Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Perang Besar VIII: Terpojok-Datangnya Bala Bantuan


__ADS_3

"Aku tidak butuh pujianmu. Aku hanya ingin nyawamu," kata Shin Shui dengan tegas.


Pendekar Halilintar itu kembali menerjangnya dengan tendangan hebat. Kali ini dia berniat untuk mengeluarkan jurus-jurus yang sudah dia pelajari dari kitab pusaka tanpa tanding.


Raja Iblis Merah pun sedikit mulai serius. Karena dia sudah tahu bahwa pemuda yang kini bertarung dengannya bukanlah lawan yang mudah dikalahkan.


Raja Iblis Merah masih berada dalam posisi bertahan, dia ingin tahu sampai dimana kekuatan lawannya. Wajar, dia sudah banyak sekali melewati pertarungan hidup dan mati ketika masa kejayaannya dulu, jadi dia tahu apa yang harus dilakukan.


Kini Shin Shui lebih banyak menyerang dengan kedua tangannya. Tapi tidak mengepal, melainkan membentuk sebuah tapak.


Kedua tangan pemimpin itu kembali beradu, tapi kali ini berbeda hasilnya. Karena baik Shin Shui maupun Raja Iblis Merah merasakan betapa tangan mereka bergetar.


Shin Shui hampir mengeluarkan seluruh kemampuannya, tapi Raja Iblis Merah bahkan belum setengahnya.


"Tapak Penghancur Halilintar …"


"WUSHH …"


Serangan jarak jauh berupa tapak yang besar dipenuhi kilatan halilintar meluncur dengan cepat ke arah Raja Iblis Merah. Tapi dia masih tetap berdiri dengan santai.


"Pukulan Iblis Hitam …"


"DUARR …"


Shin Shui terhuyung tiga langkah ke belakang. Sedangkan Raja Iblis Merah hanya terhuyung dua langkah.


"Jika tidak mengeluarkan jurus yang lebih tinggi, aku pasti akan tewas dengan cepat" gumam Shin Shui.


Pemuda biru itu kalu mengambil sikap kuda-kuda. Matanya terpejam sesaat lalu kemudian dibuka kembali.


"Pusaran Badai Halilintar …"


"***WUSHH …"


"DUARR*** …"


Halilintar menyambar dengan keras satu kali. Sebuah pusaran pun tiba-tiba muncul didepan Shin Shui lalu bergerak menyapu ke arah Raja Iblis Merah.


"Hisapan Dewa Iblis …"


Pusaran badai halilintar melaju dengan kecepatan lebih tinggi. Tapi bukan untuk menyerang Raja Iblis Merah. Melainkan pusaran badai halilintar dihisap habis olehnya.


"Ti-tidak mungkin," Shin Shui membelalakan matanya. Jurus yang sanggup menghancurkan satu sekte kecil bisa ditahan dengan mudahnya? Apakah dia bukan manusia?


"WUSHH …"

__ADS_1


Tiba-tiba Raja Iblis Merah meniup lalu entah bagaimana caranya, tahu-tahu serangan yang dberikan Shin Shui berbalik arah. Jurus itu menyerang tuannya sendiri.


"DUARR …"


"Ahhh …"


Shin Shui terpental hingga menabrak dinding transparan. Dia tidak sempat menghindari jurusnya sendiri karea kecepatan melajunya lebih cepat dari yang bisa dia lakukan.


Pemuda biru itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Dadanya terasa sesak. Shin Shui buru-buru bangkit dan mengatur nafasnya.


Baru beberapa tarikan nafas, tiba-tiba dengan gerakan yang sukar dilihat mata, Raja Iblis Merah sudah ada dihadapannya.


Sebuah pukulan sudah mengarah kepada wajah Shin Shui, dengan cepat dia menghindarinya. Tak lama, lalu Raja Iblis Merah pun melancarkan sebuah jurus pukulan jarak dekat.


