Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kau Akan Tewas Karena Kebodohanmu


__ADS_3

Keduanya kembali menyerang dengan serangkaian jurus senjata mereka. Tapi kali ini berbeda dengan yang tadi. Karena saat ini, ketika kedua pengawal itu mengayunkan senjatanya masing-masing, maka akan keluar juga sinar hitam yang menyambar Shin Shui.


Lagi-lagi kedua pengawal dibuat kesal karena musuhnya bisa menghindari serangan mereka dengan mudah.


Diruang makan, semua petinggi sudah selesai melakukan sarapan. Mereka semua lalu keluar ketika mendengar adanya suara ribut-ribut di halaman.


Kaisar Wei An langsung tersentak melihat adanya sebuah pertarungan. Baru saja hatinya bersyukur bahwa negaranya sudah aman. Tidak tahunya, sebuah masalah sudah muncul lagi.


Kaisar Wei An yang sudah terbawa emosi hendak melompat untuk mengajak Pangeran Iblis Bertarung, tapi untungnya segera ditahan oleh Yashou.


"Mohon kaisar tidak perlu ikut campur. Ini masalah Shui'er dengan Pangeran Iblis. Dia tidak ada maksud untuk mengacau di istana, hanya saja karena dia tahu bahwa Shui'er masih ada disini, maka Pangeran Iblis pun kesini," kata Yashou menjelaskan.


"Tapi … pahlawan sekarang sedang bertarung, jika nanti dia bertarung lagi, tentu dia akan kalah karena kecapean," ucap Kaisar Wei An.


"Apakah kaisar lupa bahwa pemuda biru itu memiliki kekuatan diluar nalar manusia?"


"Ah … kau benar senior. Baiklah, aku tidak akan ikut campur," jawab Kaisar Wei An yang mengurungkan niatnya.


Pertarungan Shin Shui melawan kedua pengawal Pangeran Iblis sudah melebih dua puluh lima jurus. Pemuda biru itu sudah tidak ingin bermain-main lagi. Dia akan segera mengakhiri pertarungan "kecil" ini.


Kedua pengawal kembali menyerang secara bersamaan dari dua sisi. Tapi dengan mudah Shin Shui menahan serangan itu lalu memukul dua pengawal hingga terpental sampai tiga tombak.


"Tatapan Malaikat Pencabut Nyawa …"


"WUSHH …"


Angin berhembus tajam menerpa semua orang. Debu mengepul tinggi. Tiba-tiba terjadi sesuatu yang membuat semua orang tercengang. Tak terkecuali Pangeran Iblis sendiri.


Kedua pengawalnya tiba-tiba memegangi leher mereka masing-masing. Matanya dua pengawal itu terbelalak seperti hendak keluar. Lidah mereka terjulur. Wajah mereka mendadak pucat pasi ketika Shin Shui menatap keduanya dengan tatapan mengerikan.


Tak lama kemudian, kedua pengawal Pangeran Iblis tewas dengan mata masih terbelalak dan lidah keluar. Mereka tewas tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Tapi jelas dari raut wajah keduanya menggambarkan bahwa mereka tidak percaya akan tewas dengan cara diluar nalar.


Bisikan-bisikan mulai keluar dari mulut masing-masing orang yang melihat pertarungannya.

__ADS_1


"Shui'er benar-benar memiliki kekuatan diluar nalar." gumam Yashou.


"Pahlawan ternyata memang bukan manusia. Dia dewa, kekuatannya benar-benar mengerikan." puji Kaisar Wei An dan masih ada lagi pujian-pujian yang keluar dari mulut yang lainnya.


"Bocah ini tidak biasa. Kau harus sangat hati-hati ketika bertaring melawannya," kata iblis yang ada dalam diri Pangeran Iblis mengingatkan.


"Tenang saja. Kan ada kau yang akan membantuku," kata Pangeram Iblis.


"Jika kau mati, bagaimana aku akan membantumu. Jika kau mati, maka akupun akan tewas, dasar bodoh," jawab iblis itu agak kesal.


Ketika kedua pengawal yanh menjadi lawannya sudah tewas, Shin Shui lalu mengalihkan pandangannya kepada Pangeran Iblis. Tidak menyeramkan seperti tadi. Tapi begitu dingin bagaikan air es.


