
"Semua ini prajurit baru yang belum lama bergabung pahlawan muda," kata penasihat Mu Ying kepada Shin Shui dengan nada sopan.
"Terimakasih penasihat Mu. Maaf sudah merepotkanmu," kata Shin Shui.
"Ah … tidak pahlawan muda. Semua ini belum apa-apa jika dibandingkan jasamu," katanya.
"Apakah benar bahwa kalian semua prajurit baru di istana kekaisaran?" tanya Shin Shui kepada semua prajurit itu.
"Benar. Kami baru beberapa bulan saja disini," jawab seorang mewakili prajurit yang lainnya.
"Siapa yang sudah memasukan kalian kesini?"
"Pendekar Ouwyang Sek si Iblis Seruling dan Suma Hek si Pedang Tanpa Bayangan. Keduanya merupakan pengawal pribadi kaisar dam juga ibundanya," jawab prajurit tersebut.
"Panggil keduanya kesini, jangan sampai kaisar tahu," kata Shin Shui singkat.
Penasihat Mu Ying yang mendengar ini tentu merasa heran. Alis yang sudah memutih itu mengkerut karenanya, tapi dia tidak berani bertanya lebih jauh lagi.
Sedangkan perwakilan prajurit itu sendiri memandang heran, kedua matanya memandang kepada penasihat Mu Ying, tapi orang tua itu hanya mengangguk sebagai tanda turuti semua keinginan Shin Shui.
Mau tidak mau, perwakilan prajurit pun masuk ke dalam istana setelah sebelumnya menatap tajam Shin Shui.
Tak perlu waktu lama untuk memanggil pengawal pribadi yang tak lain adalah Ouwyang Sek dan Suma Hek itu. Sekarang keduanya pun sudah berada di halaman bersama yang lainnya.
"Benar kalian yang bernama Ouwyang Sek dan Suma Hek?" tanya Shin Shui.
"Benar pendekar, ada perlu apa pendekar memanggil kami?" tanya Ouwyang Sek.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin bertanya sesuatu, apakah kalian sudah mendengar berita kematian Dewi Pedang Kembar?"
"Tentu, kami sudah mendengarnya. Berita itu sungguh menggemparkan dunia persilatan kekaisaran Wei," kawab Ouwyang Sek.
"Apakah kalian tahu siapa pelakunya?" tanya Shin Shui lagi.
"Kalau tidak salah … pelakunya adalah seorang kepala tetua dari sekte Bukit Halilintar. Usianya pun katanya masih muda," jawabnya.
"Bagus, kalian sudah mengetahuinya. Dan akulah orang yang sudah membunuh Dewi Pedang Kembar sendiri," kata Shin Shui dan tatapan matanya langsung berubah tajam.
"Degg …"
Jantung Ouwyang Sek dan Suma Hek tiba-tiba berpacu kencang. Seluruh tubuhnya sedikit bergetar karena menahan amarah.
Sebelumnya mereka memang sudah menyangka bahwa Shin Shui pelakunya, tapi sungguh diluar dugaan jika pendekar muda itu berani mengucapkannya sendiri.
Dan tentang kematian istri dari Raja Iblis Merah itu, mereka semua sudah mendengarnya sendiri karena memang beberapa hari lalu datang utusan Raja Iblis Merah yang mengintruksikan bahwa orang-orangnya yang ada di istana harus siap siaga karena pergerakan besar akan dimulai.
Ouwyang Sek dan Suma Hek tidak menjawab. Keduanya nampak kaget sekali dan bibirnya diam seribu bahasa.
Shin Shui memang sengaja melakukan semua ini demi memancing musuh dalam selimut. Dan ternyata berhasil, bahkan sekarang dia merasakan adanya aura pembunuh yang keluar dari tubuh dua pengawal pribadi tersebut.
"Kenapa kau seperti tidak suka mendengar berita ini? Bukankah hal yang bagus? Bahkan, aku membunuh Dewi Pedang Kembar secara sadis. Tubuhnya kubuat hancur dan wajahnya pun sulit untuk dikenali. Aku sengaja melakukannya karena menurutku dia sudah pantas menerima hal seperti itu," ucap Shin Shui memanas-manasi.
