Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Bangunan Megah Ditengah Hutan


__ADS_3

Tanpa ada yang melihat bagaimana kejadiannya, tahu-tahu kepala walikota Zhao Ping menggelinding lalu segera disusul tubuh dia yang roboh. Ternyata yang melakukannya adalah Shin Shui, dia yang sudah kesal daritadi tak bisa lagi menahan amarah.


Hanya dengan sekali tebas, walikota itu bisa dia bunuh dengan cara sadis sehingga matinya pun mungkin penasaran. Semua orang-orang yang ada disitu tidak bisa bicara. Mereka hanya bisa menelan salivanya sendiri. Betapa kuatnya pemuda ini, pikir mereka.


Sebenarnya Shin Shui bisa saja melawan para pendekar yang menyerangnya tadi, tapi dia lebih memilih untuk berdiam diri dahulu dan melihat bagaimana reaksinya. Terlebih karena dia ingin mempermainkan musuhnya dahulu.


Sekarang suasana disana sunyi kembali. Yang ada hanyalah bekas-bekas pertarungan yang cukup dahsyat dan juga para mayat bergelimpangan. Salahsatunya adalah sang walikota sendiri, Zhao Ping.


Shin Shui dan Yun Mei pun berniat untuk segera pergi dan mengejar pendekar yang tadi sempat melarikan diri. Awalnya Chen Mu Bai menyuruh untuk Shin Shui tinggal disitu barang beberapa hari lagi, tapi karena pemuda biru itu tetap bersikeras pada pendiriannya, maka Chen Mu Bai tak bisa lagi memaksa.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih atas semua bantuanmu kepala tetua muda. Aku janji akan mebalas perbuatanmu ini," kata Chen Mu Bai sambil menepuk pundak Shin Shui.


Pemuda biru itu hanya mengangguk saja lalu pergi meninggalkan tempat kediaman keluarga bangsawan Chen. Tak lupa juga dia mengeluarkan phoenix biru yang disimpan dalam Kantong Silumannya.


Shin Shui dan Yun Mei kini sudah berlari mengejar kemana arah perginya pendekar tadi. Meskipun sudah kehilangan jejak, tapi dia yakin bisa menemukannya dengan bantuan semua indera miliknya yang sangat tajam.


Ternyata di sebuah kota yang megah seperti Nan-Ping ini pun masih ada saja hutan yang begitu luas. Sekarang saja kedua pendekar muda itu sedang berlari menyusuri hutan yang diduga jadi arah larinya pendekar tadi.


Malam pun semakin larut, suara-suara binatang dan siliman begitu riuh terdengar. Udara dingin pun mulai menusuk tulang, tapi sejauh ini dia belum menemukan kemana perginya pendekar itu.


Bahkan sejauh ini juga keduanya hanya disuguhi hutan dan hutan, tidak ada kehidupan disana kecuali kehidupan binatang liar dan para siluman.


Hari perlahan mulai pagi. Shin Shui dan Yun Mei masih saja melakukan pengejaran karena merasa curiga dengan pendekar yang berhasil melarikan diri itu.

__ADS_1


Tepat ketika mentari pagi sudah menampakkan dirinya dan memberikan sinar yang menghangatkan tubuh, kedua pendekar itu melihat didepan sana ada sebuah bangunan yang cukup megah dan luas. Entah bangunan apa itu, tapi tanpa banyak bicara keduanya mulai mendekati bangunan tersebut.


Betapa terkejutnya kedua pendekar muda itu setelah melihat dari dekat bahwa bangunan itu merupakan sebuah sekte yang cukup besar dan luas. Bahkan ukurannya hampir menyamai sebuah desa kecil.


Didepan sana, terlihat ada seorang pendekar yang membawa tombak sebagai senjatanya akan memasuki sekte ini. Sebelum masuk, pendekar itu membuka pakaian serba hitam yang dia pakai dari semalam.


Dan nampaklah pakaian sebenarnya, ternyata pendekar itu memang mempunyai sekte, dan mungkin ini sektenya. Pakaiannya berlambangkan hutan yang menyeramkan ditambah banyak siluman didalamnya.