"Kedua pengawalmu sudah tewas karena kebodohannya sendiri. Sekarang mari kita segera selesaikan urusan kita berdua," kata Shin Shui dengan dingin.


"Istirahatlah dulu. Aku tidak mau bertarung dengan curang," kata Pangeran Iblis.


"Cihhh … jika bertarung melawan sepuluh pengawal seperti mereka lalu langsung melawanmu pun, tidak masalah bagiku. Aku sudah malas bermain-main dengan orang-orang bodoh," kata Shin Shui. Sifat 'gila'nya meluap ke permukaan.


"Keparat. Kau akan mati karena kesombonganmu," kata Pangeran Iblis dengan marah.


"Sombong. Mati kau bocah sialan …" kata Pangeran Iblis sambil melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Shin Shui.


Pemuda biru itu sudah tahu akan hal ini. Sehingga ketika Pangeran Iblis berjarak semakin dekat dan memberikan serangan, Shin Shui bisa dengan mudah menghindarinya.


Hanya perlu menarik kaki kanan dan memiringkan tubuhnya, serangan Pangeran Iblis pun luput.


Tapi dengan mudahnya Pangeran Iblis membalikan tubuh lalu kembali menerjang Shin Shui dengan tendangan kaki kirinya.


"BUKK …"


Shin Shui menahan menggunakan tangan kanannya. Pangeran Iblis terpundur dua langkah ke belakang. Sedangkan Shin Shui hanya terpundur satu langkah.


Pangeran Iblis cukup kaget. Karena dia merasa kakinya sedikit ngilu ketika berada dengan tangan Shin Shui.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Shin Shui langsung mengeluarkan seluruh tenaga sejati lalu menyalurkannya ke seluruh tubuh.

__ADS_1


Tak lupa juga dia menyalurkan energi halilintarnya. Sehingga tubuh Shin Shui sudah diselimuti oleh kilatan cahaya biru dan cahaya putih.


Pemuda biru itu langsung melesat untuk menyerang lebih dulu. Kecepatannya semakin cepat daripada yang dulu, sehingga tahu-tahu Shin Shui sudah berada didepan Pangeran Iblis.


Tapi karena lawannya memiliki kekuatan yang tinggi, maka dengan mudah pula Pangeran Iblis menghindari serangan yang diberikan oleh Shin Shui.


Kedua pendekar itu mulai bertarung dengan jurus-jurus yang mereka kuasai. Shin Shui memberikan hujan pukulan dan tendanya dengan kecepatan sukar dilihat mata biasa.


Perlahan tapi pasti Pangeran Iblis mulai merasa kewalahan karena serangan Shin Shui tidak mengendur. Yang ada malah sebaliknya, semakin lama, serangan pemuda biru itu semakin cepat dan kuat.


"Tapak Amarah Dewa …"


"WUSHH …"


"BUKK …"


Shin Shui memberikan serangan tapak tingkat tinggi sehingga membuat Pangeran Iblis terpental. Tidak bergulingan, tapi kakinya terus dipaksa mundur dan berhenti setelah Pangeran Iblis menyalurkan tekanan tenaga dalam kepada kakinya.


Pangeran Iblis menyeringai kesakitan. Dari sudut kanam bibirnya keluar sedikit darah kehitaman.


Pangeran Iblis lalu mengusut darah itu dengan punggung tangannya. Dia tidak menyerah, Pangeran Iblis kembali melesat menyerang Shin Shui.


Tapi lagi-lagi gagal. Karena Shin Shui kali ini sudah mulai serius.


"Pukulan Seribu Halilintar …"


"WUSHH …"


"DUARR …"


"Ahhh …"


Pangeran Iblis kembali terpental. Tapi kali ini lebih jauh daripada sebelumnya. Bahkan dia bergulingan hingga berhenti setelah menabrak dinding istana kekaisaran.


Dadanya terasa remuk. Dia memuntahkan darah. Beberapa saat lamanya Pangeran Iblis tidak mampu bangun. Hanya bisa menatap Shin Shui dengan tatapan kebencian yang teramat dalam.

__ADS_1


__ADS_2