
Melihat hal tersebut tentu saja Dewa Es Sesat marah bukan main, lalu dia menyuruh kepada seluruh muridnya untuk menyerang Shin Shui.
"Semuanya, serang pendekar sombong itu dan kepung dia …" kata Dewa Es Sesat menyuruh kepada semua murid.
Murid dari Perguruan Tapak Es yang tak kurang berjumlah dua puluh lima orang segera mengepung Shin Shui sambil memegang senjatanya masing-masing.
Tapi selanjutnya, sesuatu diluar dugaan Dewa Es Sesat terjadi. Tiba-tiba tak kurang ada lima belas para pendekar yang dengan gerakan cepat lalu melompat ke mimbar dan menghadapi para murid yang akan menyerang Shin Shui.
Shin Shui pun cukup kaget, memang dia sudah memperkirakan akan hal ini. Tapi sungguh tidak disangka jika para pendekar bergerak secata bersamaan seperti halnya diberi perintah.
Para murid itu kira-kira tingkat pelatihannya berada pada tingkatan Pendekar Langit dan Surgawi tahap tiga. Sedangkan para pendekar sendiri berada pada tahapan Pendekar Surgawi tahap empat. Kalah jumlah bukan berarti kalah dalam segi kekuatan.
Amarah Dewa Es Sesat semakin memuncak melihat semua ini. Tidak pernah terlintas dibenaknya bahwa pendekar yang selama ini tunduk dan takut padanya akan bertindak seberani ini.
Kadang seseorang yang selalu diam itu bukan berarti takut dan tidak berani. Ada kalanya seseorang diam memiliki alasan lain yang lebih kuat lagi. Seperti halnya para pendekar ini.
Mereka diam karena menyadari kekuatannya jauh dibawah Dewa Es Sesat. Bahkan berjuang pun percuma saja, karena tak jauh berbeda dengan mengantar nyawa. Tapi saat ada seorang yang berani menantang Dewa Es Sesat, tentu saja mereka takkan berdiam diri lagi.
Karena sesungguhnya yang mereka takuti bukanlah karena banyaknya para murid. Melainkan karena Dewa Es Sesat sendiri.
"Pendekar muda, kau urus saja Dewa Es Sesat. Sisanya serahkan kepada kami. Biarkan kami sendiri yang akan menghabisi tikus-tikus ini," kata salahsatu pendekar yang turut andil.
"Baiklah, terimakasih paman," kata Shin Shui sambil tersenyum hangat.
Tanpa membuang waktu lagi, pemuda biru itu melesat menyerang Dewa Es Sesat. Dia langsung mengeluarkan tenaga dalamnya dengan jumlah besar lalu mulai memberikan pukulan.
__ADS_1
Dewa Es Sesat sendiri yang sudah siap daritadi tentunya bisa dengan mudah menahan semua serangan Shin Shui. Pertarungan kedua pendekar tingkat tinggi pun dimulai.
Di sisi lain, para pendekar yang membantu pun sudah memulai pertarungan mereka. Sebagian ada yang melawan dua murid dari Perguruan Tapak Es sekaligus, sedangkan sisanya melawan satu-persatu.
Tapi ini bukanlah hal yang berarti. Mereka percaya bisa melawannya meskipun mungkin akan cukup memakan waktu.
Para pendekar sudah bertarung dengan sengit melawan murid Perguruan Tapak Es. Mereka mengerahkan seluruh kemampuannya dan melampiaskan kekesalannya yang selama ini dipendam.
Suara teriakan para pendekar untuk menggertak lawan dan suara beradunya senjata mulai terdengar nyaring ditelinga. Hari yang harusnya dibanggakan oleh Perguruan Tapak Es, kini akan menjadi sebuah awal dari tragedi.
Para murid awalnya bisa melawan lawannya masing-masing, tapi karena tingkat pelatihan mereka berada dibawah lawan, perlahan mereka pun mulai terpojok.
Sedangkan para pendekar sendiri terus menyerang tanpa memberikan jeda, serangan bertubi-tubi terus saja datang. Bahkan kesemua pendekar itu sudah mengeluarkan dan menyalurkan tenaga dalamnya ke senjata masing-masing.
