
Shin Shui pun bertambah girang karena phoenix birunya mau menemani dia dalam mempelajari Kitab Tapak Penghancur itu. Setelah itu, Shin Shui lalu keluar dan kembali menemui dua siluman kera.
"Hei kalian, aku minta kalian berdua berjaga disini selama aku belum keluar ya. Beberapa bulan ke depan aku aka melakukan latihan tertutup. Kalian berdua diamlah disini, sesekali aku akan memberikan sumber daya untuk kalian berdua supaya pelatihan kalian lebih tinggi lagi," kata Shin Shui kepada dua siluman kera itu.
"Baik tuan muda. Kami akan menjaga diluar selama tuan muda didalam. Ah … terimakasih tuan muda," kata salahsatu siluman kera.
Lalu Shin Shui pun memberikan beberapa sumber daya berupa buah-buahan yang berasal dari Hutan Kematian dulu dan diberikan kepada keduanya. Kedua siluman kera pun menerimanya dengan hati riang. Apalagi sedikit banyaknya mereka juga faham tentang sumber daya.
Setelah semuanya selesai, Shin Shui lalu kembali masuk dan segera bersiap untuk memulai latihannya dalam mempelajari dua kitab pusaka sekaligus.
###
Situasi pemerintah kekaisaran sekarang ini terbilang kacau. Berbagai masalah internal mulai bermunculan dan kasus-kasus ganjil pun seolah tak ada habisnya.
Para anggota aliansi dari tiga sekte aliran hitam terbesar yang menyusup masuk ke dalam sistem pemerintahan bisa menjalankan rencananya dengan baik. Entah sudah berapa banyak kasus ganjil yang terjadi di internal. Yang jelas, Kaisar Wei An pun dibuat pusing karena keadaan ini.
Selain kondisi internal yang semakin kacau, ternyata kondisi diluar pun tak kalah hebatnya. Berbagai kejadian yang cukup menggemparkan sudah bermunculan tanpa sepengetahuan Shin Shui.
Beberapa waktu lalu, beberapa sekte aliran hitam kelas menengah menyerang sekte aliran putih kelas bawah hingga rata dengan tanah. Akibatnya, wilayah kekuasaan aliran hitam pun semakin meluas dan kekacauan semakin banyak.
Kasus pembunuhan, perampokan, atau bahkan pemerkosaan pun terjadi setiap harinya. Banyak pula para warga penduduk yang dibunuh tanpa adanya alasan yang jelas.
Tapi karena wilayah ini agak jauh dari ibukota kekaisaran, jadinya kasus-kasus dan kejadian hebat inipun tidak menjadi prioritas utama. Karena memang wilayah disekitar ibukota pun saat ini sedang dalam masalah.
__ADS_1
Pergerakan aliran hitam yang tadinya senyap, kini mulai berani terang-terangan. Pendekar-pendekar aliran hitam yang memiliki tahapan tinggi pun semakin banyak. Mereka membuat kekacauan di seluruh penjuru.
Bahkan, beberapa waktu lalu pun sekte Bukit Halilintar mendapatkan serangan dari tiga orang pendekar aliran hitam yang tidak mereka ketahui asalnya dari mana.
Yang jelas, ketiga pendekar aliran hitam itu datang dan tiba-tiba menyerang sekte Bukit Halilintar dengan brutal. Ketiga pendekar tersebut memiliki tahapan kira-kira Pendekar Dewa tahap enam akhir, tentu bukanlah hal mudah menghadapinya meskipun hanya berjumlah tiga orang.
Tapi untung saja yang diserang adalah sekte Bukit Halilintar, jadi ketiga pendekar tersebut bisa juga dikalahkan setelah Yashou dan tetua lainnya turun tangan. Sayangnya Yashou dan yang lainnya tidak berhasil membunuh ketiga pendekar tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi karena hal ini, kembali dunia persilatan dibuat gempar. Alasanya karena yang diserang adalah sekte Bukit Halilintar.
Sebuah sekte yang sudah terkenal diseluruh penjuru kekaisaran Wei. Sebuah sekte seumuran jagung yang begitu ditakuti dan disegani.
Lalu, jika ada yang berani menyerang apalagi penyerangnya hanya berjumlah tiga orang pendekar saja, pastinya dibelakang mereka ada sebuah kekuatan yant bahkan lebih besar daripada sekte Bukit Halilintar itu sendiri.
