Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Perang Besar X: Jurus Yang Menggetarkan Langit Dan Bumi


__ADS_3

Kali ini Raja Iblis Merah menyerang lebih dulu, dia melesat bahkan lebih cepat daripada kecepatan Shin Shui sendiri.


Raja Iblis Merah mulai memberikan serangan pukulan beruntun kepada Shin Shui, tapi pemuda biru itu masih bisa menahan serangan lawan dengan tangkas.


Hujan pukulan dan tendangan yang diberikan Raja Iblis Merah lebih kuat daripada tadi. Tapi Shin Shui juga lebih kuat, jadi dia bisa dengan mudah menahan atau menghindari semua serangan itu.


Keduanya kini sudah dikurung dalam dua sinar yang keluar dari setiap serangannya masing-masing. Pertarungan semakin berjalan seru sekaligus menegangkan. Pertarungan ini bisa disebut sebagai pertarungan antara hidup dan mati.


Raja Iblis Merah sudah hampir mengeluarkan seluruh kekuatannya. Perlahan tapi pasti, Shin Shui mulai merasa kerepotan karena tangannya bergetar hebat ketika dipaksa untuk terus beradu dengan pemimpin besar aliran hitam itu.


Tangan Raja Iblis Merah akan memukul ke bagian leher Shin Shui, dengan sigap pemuda biru itu menggeser kepalanya ke samping kanan.


Tapi ternyata itu hanyalah tipuan, karena yang benar adalah sebuah pukulan dari tangan kiri yang menghantam ulu hati dengan telak.


"Ughh …"


Shin Shui terpental ke belakang hingga empat tombak. Dia memegangi ulu hatinya yang terasa ngilu. Dengan cepat pemuda biru itu mengatur nafasnya kembali.


"Langkah Dewa Halilintar … Bumi Gelap Langit Kelam … Tapak Pengguncang Cakrawala …"


"WUSHH …"


Shin Shui hilang. Seluruh langit dan bumi terasa sangat gelap dimata Raja Iblis Merah. Hawa keberadaan lawannya itu mendadak lenyap dan sama sekali tidak bisa dirasakan oleh Raja Iblis Merah. Tanah bahkan bergetar hebat.


"BUKK …"


"Ahhh …"


Sebuah serangan yang entah darimana datangnya menghantam dada kiri Raja Iblis Merah. Suasana kembali terang. Tapi keadaan berbeda.


Tepat pada dada kiri pemimpin besar itu, terdapat bekas telapak tangan yang sudah menghitam. Bahkan sedikit mengeluarkan asap putih tipis.


"Keparat … rasakan ini …"


"Tiga Badai Pasir Hitam … Tangan Dewa Iblis …"


Dua buah jurus yang menggetarkan jiwa keluar. Dari atas langit ada sebuah tangan hitam yang sudah siap untuk menindih Shin Shui. Dari depan, ada tiga buah badai pasir bercampur asap hitam tebal.

__ADS_1


Kedua jurus sudah siap melepaskan nyawa lawan, jurus yang dahsyat, sekaligus mengerikan.


"Badai Halilintar … Kehidupan Tanpa Cahaya … Tapak Amarah Dewa …"


"DUARR …"


Halilintar menyambar tiga kali. Tiba-tiba suasana menjadi gelap kembali. Jika tadi hanya gelap tapi masih terdengar suara pertempuran yang lain, sekarang Raja Iblis Merah benar-benar tidak bisa merasakan apa-apa.


Tapi dia masih tetap tenang. Dia masih yakin pada dirinya sendiri. Tanah tempatnya berpijak bergetar. Tanpa bisa dia ketahui apa yang saat ini sedang terjadi, hanya Shin Shui saja yang tahu karena dia pengguna jurusnya.


Inilah jurus-jurus Kitab Bayangan tertinggi. Yaitu bisa membuat lawan seperti buta dan tuli. Membuat jiwa lawan terguncang, sehingga si pengguna bisa dengan mudah membunuhnya. Dengan catatan bahwa si pengguna bisa membunuh lawan.


Kedua badai bertemu. Kedua tapak pun beradu. Empat jurus itu saling hantam satu sama-lainnya. Tanah bergetar lagi, bahkan terasa hingga ke medan perang yang lain.


Terlihat mereka yang sedang bertarung pun berhenti sesaat karena merasa tanah seperti marah. Bagaikan gempa bumi. Mereka lalu menengok ke tempat pertarungan Shin Shui, tapi tidak ada yang bisa mereka lihat kecuali gelap gulita.


