Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Hancurnya Kelompok Iblis Kembar


__ADS_3

Setelah berkata demikian, kedua Iblis Kembar itu langsung melesat menuju keluar diikuti anggotanya yang melapor. Amarahnya sudah memuncak, nafasnya memburu dengan cepat.


"Siapa kau bocah? Berani-beraninya menyerang markasku. Apa kau belum tahu siapa itu Iblis Kembar?" tanya Iblis Kembar yang memakai pakaian berwarna kuning.


"Apakah aku harus memperkenalkan diri kepada kalian? Hemmm … baiklah, baiklah … perkenalkan namaku Shin Shui sang Pendekar Halilintar, biasa dipanggil orang-orang dengan sebutan pemuda biru ataupun bocah 'gila'. Dan wanita ini adalah … ". "Pasangannya," Yun Mei memotong kembali ucapan Shin Shui.


Gadis itu berkata dengan memberikan senyuman manis kepada Shin Shui, sehingga pemuda itu tidak bisa menjawab apa-apa kecuali menghela nafasnya dengan berat. "Hahhh …".


Para anggota sekaligus ketua Iblos Kembar sedikit terkejut saat Shin Shui memperkenalkan dirinya. Pasalnya nama Pendekar Halilintar ataupun pemuda biru sedang naik daun saat ini, hal iti terjadi karena setiap langkah yang dilakukan akan membuat kehebohan.


"Kenapa kalian diam saja? Apakah kalian takut saat tahu siapa aku?" tanya Shin Shui dengan senyuman yang mengintimidasi.


"Cuihh!!! Jangan sebut kami Iblis Kembar jika takut kepada bocah kemarin sore sepertimu," kata Iblis Kembar merah.


"Bisa dibuktikan? Aku sungguh tak yakin dengan ucapanmu iblis jelek," Shin Shui mulai memancing amarah musuhnya.


"Keparat … matii kauu …"


Iblis Kembar merah langsung melesat menyerang Shin Shui dan diikuti oleh Iblis Kuning, amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi saat ini. Dia benar-benar muak melihat seorang pemuda berkata demikian padanya. Semua anak buahnya yang berjumlah kurang lebih seratus orang pun turut mengikutinya dari belakang.


"Yun Mei, kau hadapi tikus-tikus yang lain. Biar aku sendiri yang menghadapi ketua tikusnya," kata Shin Shui.


Pemuda itu berkata demikian karena tak lain kekuatan Iblis Kembar berada diatas Yun Mei. Menurut penglihatan Shin Shui, kira-kira Iblis Kembar itu berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap tiga.


"Baik." kata Yun Mei. Segera saja dia berniat menyambut serangan yang akan datang.


Akhirnya pertempuran ditengah hutan dalam gelapnya malam tak terelakan lagi, dua pendekar muda kini tengah bertarung melawan perampok Iblis Kembar.


Yun Mei saat ini dikepung oleh anak buah Iblis Kembar, baginya ini bukanlah hal sulit. Sebab para anak buah Iblis Kembar hanya berada pada tingkatan Pendekar Bumi tahap tiga, hanya beberapa puluh saja yang merupakan Pendekar Langit tahap empat.


Yun Mei terus mengeluarkan pukulan tangan kosong kepada musuh-musuhnya. Gadis itu menyerang dengan ganas, setiap pukulannya akan membunuh mereka para Pendekar Bumi.


Tak terasa lima belas menit sudah berlalu, anggota perampok Iblis Kembar yang tadinya berjumlah sekitar seratus orang kini hanya tersisa tiga puluhan orang saja. Mereka semua tewas di tangan gadis cantik yang tak lain adalah Yun Mei.


Di sisi lain, pertarungan Shin Shui dan Iblis Kembar pun tak kalah serunya. Pemuda itu bertarung dengan sengit, tapi belum ada tanda-tanda yang kalah dari mereka.


Ketiganya memiliki kepandaian dalam bermain senjata masing-masing, suara peraduan senjata terus terdengar nyaring di gelapnya malam.


"***TRANGG …"


"TRANGG*** …"


Melihat pemuda yang menjadi lawannya belum juga terluka atau bahkan terdesak, kedua Iblis Kembar itu mulai geram. Mereka menyerang Shin Shui kembali lebih ganas, kali ini setiap ayunan kapak dan pisau mereka mengeluarkan kilatan cahaya.