Entah apa maksud dari lambang itu, Shin Shui dan Yun Mei pun tidak tahu, bahkan mereka sepertinya baru pertama kali ini melihat ada sekte berlambangkan aneh seperti itu.


Pendekar itu mulai masuk ke dalamnya, para penjaga pun memberi hormat kepadanya. Sampai sini saja Shin Shui dan Yun Mei faham bahwa pendekar itu mempunyai kedudukan penting disini.


"Shushi, apa yang akan kita lakukan?" tanya Yun Mei, tapi matanya masih menatap ke depan.


"Baiklah Shushi. Langkah apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yun Mei.


"Kita akan melihat keadaan disana seperti apa supaya kita dapat bergerak leluasa. Aku akan meminta bantuan phoenix biru untuk melihat kondisinya. Bagaiamana phoenix biru? Kau tidak keberatan membantuku bukan?" tanya Shin Shui.


Burung phoenix itu hanya mengangguk mengerti. Dia tidak ingin ada orang lain mengetahui bahwa burung itu bisa bicara. Setelah phoenix biru itu setuju, Shin Shui pun segera menyuruhnya untuk melakukan pengintaian.


"WUSHH …"


Burung phoenix biru terbang dengan kecepatan tinggi. Kurang dari tiga tarikan nafas saja burung itu sudah sampai disana. Tepat ditengah-tengah bangunan yang diduga sebuah sekte dan dia berputar-putar layaknya burung biasa.

__ADS_1


Setelah terbang cukup lama dan pengintaian dirasa cukup, dengan sendirinya burung phoenix biru itu kembali dan bertengger lagi di pundak Shin Shui.


Secara perlahan Shin Shui menerima laporan dari phoenix biru itu melalui pikirannya supaya tidak terdengar oleh Yun Mei.


Shin Shui hanya mengangguk-angguk saja selama phoenix biru menjelaskan tentang keadaan disana. Dan benar dugaannya, bangunan itu adalah sebuah sekte.


Sekte yang lumayan besar dan beranggotakan lumayan banyak pula. Tapi sepertinya sekte ini memang sangat tertutup sekali, mengingat jarak hutan ini ke desa ataupun kota sangatlah jauh sekali.


Kalau tidak ada gerakan rahasia tidak mungkin ada orang yang mau membuat sekte jauh dari kehidupan umum. Kecurigaan Shin Shui memang ada benarnya, karena dia tahu bahwa salahsatu orang-orang itu ada yang bekerja sama dengan walikota Zhao Ping untuk gerakan pemberontakan nantinya.


Berarti memang sudah bisa dipastikan bahwa sekte ini mampu mengancam kehidupan dan jalannya pemerintahan. Dan tentunya ini bisa menjadi sebuah ancaman di hari depan nanti jika tidak segera diselesaikan.


"Memei, kita tunggu disini sampai malam tiba. Setelah rembulan sudah agak meninggi, kita lakukan pengintaian lebih dekat dan jika memungkinkan maka saat itu juga kita akan melakukan serangan," kata Shin Shui kepada Yun Mei menjelaskan rencananya.


"Baiklah Shushi, aku setuju saja atas semua saranmu itu," balas Yun Mei dengan senyuman manisnya.


Keduanya lalu menunggu dibawah pohon besar dan rindang. Menyaksikan pemandangan sejauh mata memandang yang terlihat begitu indah. Bahkan, sekte ditengah hutan itu pun terlihat begitu indah jika dipandang dari kejauhan.


Tapi terlalu amat mengerikan jika mengetahui dalamnya seperti apa. Namun tentunya yang tahu tempat ini mungkin hanya segelintir orang saja. Mustahil juga kalau ada manusia yang berburu ke dalam hutan sampai sejauh seperti Shin Shui dan Yun Mei.


Matahari sudah mulai tenggelam. Sinar jingganya membakar seluruh isi hutan sehingga menjadi lebih indah. Perlahan sinar itu redup, redup dan akhirnya lenyap. Hari mulai malam, kedua pendekar muda kini sedang bersiap-siap untuk melakukan pengintaian.


###

__ADS_1


Jika ada saran masukan silahkan tulis di komentar, jangan lupa tinggalkan like😁kalau suka jangan lupa vote ya😁🙏mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dan tidak sebaik author yang lain🙏☕


__ADS_2