dari tubuhya dan membuat orang-orang disana tertekan.


Memang, walaupun saat ini Shin Shui hanya berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap tiga pertengahan, tapi kekuatannya berkali lipat lebih besar daripada yang lainnya.


Hal itu terjadi karena dia sudah bisa menyerap energi langit dan bumi, ditambah dia menguasi salah satu kitab sakti tanpa tanding, yaitu Kitab Halilintar.

__ADS_1


Meskipun belum menguasai secara sempurna karena keterbatasan tenaga dalam yang mampu dia himpun, tapi tetap saja kekuatannya bagaikan Pendekar Dewa tahap lima biasa. Apalagi ditambah Pedang Halilintar yang merupakan pusaka tingkat tinggi dan tentunya Kitab Halilintar.


__ADS_2