Serangan dari kedua Iblis Kembar itu lumayan cepat, gerakan mereka sulit ditiru dan serangannya saling melengkapi satu sama lain. Shin Shui mulai sedikit terpojok karena terus-menerus diserang tanpa henti.


Pemuda biru itu melihat kedua musuhnya sudah mulai mengeluarkan jurus tingkat tinggi, jadi kali ini dia tidak bisa bersantai lagi. Shin Shui mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak, keringat mulai membasahi punggungnya.

__ADS_1


"Hebat juga kalian. Baiklah, aku mulai serius sekarang." kata Shin Shui.


"Tarian Ekor Naga."


"WUSHH …"


Shin Shui mendadak menyerang lebih cepat dari sebelumnya, dia mengayunkan pedangnya dan mengincar bagian vital lawan. Semakin lama gerakannya semakin tajam, hingga akhirnya pemuda itu berhasil memberikan goresan cukup dalam di tangan kiri iblis merah.


"Ahhh …"


Iblis merah mengeluh kesakitan saat mendapati tangannya berdarah. Dia lalu menghentikan darah yang keluar dari lukanya, kemudia dia mengikatnya dengan kain dari pakaian yang dia pakai.


Shin Shui hendak menyerang kembali, tapi saat dia akan melakukannya tiba-tiba anggota perampok Iblis Merah berteriak kearahnya.


"Menyerahlah! Atau gadis ini akan mati didepanmu …" teriak salah seorang bawahan perampok Iblis Kembar.


Shin Shui terkejut ketika melihat Yun Mei tertangkap oleh anggota perampok Iblis Kembar. Gadis itu terlihat mengalami luka dibagian perut, robekan yang cukup besar tercipta tepat pada dadanya.


Hal itu membuat sesuatu yang ada dibalik bajunya terlihat. Sesuatu itu berbentuk bulat seperti bola dan ada dua, namun terlihat sangat lembut bagaikan salju.


Shin Shui benar-benar naik darah dibuatnya, pemuda itu merasakan amarahnya meronta ingin keluar. Nafasnya langsung memburu, dia menggertakkan giginya.


Shin Shui berjalan pelan ke depan, matanya mulai menatap tajam. Tangannya mengepal dengan keras.


"Berhenti, jatuhkan pedangmu dan menyerah." kata Iblis kuning kepada Shin Shui.


"Apa kau tuli? Aku bilang berhenti, atau kalau tidak gadis itu akan tewas tanpa kepala." Iblis kuning berteriak keras kepada Shin Shui.


Pemuda itu mulai berhenti, tapi bukan berarti menyerah. Dia mulai memejamkan matanya sesaat, angin yang cukup besar mendadak muncul, langit malam mulai mengeluarkan kilatan halilintar.


"DUARRR … DUARRR …"


Halilintar mulai menyambar tempat sekitar, para kelompok perampok Iblis Merah yang tersisa sedikit panik atas kejadian ini. Shin Shui mulai membuka mata kembali, bola matanya berubah menjadi biru dan ada sebuah bayangan halilintar didalamnya.


"Sekali lagi kalian menyentuh gadis itu, kupastikan tempat ini akan rata dengan tanah," kata Shin Shui.


Dia mulai mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat, anggota perampok Iblis Kembar merasakan tekanan yang sangat berat. Tekanan itu ibarat sebuah batu sebesar meja yang menindih pundak mereka.


"Kurang ajar. Kau kira aku berbohong dengan kata-kataku? Bunuh gadis itu!!!" Iblis Kuning memberikan perintah kepada anggotanya untuk membunuh Yun Mei.


Anggota tersebut segera menurut, dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dari balik bajunya, lalu pisau itu hendak di goreskan ke leher Yun Mei.


Tapi sebelum hal itu terjadi, tiba-tiba sesuatu mengarah cepat kepadanya. Betapa kagetnya dia ketika menyadari gadis yang tadi dia genggam menghilang dan mendadak berpindah jadi ke sisi pemuda biru.


Shin Shui terlebih dahulu membawa Yun Mei ke bawah sebuah pohon, lalu gadis itu segera dibuat duduk. Setelah selesai, Shin Shui berbalik dan bersiap untuk menyerang kelompok Iblis Kembar.


"Tadi bilang bahwa kau tidak berbohong saat berkata berani membunuh seorang gadis? Baiklah, aku juga tidak akan berbohong dengan ucapanku bahwa aku bisa menghancurkan tempat ini." kata Shin Shui dengan amarah yang memuncak.

