Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Danau Yang-He


__ADS_3

Shin Shui dan Yun Mei mulai mengelilingi kota Siam-Yang tersebut. Cukup lama keduanya berkeliling dan menyusuri setiap sudut kota Siam-Yang. Tapi tidak ada sesuatu hal pun yang menarik perhatian keduanya.


Kecuali sebuah danau ditengah-tengah kota. Danau itu lumayan luas, airnya berwarna hijau jernih dan tenang pula. Tapi meskipun danau itu luas dan tenang, nyatanya hal itu tidak dipergunakan masyarakat untuk dijadikan tempat wisata.


Shin Shui dan Yun Mei duduk di pinggiran danau tersebut. Awalnya mereka tidak merasakan adanya keganjilan, tapi karena melihat tidak ada orang yang berani mendekat danau sepertinya, maka kedua pendekar muda itu pun jadi sedikit curiga.


Tapi mereka tidak berpikir macam-macam, Shin Shui dan Yun Mei tetap saja diam dipinggiran danau itu. Bahkan Yun Mei memasukan kakinya ke danau. Beberapa saat sudah berlalu, tiba-tiba Yun Mei merasakan sesuatu yang sedikit ganjil.


Kakinya terasa ada yang menarik-narik bagaikan magnet. Buru-buru gadis cantik itu mengangkat kakinya dari dalam air. Dan tak lama ketika dia sudah mengangkat kaki, tiba-tiba ditengah danau muncul gelembung-gelembung kecil dengan jumlah yang tak sedikit.


"Memei, kenapa kau terlihat seperti panik?" tanya Shin Shui yang menyadari kepanikan Yun Mei.


"Aku merasa ada yang ganjil dengan danau ini Shushi. Aku merasa kakiku seperti ditarik oleh sesuatu, dan setelah aku menarik kakiku, tiba-tiba muncul gelembung ditengah-tengah danau ini," ucap Yun Mei menjelaskan apa yang dia alami.


"Hemmm … kalau begitu kita perhatikan apakah akan terjadi sesuatu atau tidak," ucap Shin Shui lalu memandang dimana letaknya gelembung-gelembung kecil yang dimaksud.


Lima belas menit telah berlalu, tapi tidak ada sesuatu apapun yang terjadi di danau itu. Bahkan kini gelembung yang tadi terlihat pun sudah lenyap.


Shin Shui tidak menemukan apa-apa, dia berniat untuk beranjak dari danau itu. Tapi sebelum dia beranjak pergi, tiba-tiba pemuda biru itu merasakan adanya energi besar yang muncul dari dalam danau. Tapi entah energi apa itu, dia pun belum mengetahui secara pasti.


"Sepertinya dugaanmu benar Memei, kita harus mencari jawaban semua ini. Aku yakin pasti ada sesuatu dibalik danau aneh ini. Kita harus mencari rumah walikota Siam-Yang," ucap Shin Shui memberikan usul untuk menyelidiki danau tersebut.


Yun Mei hanya mengangguk setuju. Kemudaian dua pendekar muda itu lalu mencari dimana rumah sang walikota, setelah beberapa kali bertanya akhirnya mereka bisa menemukan dimana rumah yang dimaksud.


Shin Shui dan Yun Mei pun tanpa membuang waktu lagi langsung menuju ke rumah walikota Siam-Yang.

__ADS_1


Kini kedua pendekar muda tersebut sudah tiba diepan sebuah rumah yang cukup besar. Didepan rumah itu ada penjaga berjumlah dua orang. Ada sebuah benteng yang mengelilingi rumah walikota itu. Shin Shui lalu menghampiri sang penjaga dengan sopan.


"Permisi senior, apakah benar ini rumah walikota Siam-Yang?" tanya Shin Shui.


"Benar, ini rumahnya. Ada keperluan apa mencari walikota?" tanya penjaga itu sedikit tersenyum.


"Kalau boleh, aku ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu hal yang akan aku bicarakan," balas Shin Shui.


"Baiklah, mari silahkan masuk." kata penjaga itu lalu mengantar Shin Shui dan Yun Mei Masuk.


Setelah sampai didalam, penjaga itu kemudian mengantarkan ke ruang tamu yang ternyata sudah ada seorang pria berumur sekitar 60 tahun sedang mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk. Dialah walikota Siam-Yang.


"Kalau boleh tahu, tuan dan nona muda ini siapa dan ada keperluan apa?" tanya sang walikota dengan ramah.


