Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Dua Bidadari Iblis


__ADS_3

Shin Shui ingin mengatakan tidak bisa. Karena dia ingat bahwa waktu diberikan oleh gurunya untuk mencari Bunga Seribu Khasiat sudah menipis.


Tapi mulutnya seperti terkunci untuk mengucapkan kata tersebut. Dipaksa berkali-kali untuk bicara "tidak bisa" pun tetap terasa sulit.


"Ba-baiklah. Aku terima undangan itu," ucapnya dengan tiba-tiba.


Entah apa yang sudah terjadi. Yang jelas Shin Shui sendiri tidak mengetahui secara pasti.


Ling Zhi dan Bwe Li tersenyum. Senyum penuh kemenangan tergambar pada bibir keduanya. Mereka pun segera beranjak pergi darisana setelah membayar biaya makan.


Ketiganya saat ini sedang berjalan beriringan disebuah hutan. Shin Shui entah akan dibawa kemana, dia sendiri tidak bertanya-tanya.


Setelah beberapa saat kemudian, tibalah mereka disebuah bangunan mirip rumah yang tidak terlalu besar namun indah. Halamnya nampak bersih dan dihiasi oleh bunga-bunga.


Shin Shui lalu dibawah masuk oleh Ling Zhi dan Bwe Li. Didalam pun ternyata sama seperti diluar. Sangat bersih, rapi, dan juga tercium aroma wangi yang menyengat hidung.


"Kau tunggu disini, aku akan menyiapkan hidangan sebentar," kata Bwe Li.


Diruangan itu hanya ada Shin Shui dan Ling Zhi. Keduanya sama-sama diam, tidak ada yang bicara sepatah katapun. Hingga akhirnya pemuda biru itu memutuskan bicara untuk memecah keheningan.


"Nona, apakah kau tinggal disini berdua saja?" tanya Shin Shui memberanikan diri.


"Iya, kami disini hanya berdua saja," jawab Ling Zhi nampak malu-malu.


"Kenapa kalian memilih tinggal ditengah hutan seperti ini, padahal kan kalian bisa tinggal di desa terdekat,"

__ADS_1


"Entah. Guruku tidak terlalu suka keramaian," jawab Ling Zhi.


"Oh … begitu, baiklah."


Suasana hening kembali. Keduanya hanya bisa diam membisu dengan pikirannya masing-masing.


"Setelah dari sini, tujuanmu akan kemana?" tanya Ling Zhi tiba-tiba.


"Aku mendapat sebuah tugas dari guruku," jawab Shin Shui singkat.


Setelah sekian lama menungu, akhirnya Bwe Li pun datang menghampiri keduanya. Tapi tidak membawa hidangan makanan seperti apa yang dia bicarakan tadi.


"Lin Zhi, bantu aku untuk membawa hidangannya," pinta Bwe Li.


Ling Zhi menurut. Dia pun lalu pergi mengikuti gurunya itu. Kini Shin Shui sendirian lagi. Karena cukup lama menunggu belum datang juga, akhirnya Shin Shui mengeluarkan phoenix birunya sebagai teman bicara.


"Aku akan menunggu diluar saja," kata phoenix biru lalu terbang entah kemana.


Hidangan tiba. Bau harum yang khas memenuhi seisi ruangan. Seumur hidup, Shin Shui baru mencium aroma makanan seperti ini.


"Mari kita makan selagi masih hangat," kata Bwei Li.


Tanpa basa-basi lagi ketiganya lalu menyantap makanan itu. Shin Shui makan dengan lahap, padahal tadi dia sudah makan dan perutnya belum lapar.


Tapi entah kenapa dia begitu bernafsu kepada makanan itu. Tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Ketika sedang asyik makan, tiba-tiba Shin Shui merasakan kepalanya amat pusing. Dunia seperti berputar hebat. Pandangan matanya tiba-tiba menjadi gelap dan dia pingsan.


Setelah beberapa saat, akhirnya pemuda biru itupun tersadar dari pingsannya. Betapa kagetnya ketika dia menyadari bahwa dirinya berada disebuah kamar dan tubuhnya sudah terikat oleh sebuah tali yang lemas namun amat kuat. Lebih-lebih ketika dia menyadari bahwa hari sudah malam.


Berusaha untuk melepaskan pun tidak ada gunanya. Karena semakin dia meronta, ikatan itu semakin kencang membelit Shin Shui.


"Jangan mencoba untuk melepaskan diri pria tampan. Karena percuma saja, semakin kau berusaha untuk melepaskan, maka semakin kuat juga tali itu mengikatmu," kata Bwe Li tiba-tiba muncul diikuti oleh Ling Zhi.


"Apa maksud kalian ini? Lepaskan aku! Aku tidak bermaksud jahat pada kalian. Percayalah," kata Shin Shui sunguh-sungguh sambil menatap tajam keduanya.


"Aku juga tidak bermaksud jahat kepadamu Shin Shui yang tampan. Aku dan muridku justru bermaksud untuk membuatmu bahagia serasa di syurga. Kita akan bersenang-senang malam ini," ucap Bwe Li sambil berjalan mendekati Shin Shui.


"Maksud kau apa? Aku tidak mengerti,"


"Hahaha … aku suka sifatmu yang seperti ini. Begitu polos, tampan, gagah, dan juga tentunya begitu berani,"


"Sebenarnya kalian ini siapa?" bentak Shin Shui.


"Sssttt …" telunjuk Bwe Li menyentuh bibir Shin Shui sehingga jantungnya tetasa berdebar kencang lagi.


"Sudah aku katakan bahwa kami guru dan murid. Orang-orang memanggil kami sebagai Dua Bidadari Iblis. Aku sudah memberitahu siapa kami sebenarnya, sekarang … mari kita nikmati malam ini," kata Bwe Li lalu perlahan mengelus pipi Shin Shui dan diikuti Ling Zhi yang mengelus bagian kakinya.


Tak bisa dipungkiri oleh Shin Shui, bahwa dia merasakan sesuatu yang jarang dia rasakan. Tubuhnya terasa bergelora. Nafasnya naik turun dengan cepat, ada perasaan aneh yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


Bagaimanapun juga, dia seorang pria. Tentu dia merasakan apa yang pria lain rasakan. Semakin lama keadaan itu memaksa Shin Shui terdiam lemas.

__ADS_1


Melihat ini, pasangan guru dan murid itu semakin gembira. Mereka semakin liar memperlakukan Shin Shui.


__ADS_2