Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Tiga Harimau Dari Utara


__ADS_3

Tiba-tiba saja sesuatu yang membuat langit sedikit mendung pun kini terlihat semakin jelas lagi. Ternyata sesuatu yang besar dan panjang itu tak lain adalah seekor naga berwarna kuning keemasan.


Tepat, dialah Cun Fei. Sang Naga emas yang dulu selalu menemani Shin Shui kemanapun. Entah berapa lama dia pergi meninggalkan Shin Shui yang sudah dianggap tuannya itu.


Sehingga saat tahu bahwa itu adalah Cun Fei, betapa bahagianya Shin Shui. Naga Emas itu kini sudah berubah menjadi sosok pendekar yang memakai pakaian berwarna keemasan pula dan turun tepat didepan ketiga pendekar tersebut.


Cun Fei langsung tersenyum dengan ramahnya. Dan tanpa diduga, tiba-tiba Shin Shui berlari ke arahnya lalu memeluk jelmaan naga emas itu erat-erat. Mungkin karena saking rindunya.


Benar, rindu. Rindu adalah salahsatu sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rindu hanya bisa ungkapkan dan dirasakan oleh perasaan. Benar, perasaan.


Seperti bagaimana halnya cinta. Cinta juga tidak bisa ungkapan dengan kata. Tapi cinta hanya bisa dirasakan dan diungkapkan dengan rasa pula.


Semakin kau mencari arti cinta, maka semakin tak berujung dan taakan menemukan hasil yang memuaskan. Karena cinta yang sesungguhnya terletak pada rasa, bukan pada sebuah kata.


Cinta itu mungkin salahsatu anugerah dari Tuhan untuk makhluknya. Cinta itu indah jika kau mengetahui maknanya. Tapi jika kau tidak mengetahui makna cinta, maka yang ada hanyalah luka. Bukan bahagia. Begitupun rindu. Ah sudahlah, tak ada ujung membahas keduanya.


"Senior, kenapa kau lama sekali perginya? Kau tahu, aku selalu merindukanmu setiap waktu. Aku kira kau tidak akan kembali padaku lagi," kata Shin Shui yang mendadak 'manja' seperti wanita.


"Hahaha … kau ini Shui'er. Tentu saja aku akan kembali padamu, bukankah aku dulu sudah berjanji padamu bukan?" kata Cun Fei membalas pelukan Shin Shui sambil mengusap-usap punggungnya.


Yun Mei dan biksu To Lian Pwe pun langsung menghampiri keduanya. Yun Mei juga turut senang karena Cun Fei sudah kembali lagi, meskipun dia belum dekat dengan Cun Fei, tapi setidaknya gadis itu pun sudah mengetahuinya.


"Senior, perkenalkan ini adalah biksu To Lian Pwe dari Kuil Surgawi," ucap Shin Shui memperkenalkan.

__ADS_1


Cun Fei pun lalu memberi hormat dan memperkenalkan dirinya kepada biksu tua itu. Meskipun biksu To penasaran bahwa ada naga yang bisa berubah menjadi manusia, tapi dia tidak bertanya lebih jauh lagi.


"Shui'er, sekarang hendak kemana tujuanmu?" tanya Cun Fei.


"Aku berniat untuk menuju ke Utara, menuju ke Kuil Surgawi, memangnya kenapa senior?" tanya Shin Shui.


"Tidak papa. Tentu saja aku ingin ikut, aku ingin menjelajah bumi kekaisaran Wei lagi … hahaha," kata Cun Fei dengan girangnya.


"Hahaha … baiklah, ayo kita berangkat!" ajak Shin Shui dengan sangat gembira.


Siapa orang yang tidak senang saat bertemu dengan orang terdekat yang sudah sekian lama tidak bertemu? Pasti senang bukan? Begitupun Shin Shui saat ini.


"Ayo … tapi jangan berlari seperti biasanya. Khusus untuk saat ini, biarkanlah kalian naik di punggungku … hahaha,"


Setelah semuanya setuju, Cun Fei pun langsung berubah wujud lagi menjadi seekor naga yang panjang dan besar. Shin Shui dan Yun Mei pun lalu naik ke punggungnya.


Tinggal biksu To Lian Pwe saja yang masih berada disana, biksu tua itu masih bingung dengan semua yang dialaminya saat ini.


"Biksu To, ayo cepat naik. Tidak papa, dia ini sahabat baikku. Kita akan sampai ke Kuil Surgawi lebih cepat lagi," ajak Shin Shui.


Meskipun masih diliputi rasa penasaran, biksu tua itu tidak membantah. Dia langsung naik ke punggung Naga Emas itu meskipun dalam keraguan.


Setelah semuanya naik, Cun Fei pun dengan segera terbang melesat dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke Kuil Surgawi.

__ADS_1


###


Sementara itu, keadaan di Kuil Surgawi kini sedang gawat. Pasalnya biksu Cian Lie Bun kini kedatangan tiga orang pendekar dari kalangan aliran hitam.


Ketiganya merupakan kakak beradik dan merupakan saudara kembar. Mereka dikenal dengan julukan Tiga Harimau Dari Utara.


Ketiganya berbadan tinggi dan gagah, mereka memakai baju dari kulit harimau pula. Wajahnya yang agak kuning dengan sorot mata yang tajam, menjadikan mereka terlihat lebih angker. Usianya kira-kira baru mencapai lima puluh tahun.


Ketiganya memiliki wajah yang hampir mirip, jadi untuk menandainya, tiga saudara kembar itu memakai ikat kepala dengan warna yang berbeda-beda. Yang satu biru, satu merah, dan satu lagi hitam.


Kedatangan Tiga Harimau Dari Utara ke Kuil Surgawi itu tak lain karena untuk merebut Kitab Bayangan dari tangan biksu Cian Lie Bun. Meskipun tiga saudara kembar itu sudah mengetahui kehebatan biksu Cian, tapi jika melawan ketiganya langsung mereka yakin akan menang.


Apalagi ketiga kakak beradik itu sudah memiliki nama tersohor di daerah Utara, dimana ketiganya dikenal sebagai pendekar aliran hitam yang sangat kejam dan ditakuti.


"Biksu tua, cepat serahkan Kitab Bayangan padaku sebelum aku menggunakan kekerasan," kata salahsatu mereka yang memakai ikat kepala merah.


"Tidak sudi. Aku tidak akan menyerahkan kitab itu kepada iblis seperti kalian," kata biksu Cian Lie Bun dengan tegas.


Bukan main marahnya tiga saudara kembar itu. Rasanya tidak ada jalan lain selain kekerasan. Sebelumnya kedatangan mereka ini tentunya sudah diketahui oleh penjaga kuil, mereka pun sudah mencoba untuk menahannya.


Tapi sayangnya ketiga saudara kembar itu memiliki kepandaian yang tinggi, hanya sekali gebrak saja penjaga gerbang langsung tergeletak tak berdaya.


"Orang tua tidak tahu diri. Mampuslah kau!!!"

__ADS_1


__ADS_2