Sehingga serangan bertubi-tubi yang mereka lancarkan pun menjadi lebih kuat lagi. Sinar-sinar dari kilatan senjata mulai menyilaukan mata semua orang.
Di sisi lain, pertarungan Shin Shui melawan Dewa Es Sesat tak kalah hebat. Keduanya sudah bertukar puluhan jurus dan serangan. Tapi mereka masih bisa menerima dan menangkis masing-masing serangan lawannya.
Karena pertarungan mereka lebih dahsyat, Shin Shui lalu menggiring Dewa Es Sesat kebawah dan mengambil lapangan kosong supaya bisa lebih leluasa lagi dalam pertarungannya.
Para warga yang menyaksikan pertempuran ini pun tegang, mereka sangat berharap bahwa Shin Shui dan yang lainnya bisa memenagkan pertempuran ini. Karena jika kalah, maka pupus sudah harapan untuk bisa keluar dari tempat itu.
Karena bukan tidak mungkin bahwa pihak Perguruan Tapak Es akan membunuh mereka semua.
Kini Shin Shui dan Dewa Es Sesat sudah kembali mulai bertarung. Keduanya sekarang bisa lebih leluasa lagi, karena selain tempatnya cukup luas, para warga pun tidak ada yang berani mendekati keduanya.
__ADS_1
Sedangkan para pendekar yang membantu, sekarang mereka sudah mulai berhasi melumpahkan para murid Perguruan Tapak Es. Bahkan sebagian dari mereka ada yang sudah berhasil membunuhnya.
Jumlah murid yang tersisa saat ini tak lebih dari sepuluh orang saja. Sedangkan para pendekar sendiri masih utuh, tidak ada yang sampai tewas. Hanya saja ada beberapa luka pada tubuh mereka.
Tapi tentunya luka itu sudah terbayarkan oleh nyawa murid Perguruan Tapak Es. Mereka mulai lelah dan tenaga dalam yang tersisa pun tinggal sedikit.
Sehingga kesemua pendekar itu memutuskan untuk mengeluarkan jurus andalan yang mereka miliki.
Angin tiba-tiba berderu agak kencang. Daun-daun beterbangan. Udara terasa sesak karena semua pendekar mengeluarkan jurus andalan secara bersamaan.
Tiba-tiba saja, muncul berbagai macam energi dengan bentuk dan warna yang berbeda pula. Semua energi itu dengan sangat cepat menyerang ke arah semua murid Perguruan Tapak Es.
Para murid yang sudah dalam kondisi terluka parah dan tidak siap, mereka tak bisa melakukan apa-apa lagi. Sehingga beberapa tarikan nafas kemudian, satu-persatu para murid itu tewas dengan kondisi yang berbeda-beda.
"Ahhh …"
"Ahhh …"
Teriakan kesakitan saat meregang nyawa terdengar mengerikan. Para murid itu ada yang tewas dengan luka diperut, pembuluh darah yang pecah. Dan ada juga yang tewas tanpa kepala. Mengenaskan.
Akhirnya kesemua pendekar itu bosa bernafas lega karena sudah menyelesaikan pertarungannya masing-masing. Mereka segera berkumpul untuk saling membantu dan mengobati satu sama lain.
Sorak sorai para warga yang hadir disana pun terdengar. Sekarang pemandangan yang terlihat disana hanyalah mayat dari para murid Perguruan Tapak Es.
Setelah masing-masing pendekar selesai diobati, semua orang kini mengalihkan pandangan dan langsung terfokus kepada pertarungan antara Shin Shui dan Dewa Es Sesat yang kini sedang bertarung lebih sengit dan lebih dahsyat daripada sebelumnya.
__ADS_1
Shin Shui terus menyerang tanpa henti, pukulan dan tendangan terus berdatangan sehingga Dewa Es Sesat harus benar-benar fokus dibuatnya. Sebenarnya dia sudah tahu bahwa para muridnya telah tewas, tapi apa mau dikata? Tidak ada yang bisa dia lakukan selain terus menghadapi Shin Shui.