
Tak terasa acara pesta pernikahan Shin Shui sudah berakhir. Perlahan semua orang pergi meninggalkan sekte Bukit Halilintar. Mereka pulang dengan membawa rasa bahagia yang teramat sangat.
Waktu yang dimimpikan semua orang tercapai. Yaitu sebuah kedamaian. Tugas Shin Shui dari guru dan kedua orang tuanya sudah dilaksanakan dengan sangat baik.
Perjuangan keringat, darah dan air matanya terbayar oleh kebahagiaan yang sangat dicita-citakan. Proses yang sangat berat dan sangat panjang membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Tentunya semua ini bisa dicapai karena adanya pengorbanan. Baik jiwa maupun raga. Shin Shui berhasil mencapai puncak kesuksesan karena usahanya sendiri. Karena kerja kerasnya. Karena perjuangannya.
Semuanya terbayar. Semuanya tergantikan.
Semua hal yang ada di dunia ini takkan bisa dicapai dan diraih jika tidak ada yang namanya perjuangan. Apapun itu pasti butuh perjuangan dan pengorbanan. Kau ingin makan pun butuh perjuangan dan pengorbanan.
Tidak ada yang instan. Semuanya butuh proses. Semakin jauh tujuanmu, semakin panjang prosesnya. Semakin besar cita-cita yang ingin diraih, maka semakin besar badai rintangan yang harus kau hadapi.
Tidak ada sesuatu yang tidak butuh pengorbanan. Tidak ada suatu kesuksesan yang tidak memerlukan perjuangan.
Kau pikir para "kupu-kupu malam" itu tidak butuh pengorbanan seperti yang dikatakan kebanyakan orang? Kau salah besar jika setuju akan hal itu. Kau tahu? Perjuangan mereka justru sangat besar. Mereka harus berjuang melawan kehendak batinnya hanya karena sebuah keadaan.
Jika keadaan yang tidak memaksa dan jalan pemikiran tidak buntu, apakah kau pikir bahwa mereka mau menjadi "kupu-kupu malam"? Jawabannya pasti tidak. Siapapun tidak akan mau jika bukan karena keadaan.
Jalani hidup ini dengan perjuangan. Jika kau tak mau berjuang, apa gunanya kau hidup? Kau pikir yang butuh perjuangan hanya manusia? Tidak. Semua yang hidup dibumi, pasti haruslah berjuang.
Jangan memikirkan hasil yang akan kau dapatkan nanti. Tuhan memiliki rencana yang tidak kau ketahui. Kau masih ingat siapa itu Shin Shui? Bagaimana kisah hidupnya? Kau pikir dia hidup enak? Tidak. Bahkan sangat tidak enak.
Dia berjuang dan berkorban. Hingga pada akhirnya dia berhasil mencapai puncak perjuangannya. Apa kuncinya? Pantang menyerah. Itulah kunci utamanya.
__ADS_1
###
Saat ini sudah malam hari, rembulan bersinar sempurna. Bintang berkelip bertaburan diatas sana. Suasana yang damai ini sangat dimimpikan semua orang.
Disebuah kamar yang dihias dengan mewah, pasangan muda-mudi yang berbahagia itu sedang duduk saling pandang.
"Shushi, aku tidak menyangka kau benar-benar menikahiku," kata Yu. Mei mengawali pembicaraan.
"Aku lebih tidak menyangka kau mau jadi istriku," jawab Shin Shui sambil tersenyum lembut.
"Jika keluargaku ada, pasti mereka sangat senang melihatku," tutur Yun Mei.
"Begitupun denganku Mei'er. Sudahlah, aku yakin mereka sudah bahagia disana. Dan aku yakin mereka juga melihat kita dengan cara mereka sendiri. Jangan bersedih, ini hari kebahagiaan kita," ucap Shin Shui memegang kedua tangan lembut Yun Mei.
"Kau bemar," jawab Yun Mei sambil menggerakan kepalanya dan menyender pada dada bidang Shin Shui.
Yun Mei tidak mau melepaskan pelukannya, semakin lama semakin dalam. Semakin hangat dan nyaman juga perasaan Shin Shui.
Pemuda biru itu mengangkat istrinya dengan lembut lalu kemudian membaringkannya di kasur yang indah itu.
Alam seketika membisu. Bulan tertutup awan, seolah mereka tidak ingin mengganggu waktu keduanya.
Shin Shui mulai memanjakan Yun Mei dengan kecupan lembut nan mesra. Keningnya, pipinya, lehernya, semuanya dia kecup dengan perasaan cinta kasih.
Yun Mei sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa merasakan sebuah kenikmatan yang belum dia rasakan selama ini.
__ADS_1
Ada gelora yang mulai membakar jiwanya. Darahnya seolah mengalir semakin cepat. Mulutnya mulai mengeluarkan desahan lembut atas apa yang dilakukan oleh Shin Shui.
Semakin lama, Shin Shui semakin memanjakannya. Pakaian mereka mulai dibuka sehelai demi sehelai.
Tubuh yang mulus padat dengan buah d**a yang kencang, membuat Shin Shui semakin terpana. Dia mulai memainkannya. Semakin lama semakin mesra, hingga pada akhirnya mereka mencapai kepada titik utama.
Perlahan tapi pasti, kedua pasangan itu mulai menyelami lautan kenikmatan. Keduanya merasakan kebahagiaan yang tiada banding. Desahan lembut dan manja terus keluar dari bibir Yun Mei yang indah itu.
Membuat Shin Shui semakin bergairah. Mereka berada dalam lautan kenikmatan itu cukup lama. Hingga pada akhirnya, keduanya mencapai samudera puncak kenikmatan.
Keringat membasahi tubuh mereka. Keduanya kelelahan, tapi juga merasakan kehangatan. Shin Shui dan Yun Mei perlahan tertidur masih dalam kondisi tanpa busana. Bahkan keduanya masih bercumbu hingga pergi ke alam mimpi.
###
Satu tahun sudah berlalu. Selama setahun itu, kehidupan kekaisaran Wei masih aman tentram dan damai tanpa masalah berarti.
Keadaan sekte Bukit Halilintar semakin berkembang pesat. Sekte ini pun semakin megah dan mewah. Kebahagiaan selalu terpancar pada wajahnya mereka.
Pasalnya, Shin Shui dan Yun Mei sudah dikaruniai seorang putera. Perpaduan antara tampan dan cantik. Putera pertama mereka sangat mirip dengan ayah dan ibunya.
Gagah seperti Shin Shui, dan putih lembut seperti Yun Mei. Bibirnya mirip ibunya, matanya mirip ayahnya.
Kelahiran putera mereka ini tentunya disambut rasa bahagia oleh semua orang. Meskipun masih bayi, tapi sifat pendekar seperti ayahnya sudah terlihat.
Shin Shui dan Yun Mei semakin berbahagia atas kelahiran anak pertama mereka ini. Yah bahagia, kebahagiaan yang didambakan bagi semua orang yang sudah menikah.
__ADS_1
Kelak suatu saat nanti, tentu anaknya itu akan menjadi sosok pria tangguh seperti ayahnya yang dikenal semua orang dengan gelar Pendekar Halilintar.
**TAMAT**