"Ahhh …"


"Ughhh …"


Shin Shui dan Raja Iblis Merah sama-sama terpental hingga menabrak dinding transparan. Bahkan hingga retak karena saking kencangnya luncuran tubuh mereka berdua.


"ARGHH …" Shin Shui berteriak dengan sangat keras.


"**Dewa Halilintar Mengguncang Semesta …"


"Tapak Bumi Penghancur Langit …"


"Bayangan Sayap Amarah Dewa …"


"*ROARRR*** …"


Bumi bergetar mengeluarkan suara bergemuruh. Lalu tanah menyembul dan membantingkan semua orang yang tidak bisa menguasai dirinya sendiri.


Langit gelap gulita. Halilintar menyambar Shin Shui tiada hentinya. Suaranya yang menggelegar bagaikan hari akhir. Kondisi Shin Shui sudah tidak layak disebut manusia.


Dibelakang ada empat sayap yang sangat lebar. Dibagian atas ada dua sayap berwarna biru dengan kilatan halilintar. Dibawahnya ada dua sayap berwarna hitam yang mengeluarkan asap hitam pekat.

__ADS_1


Matanya sebelah kanan biru, sebelah kiri hitam. Tidak sedikitpun yang memperlihatkan tubuh Shin Shui. Semuanya tertutup oleh energi yang mengerikan. Dinding transparan yang sangat kuat hancur.


Para musuh-musuhnya tewas satu-persatu entah bagaimana caranya. Semuanya yang selamat menyingkir sejauh mungkin. Mereka tak ingin mati konyol oleh gelombang energi 'monster'.


Tidak ada yang berani bicara. Semuanya hanya mampu terpana, melongo, dengan mata yang terbelalak. Semua perasaan bercampur aduk, senang, sedih, khawatir, semuanya bertumpuk menjadi satu dalam benak mereka.


Jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta adalah sebuah jurus terakhir dari Kitab Halilintar. Dengan jurus inilah Shin Shui bisa menghancurkan sekte Tengkorak Hitam dulu. Sebuah sekte kelas menengah.


Satu jurus terakhir dari kitab pusaka tanpa tanding saja bisa menghancurkan sebuah sekte menengah. Apalagi jika tiga jurus seperti ini? Tanah dan batu secara perlahan terangkat dan terbang ke segala arah.


"Anak ini ternyata memiliki kitab pusaka tanpa tanding itu. Bagus, dia masih belum tahap sempurna. Dia bisa mengeluarkan secara bersamaan karena sedang dilanda emosi, kekuatannya masih dibawahku. Masih ada harapan bagiku … hahaha," gumam Raja Iblis Merah tertawa lantang.


Tak mau kalah, Raja Iblis Merah pun mengumpulkan semua kekuatannya. Tubuhnya mengepulkan asap merah yang dahsyat. Matanya merah menyala, julukan Raja Iblis Merah sepertinya memang tepat. Dia benar-benar mirip iblis.


"**Tiga Amarah Dewa Iblis …"


"Iblis Pasir Neraka Bersatu Dengan Iblis Merah …"


"*ROARR*** …"


Entah bagaimana caranya bisa terjadi, tapi tiba-tiba saja Raja Iblis Merah ada tiga. Bahkan kekuatan ketiganya pun setara.


Ketiga iblis itu berwarna merah darah. Seluruh tubuh mereka diselimuti oleh pasir juga. Pasir yang takkan mempan senjata apapun jika tingkatan penyerang berada dibawahnya.


Itulah dua jurus tingkatan kedua dari masing-masing kitab pusaka tanpa tanding yang dimiliki oleh Raja Iblis Merah. Seharusnya dia bisa kalah oleh Shin Shui, karena tingkatan jurusnya beda tingkat.


Tapi seperti yang diceritakan sebelum tentang siapa itu Raja Iblis Merah. Dalam petarungan hidup dan mati, bukan saja jurus yang jadi penentu.


Penglaman bertarung, kesempurnaan menguasi jurus, dan kesempurnaan mengolah tenaga dalam dan tenaga sejati pun patut diperhitungkan. Hanya mereka yang berpengalaman saja yang faham akan hal ini.


'Yang faham sekilas apalagi tidak meresapi pastinya takkan faham. Bahkam bisa menyebut bahwa semua ini tidak masuk akal. Tapi begitulah kenyataannya.'


Dua pemimpin besar dengan dengan jurus tertinggi mereka sudah siap mengadu nyawa. Semua orang tidak ada yang berani melanjutkan pertarungan mereka, semuanya diam bagaikan patung.


###


Mohon maaf agak telat upnya. Semalam ada urusan sampai larut malam. Jadi tidak sempat up🙏

__ADS_1


Semoga terhibur☕


__ADS_2