__ADS_1


Seluruh tubuh Shin Shui mulai terbungkus oleh kilatan halilintar yang menyeramkan. Pemuda biru iru berniat untuk langsung menghancurkan kelompok perampok sekaligus markas utama Iblis Kembar.


"Tornado Halilintar."


"DUARRR … DUARRR … DUARR…"


Suara halilintar menggelar dengan sangat keras. Tiga buah tornado halilintar mendadak terbentuk didepan Shin Shui.


"Matiii kaliann …"


"WUSHHH …"


Tornado itu melesat dengan sangat cepat dan menyapu batu kerikil, pohon-pohon tumbang akibat ganasnya jurus Shin Shui.


Satu persatu anggota perampok Iblis Kembar meregang nyawa. Mereka tewas dengan tubuhnya yang gosong. Kedua Iblis Kembar mulai panik, tapi mereka sadar tidak ada cara lain lagi untuk melarikan diri.


Belum sempat mereka membalas serangan jurus Shin Shui, tiga buah tornado halilintar itu sudah mendekat dan segera menggulung mereka beserta bangunan markas utama. Tornado itu berhenti saat semuanya sudah luluh lantah menyatu dengan tanah.


"Hahhh …" Shin Shui menghela nafas perlahan. Dia merasa sedikit kelelahan, pemuda itu segera menghampiri Yun Mei dan segera mengobati lukanya.


Saat Shin Shui ingin mengobati luka yang diterima Yun Mei, ternyata gadis itu dalam keadaan pingsan saat ini. Shin Shui segera mengambil satu buah pakaian dari Cincin Ruang, dia berniat untuk menutupi robekan yang tepwt di posisi dada Yun Mei.


'Meskipun dalam keadaan pingsan ternyata kau masih tetap cantik juga, bahkan kau masih bisa membuatku sedikit gugup.' batin Shin Shui sembari mulai mengobati luka Yun Mei.


Selang beberapa menit, Shin Shui sudah selesai mengobati gadis itu. Dia berniat untuk melanjutkan perjalanan sampai menemukan penginapan. Pemuda itu menggendong Yun Mei, dia tidak mau menyadarkannya karena takut luka yang di derita belum pulih sepenuhnya.


###


Shin Shui sudah menemukan sebuah penginapan yang cukup besar. Setelah selesai memesan kamar, pemuda itu segera membawa Yun Mei ke kamar yang sudah dipesan. Dia berniat untuk membaringkan gadis itu di kasur dan membiarkannya beristirahat.


Tapi sebelum Shin Shui meninggalkan kamar, Yun Mei mendadak sadar dan memanggilnya.


"Shin Shui, dimana aku? Kemana perginya perampok tadi?" tanya Yun Mei.


Gadis itu keheranan saat menyadari dirinya sudah berada disebuah kamar penginapan. 'Dimana aku? Bukankah aku tadi terluka dan berada dihutan melawan perampok Iblis Kembar?' batinya.


Gadis itu segera memeriksa lukanya yang kini sudah perlahan mengering. Yun Mei yang mendapati dirinya dibalut pakaian lain sedikit keheranan, tapi dengan segera Shin Shui menghampiri dan menjelaskannya.


"Kau berada disebuah penginapan, perampok itu sudah aku bunuh, markas mereka juga sudah aku hancurkan. Masalah pakaianmu … tadi aku sengaja membalutkan pakaian lain, sebab robekan di dadamu cukup besar. Tapi aku tidak melakukan apa-apa … sungguh." kata Shin Shui menjelaskan apa yang terjadi.


"Tidak papa, aku berterimakasih karena kau sudah menolongku," balas Yun Mei sembari melemparkan senyuman.


Awalnya dia sedikit meragukan apa yang dikatakan Shin Shui, tapi setelah mengingat kembali kejadian sebelumnya, akhirya Yun Mei percaya dengan apa yang Shin Shui ucapkan.


ini bonus ya, dua chapter dijadiin satu, supaya episode pertama cepet selesai, karena setelah sampai Bukit Awan alurnya akan lebih luas dan berbeda dari sekarang. Disana Shin Shui akan menjalani kehidupannya yang baru. Akan adw kejutan di episode selanjutnya.


Jika selama ini hanya disitu-situ saja atau belum meluas mohon maaf, karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ini hanyalah awal dan hanya 'perkenalan' MC. Semoga di episode selanjutnya masih tetap banyak yang dukung🙏🙏

__ADS_1


Salam manis☕


__ADS_2