
Shin Shui sudah kembali duduk di posisi semula, pembahasan yang sempat tertunda pun dilanjut kembali.
"Tetua Yashou, bagaimana keadaan para kepala tetua dan yang lainnya?" tanya Shin Shui.
"Hahhh …" Yashou menghela nafas berat. "Mereka semua semakin hari semakin kritis, bahkan saat ini mereka dalam kondisi terbaring lemah tanpa sadar. Jika tidak segera diobati, dalam hitungan beberapa hari ke depan, nyawa mereka bisa terancam," kata Yashou menjelaskan.
"Baiklah, Bunga Seribu Khasiat sudah ada ditanganku. Sekarang, siapa yang akan mengobati para kepala tetua?" tanya Shin Shui.
"Biar aku sendiri yang akan mengobati mereka. Aku sudah tahu bagaimana caranya, karena sebelum pergi, Lao Yi memberitahuku," ucap Yashou menawarkan diri untuk menjadi 'tabib'.
"Baiklah kalau begitu. Nanti jika kita selesai bicara, aku akan memberikan Bunga Seribu Khasiat itu kepada tetua Yashou," kata Shin Shui.
Yashou mengangguk, karena memang kaisar sedang membahas beberapa hal penting lainnya. Mereka lalu melanjutkan pembicaraan lagi dengan topik yang berbeda.
Menurut Kaisar Wei An, keadaan istana kekaisaran belakangan ini sudah aman. Rakyat yang tadinya di ungsikan sebelum perang besar terjadi, seminggu yang lalu sudah dikembalikan lagi kepada desa masing-masing.
Semua sekte yang membantu kekaisaran pun sudah diberikan kompensasi yang sesuai. Bahkan kaisar sendiri yang mengundang para petinggi sekte yang terlibat untuk menerima kompensasi tersebut.
Semua masalah terkait perang besar kemarin sudah hampir sepenuhnya selesai. Berbagai penghargaan pun sudah diberikan kepada para petinggi sekte yang membantu.
"Masalah yang tersisa lainnya adalah mencari tempat persembunyian Raja Iblis Merah dan mengambil semua harta yang ada ditempat persembunyiannya. Terlebih kitab-kitab sakti yang dia tinggalkan. Bagaimanapun juga, kita harus mendapatkannya," kata Kaisar Wei An.
Ucapannya itu dijawab dengan anggukan oleh orang-orang yang hadir disana. Karena bukan tidak mungkin bahwa kitab itu bisa terjatuh kepada tangan yang salah. Karena itulah, Kaisar Wei An sedikit khawatir akan masalah ini.
__ADS_1
"Tenanglah kaisar, masalah itu biar aku urus sendiri. Sekarang, kita mulai obati saja para kepala tetua dan para murid berbakat, lebih cepat lebih baik," ucap Shin Shui.
"Baiklah pahlawan, aku percaya padamu. Kalau begitu, mari kita ke ruangan mereka berada," ajak Kaisar Wei An.
Mereka pun lalu pergi bersama-sama menuju ke ruangan para kepala tetua dan para murid yang terluka lainnya.
Ruangan dimana tempat para kepala tetua dan murid yang terluka itu dijaga ketat oleh belasan pengawal istana. Ada juga beberapa pendekar tingkat tinggi yang turut menjaga.
Para tabib pun masih setia disana. Mereka berupaya sebisa mungkin untuk menjaga orang-orang yang terluka itu supaya selamat.
Para penjaga dan para tabib memberikan penghormatan ketika Kaisar Wei An dan yang lainnya tiba disana.
"Bagaimana keadaan mereka yang terluka?" tanya Kaisar Wei An kepada salah seorang tabib.
"Mereka masih hidup kaisar, hanya aja kondisinya semakin buruk," jawab tabib sedikit murung.
Para tabib itu menurut, kini yang ada disana hanyalah Kaisar Wei An dan merka yang tadi hadir di ruangan rapat.
Tanpa banyak bicara, Shin Shui langsung mengeluarkan Bunga Seribu Khasiat dari Cincin Ruang miliknya lalu diberikan kepada Yashou.
"Silahkan tetua Yashou," kata Shin Shui sambil menyerahkan Bunga Seribu Khasiat.
"Baik kepala tetua." jawab Yashou.
__ADS_1
Pendekar Belalang Sembah itu lalu menuju ke dapur yang ada disana. Dia mulai mengolah Bunga Seribu Khasiat.
Sekitar lima belas menit kemudian, Yashou sudah kembali sambil membawa guci yang ternyata berisi Bunga Seribu Khasiat yang kini sudah menjadi air.
Warna air itu sangat indah. Memiliki tujuh warna, persis ketika masih berbentuk bunga. Selain itu, ada bau harum yang keluar dari air Bunga Seribu khasiat tersebut.
Yashou lalu menyuruh kepada para penjaga untuk mendudukan mereka yang terluka. Setelah semuanya duduk, pendekar tua itu meminumkan air Bunga Seribu Khasiat.
"Tolong bantu aku, salurkan tenaga sejati kalian kepada masing-masing yang terluka," kata Yashou menyuruh mereka yang ada disana.
Semuanya lalu turun tangan menyalurkan tenaga sejati. Bahkan Kaisar Wei An dan Wei Li pun ikut membantu. Tenaga sejati dari masing-masing telapak tangan para pendekar itu mulai terpancar.
Warna dari masing-masing tenaga sejati mereka berbeda-beda. Setelah dirasa cukup, lalu mereka yang terluka pun direbahkan kembali.
"Kita tinggal menunggu hasilnya saja," kata Yashou.
"Baiklah. Tetua Yashou, kau tidak meminum air Bunga Seribu Khasiat itu? Bukankah kau juga memiliki luka dalam yang sudah lama?" tanya Shin Shui.
"Memang benar kepala tetua," jawab Yashou.
"Lalu, kenapa kau tidak ikut meminumnya?"
"Ah tidak berani. Bunga itu bukan milikku, itu milik kepala tetua. Bagaimana aku berani meminumnya jika tanpa izin dari kepala tetua terlebih dahulu," jawab Yashou.
__ADS_1
"Aishh kau ini. Jangan terlalu seperti itu padaku, siapapun boleh meminumnya. Ayo siapa yang merasa terluka dalam, boleh meminum air Bunga Seribu Khasiat ini," kata Shin Shui sedikit lantang.
Mendengar penuturan Shin Shui, Yashou pun lalu meminum air itu tanpa banyak bicara lagi. Kemudian dia mulai bersemedi untuk melawan energi yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.