"Ah, perkenalkan namaku Shin Shui dan ini Yun Mei. Kami kesini ingin bertanya tentang sebuah danau yang ada di pusat kota. Mungkin anda tahu tentang danau tersebut dan kenapa kota Siam-Yang ini lebih sepi daripada kota-kota yang aku temui," kata Shin Shui tanpa basa-basi lagi.


"Hemmm … apakah kalian berasal dari golongan putih?" tanya walikota tersebut sambil memasang mata menyelidik.


"Tentu saja, kalau kami dari golongan hitam tidak mungkin kami datang dengan baik-baik," balas Shin Shui berusaha meyakinkan.


Sang walikota hanya mengangguk-angguk saja, sepertinya dia sedang menimbang-nimbang terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan sebuah cerita dibalik danau tersebut.


Menurut walikota, danau yang terletak di pusat kota Siam-Yang tersebut bernama Danau Yang-He. Danau Yang-He memang terkenal akan keindahan dan airnya yang jernih. Tapi dibalik semua keindahan tersebut, Danau Yang-He menyimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang.


Dimana danau tersebut menurut walikota dihuni oleh seekor siluman yang menyeramkan dan suka sekali memangsa para penduduk kota Siam-Yang.

__ADS_1


Siluman tersebut berbentuk seperti ikan namun ukurannya hampir setengah Danau Yang-He sendiri. Selain itu, menurut keterangan para warga setempat siluman itu juga bisa berubah menjadi seorang wanita cantik bagaikan dewi, tapi berhati iblis.


Memang, siluman itu tidak memangsa para warga setiap saat, melainkan setiap tiga bulan sekali. Tapi sekalinya memangsa, siluman itu bahkan bisa menghabiskan seperempat penduduk kota Siam-Yang dan memporak-porandakan kota.


Karena sebab itulah kota Siam-Yang lebih sepi daripada kota-kota besar lainnya.


"Lalu, apakah belum ada langkah yang dilakukan untuk membunuh siluman yang sering memangsa penduduk kota Siam-Yang ini?" tanya Shin Shui setelah walikota selesai menjelaskan.


"Hahhh …" walikota menghelas nafas panjang. Wajahnya menggambarkan kesedihan dan kebingungan.


"Sebenarnya sudah beberapa kali aku mencoba untuk membunuhnya dengan cara mendatangkan pendekar tingkat tinggi dari berbagai tempat. Tapi sayang … dari sekian banyak aku mendatangkan pendekar, tetap saja tidak ada yang berhasil membunuh siluman tersebut," kata walikota.


"Hemmm … sepertinya menarik. Bolehkah aku mencoba untuk melakukan seperti apa yany pendekar lain lakukan?" ucap Shin Shui.


"Maksud pendekar muda?" tanya walikota kebingungan dan belum faham kemana arah obrolan Shin Shui.


"Iya … apakah kau akan mengizinkan jika aku ingin mencoba untuk membunuh siluman tersebut," kata Shin Shui menjelaskan aray obrolannya.


"Tapi, apa tujuan pendekar muda melakukan hal itu," tanya walikota Siam-Yang.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat penduduk kota Siam-Yang sejahtera dan hidup dalam ketenangan. Bukan dalam bayang-bayang ketakutan karena monster yang suka memangsa penduduk," kata Shin Shui.


Walikota tersebut tertegun kembali, dia masih bimbang dengan ucapan Shin Shui barusan. Pasalnya bukan tidak mungkin jika pemuda asing itu berhasil membunuh siluman tersebut, maka dia akan meminta bayaran yang tentunya tidak sedikit bukan? Kira-kira begitu pikiran walikota saat ini.


"Tenang saja, aku tidak akan meminta bayaran sedikitpun. Aku melakukan ini semua memang karena keinginan hatiku sendiri, sekaligus aku juga ingin menciptakan perdamaian di tanah airku ini," kata Shin Shui mencoba meyakinkan sang walikota.

__ADS_1


"Hemmm … kalau memang kau tidak akan meminta bayaran apapun, baiklah. Tidak ada yang bisa aku berikan untuk kedua pendekar muda ini selain ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya," ucap walikota.


Setelah selesai bicara panjang lebar, Shin Shui dan Yun Mei pun mengundurkan diri dari kediaman walikota itu. Shin Shui berencana akan kembali ke Danau Yang-He nanti malam untuk membunuh monster penunggu danau tersebut.


__ADS_2