###
Selain untuk tidur, pemuda biru itu tidak pernah berhenti dalam latihannya untuk mempelajari Kitab Tapak Penghancur kecuali hanya untuk makan saja.
Kitab Tapak Penghancur ternyata memiliki sembilan jurus inti. Dimana setiap jurus mengandung daya hancur yang tak kalah hebat dengan Kitab Halilintar.
Tapi dibalik kehebatannya, mempelajari semua jurus didalamnya pun tidaklah mudah. Bahkan setelah bebrapa hari berlatih pun, Shin Shui hanya bisa mengikuti gerakan dasar saja. Itupun masih banyak gerakan yang salah.
Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Tak terasa pula Shin Shui sudah hampir empat bulan berada didalam goa itu dan terus berlatih Kitab Tapak Penghancur.
__ADS_1
Entah memang takdir atau apa, selama empat bulan itu, Shin Shui sudah bisa mempelajari hampir semua jurus yang diajarkan Kitab Tapak Penghancur. Kecuali hanya yang terkahir saja yang belum dia kuasai.
Hebat memang, sangat hebat. Karena jika orang biasa yang berlatihnya, bisa dipastikan bakal memakan waktu dua sampai tiga tahun. Hal ini tak lain karena setiap jurus tapak membutuhkan tenaga dalam yang tidak sedikit.
Semakin tinggi level jurusnya, maka semakin banyak pula tenaga dalam yang dibutuhkan untuk menguasainya. Untung saja Shin Shui memiliki Kalung Kristal Halilintar, sehingga tentang tenaga dalam bukanlah masalah bagi dirinya.
Saat ini Shui Shui sudah hampir menyerah karena sudah beberapa kali mencoba, dia tidak juga berhasil menguasai jurus terakhir Kitab Tapak Penghancur.
Berbeda dengan Kitab Halilintar, pemuda biru itu sekarang sudah bisa menguasai seluruh jurus yang terkandung didalamnya. Termasuk jurus terakhir, yaitu Dewa Halilintar Mengguncangkan Semesta.
Tapi meskipun begitu, Shin Shui tidak berani mengeluarkannya jika tidak dalam keadaan terdesak karena dia belum mencapai tingkatan Pendekar Dewa tahap tujuh.
"Shui'er, teruslah untuk mencoba jurus terkahir itu. Jangan pernah putus asa karena selalu gagal. Ingat, masih ada Kitab Bayangan yang harus kau pelajari juga," kata phoenix biru mengingatkan Shin Shui yang sekarang ini sedang frustasi.
"Baik, baik. Aku akan mencobanya kembali nanti. Aku butuh istirahat dlu," kata Shin Shui dengan lemas.
Memang, selama beberapa bulan terakhir ini, phoenix biru selalu setia menemani dan juga membimbing Shin Shui dalam mempelajari Kitab Tapak Penghancur.
Karena memang hanya burung itu saja yang faham tentang Kitab Tapak Penghancur, Shin Shui pun menurut apa yang phoenix biru katakan. Bahkan pemuda biru itu tidak pernah melawan ketika phoenix biru menceramahi dirinya. Baginya saat ini, phoenix biru ibarat seorang guru.
Waktu berjalan dengan sangat cepat. Sebulan sudah Shin Shui mencoba untuk mempelajari jurus terkahir Kitab Tapak Penghancur, dan tepat dihari ketiga puluh, akhirnya Shin Shui berhasil menguasainya.
"Selamat Shui'er, akhirnya kau berhasil juga menguasai jurus terkahir. Sekarang, mari kita keluar dan mencari tempat yang cocok untuk menguji kekuatan jurus itu," kata phoenix biru mengajak Shin Shui.
__ADS_1
"Terimakasih phoenix biru, ini semua berkat dirimu. Jika tidak ada kau, mungkin aku tidak akan bisa mempelajari kitab ini sama sekali. Baik, mari kita mencari tempat," jawab Shin Shui.
Setelah berkata demikian, Shin Shui dan phoenix biru pun lalu keluar goa. Keduanya akan mencari tempat yang tepat untuk mencoba jurus terakhir dari Kitab Tapak Penghancur.