
Setelah itu, Kaisar Wei An pun mengajak Shin Shui kedalam istana. Dia akan menjamu tamu 'Agung'nya tersebut, karena bagaimanapun juga, Shin Shui sudah beberapa kali berjasa besar untuknya.
Ternyata ketika Shin Shui masuk, hidangan yang lezat pun sudah siap disebuah meja makan yang besar. Bau aroma dari masakan dan bau arak bercampur menjadi satu hingga memenuhi ruangan.
Rasanya, perut yang tidak lapar pun akan menjadi lapar karena harumnya aroma ini. Tanpa basa-basi lagi, Kaisar Wei an lalu mengajak Shin Shui makan bersama dengan yang lainnya.
Setelah selesai menyantap makanan, barulah kaisar muda itu membawa Shin Shui ke sebuah ruangan khusus dengan diikuti oleh penasihat Mu Ying.
"Pahlawan muda, bagaimana kabarmu dan juga sektemu?" tanya Kaisar Wei An mengawali pembicaraan.
"Semuanya baik-baik saja kaisar. Hanya saja kemarin tetua Wu Chai dan tetua Hong Liong tewas saat bertarung melawan Dewi Pedang Kembar," jawab Shin Shui yang terlihat masih menyimpan kesedihan.
"Ahhh … aku turut berduka cita. Ternyata kabar kematian dua tetua sekte Bukit Halilintar memang benar," tutur kaisar.
"Memang, berita itu memang benar. Dan kematian Dewi Pedang Kembar juga benar. Sehingga katanya menjadi berita besar dalam satu minggu terakhir," kata Shin Shui.
"Hal itu sangat benar bahkan aku juga mendengarnya. Lalu, ada angin apakah yang membawa pahlawan muda kesini?"
"Aku ingun bicara penting yang masih berhubungan dengan kematian Dewi Pedang Kembar,"
__ADS_1
"Bicaralah pahlawan muda. Aku siap mendengarkan," kata kaisar menyuruh Shin Shui membicarakan tujuannya.
"Aku yakin, fenomena yang juga cukup menggemparkan bukan hanya terlihat di sekte Bukit Halilintar saja. Melainkan hampir di seluruh tempat yang dekat dengan kekaisaran pasti melihat fenomena kemarin. Yaitu fenomena kepala iblis yang baru saja terjadi belum lama ini," ucap Shin Shui.
"Ternyata benar dugaan penasihat Mu. Disini kami juga melihat fenomena mengerikan itu, rasanya sungguh itu bukam fenomena alam,"
"Bukan, sama sekali bukan. Dan aku yakin semua itu disebabkan oleh kemarahan Raja Iblis Merah karena mendengar berita kematian istrinya," ucap Shin Shui.
"Jika seperti ini, berarti Raja Iblis Merah akan melakukan penyerangan ke sekte Bukit Halilintar?" tanya Kaisar Wei An yang kebingungan.
"Tidak kaisar. Justru akan menyerang istana kekaisaran ini,"
"Memang benar. Tapi untuk masalah penyerangan ini, sudah lama direncanakan oleh Raja Iblis Merah. Bahkan aku juga mendengar kabar bahwa mereka sudah membentuk sebuah aliansi tiga sekte aliran hitam terbesar yang diketuai oleh Raja Iblis Merah sendiri. Mereka dari dulu sudah ada niat ingin menguasai seluruh negeri kita ini. Dan tentang kematian istrinya, menurutku itu hanya penambah alasan kuat bagi kelompoknya untuk melakukan penyerangan," Shin Shui menjelaskan kepada Kaisar Wei dan penasihat Mu Ying.
"Hemmm … ucapanmu masuk akal pahlawan muda. Jika Raja Iblis Merah tidak berniat melakukan pemberontakan, untuk apa dia menyuruh orang-orang menyusup ke istana dan pura-pura sebagai abdi negara," kata penasihat Mu Ying.
"Ah kau benar pahlawan muda. Aku baru mengerti sekarang, lalu … apa yang harus kita lakukan?" tanya Kaisar Wei An.
"Kita juga harus membuat aliansi bersama bersama seluruh sekte besar aliran putih yang berdekatan dengan istana. Sebenarnya, sebelum aku kesini, aku sudah menyuruh tetua Yashou untuk mengirimkan surat kepada seluruh kepala tetua sekte besar. Kita akan melakukan rapat tepat ketika bulan purnama nanti. Karena itulah aku juga kesini untuk meminta izin dan juga mengajak kaisar untuk bergabung," kata Shin Shui.
__ADS_1
"Ide yang bagus pahlawan muda. Tentu aku akan ikut didalamnya. Karena ini semua juga demi kita, demi negara kita, demi tanah air kita,"
"Benar. Dan aku rasa, setelah rapat terlaksana, kita harus siap-siap. Karena aku merasakan bahwa pergerakan aliansi aliran hitam sebentar lagi akan dimulai," kata Shin Shui.
"Baik pahlawan muda. Kita bicarakan hal itu setelah semuanya berkumpul disini. Beristirahatlah disini selama menunggu para kepala tetua datang," kata Kaisar Wei An sedikit membujuk.
"Terimakasih kaisar," jawab Shin Shui dengan hormat.
###
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tepat sehari sebelum bulan purnama, semua kepala tetua sekte aliran putih terbesar sudah tiba diistana.
Sekarang, semua kepala tetua dari masing-masing sekte sudah berkumpul bersama Shin Shui dan juga kaisar. Mereka akan membahas tentang pembentukan aliansi.
Sekte yang hadir dalam rapat itu diantaranya sekte Pedang Emas, sekte Gunung Salju, sekte Teratai Putih, sekte Serigala Putih, sekte Bulan Perak, dan juga ada satu tambahan sekte, yaitu sekte Rajawali Merah.
Sekte Pedang Emas dipimpin oleh Yuan Shi dengan gelar Raja Seribu Pedang, sekte Gunung Salju dipimpin oleh Li Xu dengan gelar Kaisar Salju Putih, sekte Teratai Putih dipimpin oleh Ye Rou dengan gelar Dewi Teratai Putih, sekte Serigala Putih dipimpin oleh Ying Mengtian dengan gelar Kaisar Buas, dan Sekte Bulan Perak dipimpin oleh Xin Wu dengan gelar Penguasa Malam. Sedangkan sekte Rajawali Merah dipimpin oleh Huo Yun si Pangeran Rajawali.
Tidak ada perbedaan mencolok dari semua kepala tetua itu kecuali dari umur dan juga kekuatan mereka yang lebih mengerikan.
__ADS_1
Semuanya hadir seorang diri tanpa diiringi oleh anggota lainnya. Mereka tidak ingin membuat kecurigaan bagi musuh yang mungkin bisa saja melihat.