
Shin Shui kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh kedua siluman kera tersebut. Karena hingga saat ini, pemuda biru itu tidak merasakan adanya serangan yang datang.
Tapi kebingungannya segera terjawab ketika Shin Shui merasakan tanah pijakannya bergetar hebat dan tiba-tiba, dua buah energi pukulan dahsyat menghantam dagu dan tenggorokannya dengan dahsyat.
Pukulan itu bahkan membuat Shin Shui terpental ke atas dengan kecepatan tinggi dan tubuh melengking. Dia sungguh tidak menyangka bahwa kekuatan kedua siluman kera begitu mengerikan.
Bahkan rasanya lebih sulit daripada menghadapi Dewa Es Sesat. Apalagi kedua siluman tersebut tahapan pelatihannya setara dengan Shin Shui.
Setelah cukup tinggi, pemuda biru itu pun kembali turun dengan sangat cepat dan kepala berada di posisi bawah. Belum sempat menyentuh tanah, kedua siluman kera kembali menyerangnya dengan tendangan dari kanan dan kiri.
Akibatnya adalah kedua tendangan itu berhasil menghantam dada san juga punggung Shin Shui sehingga dia langsung muntah darah cukup banyak.
"Ahhh …" Shin Shui mengeluh perlahan.
Semakin lama, ternyata kedua siluman kera semakin menyerangnya dengan lebih kuat dan benar-benar berniat untuk membunuh dirinya.
Shin Shui mulai marah karena hal ini. Jika terus dibiarkan, maka pasti dia sendiri akan tewas oleh kedua siluman tersebut. Sungguh menyedihkan jika dia sampai tewas ditangan siluman.
Tiba-tiba langit mendung. Matahari mulai tertutup oleh awan kelabu. Deru angin kencang mulai menerpa seluruh tempat itu. Pohon-pohon menari dengan kacau.
Shin Shui perlahan mencoba untuk berdiri dengan benar. Matanya sudah menggambarkan amarah yang meluap kepada kedua siluman kera.
"Kalian yang memaksaku untuk melakukan tindakan yang lebih kejam. Bersiaplah untuk menerima jurusku siluman yang keras kepala …" kata Shin Shui dengan suara yang cukup membuat bulu kuduk berdiri.
"Pusaran Badai Halilintar …"
"WUSHH …"
"DUARR …"
Tiba-tiba halilintar menyambar tepat didepan Shin Shui lalu membentuk sebuah pusaran yang cukup besar. Pusaran yang mengandung energi halilintar yang dahsyat itu terus berputar demikian cepatnya.
Kedua siluman kera itu cukup kaget karena melihat hal ini. Mereka pun kemudian melompat ke tengah dan kini sudah berdiri bersama.
__ADS_1
Mereka lalu membentuk sebuah perisai yang mirip dengan api berkobar. Perisai itu menutupi seluruh tempat sekitar mereka.
"Perisai Kera Iblis …"
Di sisi lain, jurus "Pusaran Badai Halilintar" milik Shin Shui sudah melesat menuju ke arah mereka dengan sangat cepat. Tak lama kedua jurus itu pun beradu.
"WUSHH …"
"DUARR …"
Ledakkan keras dan cahaya putih keemasan membentuk sebuah bola dan langsung meledak. Tempat sekitar arena pertarungan kembali bergetar. Namun kali ini lebih hebat beberapa kali lipat.
Pohon-pohon tercabut dari akarnya. Batu-batu besar sebagian ada yang hancur. Sedangkan nasib kedua siluman kera, sungguh mengkhawatirkan.
Keduanya terpental ke belakang dan menabrak dinding goa hingga sebagian hancur. Siluman kera memuntahkan darah berwarna merah agak kehitaman.
Mereka tak dapat melawan karena saat ini kedua tubuhnya sudah sangat lemah dan tak bisa digerakkan. Keduanya hanya bisa menahan rasa sakir yang sekarang mulai menyerang seluruh tubuhnya.
Melihat ini, Shin Shui pun perlahan mendekat ke arah kedua siluman kera. Aura berwarna biru yang tadi menyelimuti seluruh tubuhnya sudah lenyap. Suasana pun kembali normal dan langit kembali cerah.
"Hemmm … tadi kalian sangat nafsu ingin membunuhku. Sekarang saat kalian sudah tahu siapa aku, baru memohon agar jangan dibunuh," kata Shin Shui sambil menatap tajam keduanya.