Semakin merahlah wajah Ouwyang Sek dan Suma Hek. Keduanya benar-benar menahan amarah yang menggebu supaya tidak diketahui oleh Shin Shui.
Tapi pemikiran mereka salah besar. Karena Shin Shui sejak tadi sudah merasakan adanya aura pembunuh meskipun itu kecil karena sudah ditekan.
__ADS_1
"Penasihat Mu, kau mundurlah. Aku ingin melakukan sesuatu untukmu," kata Shin Shui perlahan.
Penasihat Mu Ying pun mundur lima langkah ke belakang. Kini yang berdekatan hanyalah Shin Shui, Ouwyang Sek dan Suma Hek, serta semua prajurit baru istana.
Tanpa basa-basi lagi, dengan gerakan tiba-tiba Shin Shui segera mencabut Pedang Halilintar miliknya dan langsung menyerang dengan kecepatan tinggi ke arah semua prajurit.
Semua prajurit itu sangat kaget sekali dengan apa yang dilakukan Shin Shui. Mereka semua berniat untuk menghindari serangan tiba-tiba itu, tapi sayang … serangan Shin Shui lebih cepat daripada gerakan kesemua prajurit tersebut.
Hanya beberapa tarikan nafas saja, ketiga puluh prajurit sudah tewas dengan leher yang hampir putus. Tentu kejadian ini membuat Ouwyang Sek, Suma Hek, sekaligus penasihat Mu Ying terkejut.
Orang tua itu sebelumnya hampir marah dan berniat untuk menyerang Shin Shui, tapi setelah mengingat siapa pemuda biru itu, penasihat Mu Ying membatalkan niatnya tersebut.
"Hei apa yang kau lakukan, apa salah semua prajurit yang kubawa ini? Mereka adalah prajurit setia, dan kau membunuhnya tanpa alasan jelas? Penasihat Mu, bagaimana ini?" kata Suma Hek dengan geram dan mencari-cari alasan tepat.
Mendengar bahwa Suma Hek bertanya padanya, orang tua itu tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepalanya saja karena belum mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Shin Shui.
"Cukup sampai disini dan tidak usah kau berpura-pura lagi. Aku sudah tahu siapa kalian berdua dan juga siapa semua prajurit ini. Aku memang sengaja memancing semua kucing yang sebenarnya adalah harimau yang sedang mengintai di istana kekaisaran ini. Aku tahu kalian semua adalah orang-orang Raja Iblis Merah yang sengaja dikirim kesini untuk mendapatkan informasi lebih."
"Aku sudah curiga dari awal, tapi aku tidak ingin bertindak tanpa bukti yang kuat. Dan barusan, salah seorang dari prajurit mengatakan siapa namamu dan gelarmu. Logika saja, bagaimana mungkin pengawal pribadi Kaisar berjuluk iblis? Lagi pula, aku sudah merasakan bahwa kalian sudah mengeluarkan aura pembunuh ketika aku bercerita tentang kematian Dewi Pedang Kembar. Aku tahu kalian sudah menyembunyikan aura itu, dan orang lain mungkin tidak bisa merasakannya. Tapi tidak dengan diriku," kata Shin Shui dengan suara tegas dan matanya menatap sangat tajam ke arah Ouwyang Sek dan Suma Hek.
Semakin terkejutlah kedua orang-orang Raja Iblis Merah itu. Matanya pun membalas tatapan tajam Shin Shui. Dan sekarang, aura pembunuh yang daritadi ditahan pun sudah tidak bisa dibendung.
Sehingga hal ini menjadi tambahan alasan kuat bahwa apa yang diucapkan Shin Shui memang benar. Melihat semuanya, penasihat Mu Ying pun menjadi waspada. Orang tua itu sungguh tidak menyangka sama sekali.
"Hemmm … sepertinya rahasia kita selama ini sudah terbongkar. Apa boleh buat, karena kau sudah mengetahuinya, maka kami tidak akan menutupi lagi," kata Suma Hek dengan marah.
Keduanya langsung membuka pakaian sebagai pengawal pribadi. Dan tahulah kini siapa Ouwyang Sek dan Suma Hek sebenarnya.
__ADS_1