
Benar saja. Entah suatu kebetulan ataupun memang kelebihan Shin Shui dalam membaca serangan musuh. Sekarang para pendekar aliran hitam yang ada di pihak keluarga Zhao sudah bergerak.
Walikota itu hanya membawa sekitar tiga puluh pendekar saja. Mungkin karena dia berpikir tidak sulit untuk membunuh semua keluarga bangsawan Chen. Mengingat diantara semua keluarga Chen hanya tak lebih dari sepuluh orang saja yang menjadi seorang pendekar.
Kesemua pendekar aliran hitam itu memakai pakaian yang seragam. Yaitu serba hitam dan semuanya memakai penutup wajah (cadar).
Hal ini mereka lakukan tak lain supaya untuk menutupi ataupun supaya tidak dikenali oleh orang-orang. Padahal, pergerakan mereka sudah terbaca semuanya oleh seorang pemuda yang tidak bakal mereka sangka sebelumnya.
Mereka melesat begitu cepat dalam gelapnya malam. Gerakannya terlihat seperti sebuah bayangan hitam saja. Bahkan mereka berlari di sudut-sudut kota Nan-Ping tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Hal ini karena memang mereka memiliki pelatihan yang tinggi. Diantara tiga puluh pendekar itu yang paling rendah pelatihannya hanya berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap dua.
Kemunculan sekte Sumber Daya sungguh menguntungkan bagi mereka para pendekar. Baik itu dari kalangan hitam, maupun putih dan netral. Sekte Sumber Daya yang tidak pandang bulu dalam menjual barang dagangannya menjadi berkah tersendiri. Sekaligus juga menjadi malapetaka.
Tidak heran, strategi berdagang memanglah begitu. Selama pembeli tidak mengganggu perdagangan mereka, maka para pedagang tidaklah keberatan untuk menjual dagangannya kepada siapapun.
Rombongan pendekar Zhao Ping itu kini sudah hampir dekat jaraknya dengan kediaman keluarga bangsawan Chen. Setelah hanya sekitar dua puluh tombak jarak antara mereka dan kediaman rumah keluarga bangsawan Chen, mereka langsung berpencar menjadi tiga bagian.
__ADS_1
Masing-masing dari kelompok akan dipimpin oleh seorang Pendekar Dewa tahap lima. Ternyata, bahkan walikota Zhao Ping pun ikut serta dalam penyerangan ini. Dia mempimpin dibagian tengah.
Dikira bukan pendekar, ternyata walikota itu seorang pendekar yang cukup kuat. Sekarang bahkan tingkat pelatihannya sudah mencapai tahapan Pendekar Dewa tahap lima.
Di sisi lain, Shin Shui juga sudah merasakan hawa kegelapan dari para pendekar tersebut. Selain itu juga, dia memang sudah mendengar akan adanya gerakan dalam jumlah yang lumayan banyak sedang menuju ke arahnya.
Shin Shui bisa melakukan semua ini tak lain karena dia selalu mengasah baik itu indera penciuman, pendengaran, ataupun penglihatannya ketika dia berlatih di Gunung Siluman. Sebab itulah semua inderanya lebih tajam daripada yang lain.
Pemuda biru itu langsung memberikan aba-aba kepada yang lainnya supaya bersiap untuk menyambut tamu yang akan datang. Di sisi lain rombongan para pendekar Zhao Ping agak keheranan. Tidak seperti biasanya situasi di kediaman keluarga bangsawan Chen begitu sepi seperti sekarang ini.
Tapi dasar manusia sudah dikuasai dan kendalikan nafsu, mereka tidak berpikir lebih jauh lagi tentang keganjilan tersebut. Rombongan para pendekar aliran hitam itu langsung saja melompat dan menyerang rumah Chen Mu Bai.
"WUSHH …"
"WUSHH …"
Belum sempat rombongan pendekar Zhao Ping bersiap, tiba-tiba saja para pendekar yang sudah menanti langsung menyerang dengan sangat ganas bagai harimau yang terluka.
__ADS_1
Pada akhirnya dibawah cahaya bulan remang-remang dan gelapnya malam, sebuah pertempuran antar keluarga bangsawan yang terkenal pun tak dapat dihindari lagi.
Para pendekar keluarga bangsawan Chen menyerang musuh yang datang dengan jurus-jurus yang mereka miliki. Meskipun mungkin kalah dalam jumlah, tapi pendekar keluarga bangsawan Chen ini tak bisa dianggap remeh.
Para pendekar itu paling minimal berada pada tahapan Pendekar Dewa tahap tiga. Tentu saja ini adalah hal yang menguntungkan pihak keluarga bangsawan Chen.
Sinar-sinar yang terang dan kilatan dari masing-masing senjata pusaka mulai menghiasi malam itu. Tempat yang biasanya sepi kini ramai oleh orang-orang yang sedang berperang dengan sengitnya.
Percikan kembang api pun mulai terlihat dengan indah. Tapi dibalik keindahannya itu ada sebuah tragedi yang begitu mencekam. Tragedi yang mungkin tidak ingin dialami oleh siapapun.
Beberapa saat sudah berlalu. Puluhan jurus sudah terlewati oleh masing-masing pendekar yang turut andil dalam pertempuran yang cukup hebat itu.
Mulai dari jurus tangan kosong, jurus pedang, dan jurus yang mampu mengguncangkan langit dan bumi mulai menimbulkan suara yang mengerikan. Korban sudah berjatuhan dari kedua belau pihak.
Tapi jika dilihat lebih teliti lagi, korban yang paling banyak adalah dari pihak walikota Zhao Ping. Bagaimana pun juga pendekar yang dia bawa tidak sepenuhnya bisa mengalahkan semua pendekar keluarga Chen. Terlebih mereka yang berada pada tahapan dibawah Pendekar Dewa tahap tiga.
###
__ADS_1
Semoga terhibur, silahkan tulis dikolom komentar dengan bijak jika ada saran, kritikan, ataupun lainnya🙏☕