Tiba-tiba saja phoenix biru terbang dan bertengger kembali pada pundak Shin Shui. Kemudia burung legenda itu pun menatap tajam kedua siluman kera.
"Siluman kakak beradik yang malang. Aku kira kalian sudah bisa membedakan mana yang kuat dan mana yang lemah karena kalian berumur sangat panjang. Tapi ternyata, sifat kalian masih sama seperti dahulu. Selalu menganggap rendah yang lain," kata phoenix biru.
Mendengar ucapan phoenix biru, siluman kera yang ternyata merupakan kakak beradik itu pun kaget bukan main. Bagaimana burung itu bisa bicara dan mengetahui siapa dirinya? Siapa sebenarnya phoenix biru itu? Pikir siluman kera.
"Kenapa kalian kaget? Aku tahu kalian siapa. Tapi kalian tentu tidak tahu siapa aku. Perkenalkan, akulah hewan peliharaan Kaisar Petir. Akulah yang dikenal sebagai phoenix biru yang selalu setia padanya. Aku yakin kalian pun mengenal siapa itu Kaisar Petir, karena aku juga tahu betul bahwa kalian sudah ada sejak zaman dahulu,"
"Deggg …"
Kedua siluman kera semakin kaget. Jantungnya berpacu dengan kencang. Apalagi ketika mendengar siapa phoenix biru dan siapa pemiliknya. Tiba-tiba saja kedua kera itu memohon ampun kepada Shin Shui dan juga phoenix biru.
__ADS_1
Tentu saja keduanya tahu siapa itu Kaisar Petir, karena memang mereka sudah ada dari zaman dahulu kala. Itulah sebabnya kenapa kedua siluman kera bisa memiliki kekuatan mengerikan, pastinya karena mereka sudah berumur panjang dan sudah bertarung entah berapa banyaknya.
"Tolong maafkan kami. Kami sungguh tidak tahu siapa kalian sebelumnya. Andai dari awal memperkenalkan diri, tentu kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Sekali lagi, tolong maafkan kami. Kami akan menuruti semua kemuan kalian asalkan jangan bunuh kami," kata siluman kera memohon ampunan dengan raut wajah yang menyedihkan.
Bukan hanya siluman kera saja yang kaget, bahkan Shin Shui pun ikut kaget setelah mengetahui siapa mereka. Terlebih lagi dia sungguh tidak menyangka bahwa keduanya sudah berumur demikian panjang.
"Aku akan memaafkan kalian berdua, tapi dengan satu syarat …" kata Shin Shui.
"A-pa itu tuan muda …"
"Kalian harus menjadi peliharaanku dan membantu perjuanganku untuk menciptakan perdamaian," kata Shin Shui.
"Ta-tapi …"
"Jangan khawatir. Aku pasti akan merawat kalian dengan baik, itu pun jika kalian mau. Jika tidak, maka terpaksa kalian takkan bisa melihat matahari besok," kata Shin Shui dengan tatapan tajam.
Shin Shui bernegosiasi seperti itu bukanlah tanpa alasan. Melainkan dia berfikir bahwa jika kedua siluman kera setuju dengan syaratnya, itu tandanya Shin Shui akan memiliki kekuatan lagi untuk membantu menghadapi era kekacauan.
Kedua siluman kera saling berpandangan. Mereka seperti menimbang pilihan apa yang akan dipilih.
"Baiklah. Kami bersedia, kami akan menjadi hewan peliharaan tuan muda," ucapnya.
"Benarkah?"
"Tentu. Asal tuan muda bisa menjamin untuk makanan kami, karena kami tidak memakan buah. Melainkan daging," katanya.
"Tenang saja. Itu bukanlah masalah, aku pasti akan memberikan daging untuk kalian. Tapi jika sesuatu yang aku cari ada disini, kalian berjagalah dan cari makanan kalian selama aku disini," kata Shin Shui.
Kedua kera itupun mengangguk setuju. Bagi mereka ini adalah pilihan terbaik jika memang majikan barunya bisa memberikan daging untuk keduanya. Setelah keduanya sepakat, Shin Shui pun lalu mengobati kedua siluman kakak beradik itu.
###
Jika romantis di novel ini agak kurang mohon maaf ya. Tadinya memang author ingin mengurangi adegan romantis karena demi fokus kepada alur utama. Jadi adegan romantis hanyalah sebagai penguat saja.
__ADS_1
Tapi di novel yang akan datang in shaa allah banyak romantisnya. Doakan semoga novel berikutnya bisa lebih baik🙏
Minal aidzin walfaidzin🙏