"Pukulan Peremuk Tubuh …"


"Ahhh …"


Shin Shui kembali terlempar jauh ke belakang. Tulang rusuknya terasa remuk, begitupun tulang lainnya.


"Tidak kusangka dia sekuat ini," gumam Shin Shui.


Belum sempat dia berdiri kembali, lagi-lagi Raja Iblis Merah sudah ada didepannya. Kepala tetua sekte Pemuja Iblis itu mencekik Shin Shui dengan keras hingga pemuda biru itu kesulitan untuk bernafas.


Di arena perang, pasukan aliansi besar aliran putih tersisa tak kurang dari tiga ribu pasukan saja. Sedangkan pasukan dari aliansi tiga sekte besar aliran hitam tersisa lima ribu pasukan.


Pasukan itu terus menggempur pasukan musuh dengan brutal. Dentingan senjata yang beradu menggema tiada hentinya. Satu persatu pasukan pun mulai tumbang.


Korban di pihak aliran putih bertambah banyak. Korban pada perang besar itu ibarat lima berbanding satu. Lima pasukan aliran putih yang tewas, berbanding dengan satu pasukan aliran hitam yang tewas.


Entah kenapa dan apa alasannya sehingga musuh menjadi terasa lebih kuat daripada tadi. Bahkan pertarungan para pendekar tingkat tinggi pun sama, jumlah korban lebih banyak di aliansi aliran putih.


Satu persatu pendekar tingkat tinggi dari aliansi besar aliran putih meregang nyawa dengan cara yang masing-masing berbeda. Ada yang tertusuk senjata, robek pada bagian dada, dan lain sebagainya.


Keadaan benar-benar sudah berbalik. Semakin lama, terihat musuh semakin unggul. Raja Iblis Merah yang memperhatikan hal ini disela pertarungannya dengan Shin Shui pun tersenyum puas.


"Caraku berhasil," gumamnya lirih.


Sebenarnya para pasukan aliansi sekte tiga besar aliran hitam bisa lebih kuat daripada sebelumnya adalah karena Raja Iblis Merah. Diam-diam sebelum petarungannya dengan Shin Shui, dia mengeluarkan sebuah jurus yang berbahaya sekaligus merepotkan.


Yaitu jurus "Pasukan Iblis Darah Suci …"


Jurus Pasukan Iblis Darah Suci merupakan sebuah jurus yang terkandung dalam Kitab Dewa Iblis. Dimana jurus ini merupakan jurus istimewa karena bisa memberikan sebuah kekuatan besar pada pasukan yang kita bawa.


Pasukan yang terkena jurus ini akan mendapatkan tambahan 'kekuatan' secara tidak sadar. Dan jalan utama untuk bisa mengalahkannya hanyalah diserang oleh mereka yang kepandaiannya diatas pasukan itu sendiri.

__ADS_1


Tapi bagaimana bisa melakukan hal itu jika semua orang sedang sibuk melawan lawannya masing-masing? Keadaan semakin genting.


Shin Shui pun merasa khawatir karena pasukannya semakin lama semakin berkurang. Hingga suatu ketika, terdengar teriakan orang-orang yang mulai berdatangan dari segala penjuru dengan jumlah lumayan banyak.


"Serang …"


Terdengar teriakan dari para pemimpin pasukan yang datang. Ternyata itu adalah bala bantuan yang datang tanpa diduga sama sekali oleh Shin Shui.


Kurang lebih dua ribu pasukan beserta para pendekar tingkat tinggi ada didalamnya. Bala bantuan yang datang itu berasal dari gabungan sekte yang sudah membereskan masalah di penjuru kota.


Selain itu juga, sebagian merupakan pasukan dari sekte Sumber Daya. Sebuah sekte aliran netral terbesar yang menjual segala kebutuhan para pendekar. Tidak disangka mereka akan datang membantu. Shin Shui pun sedikit dibuat kaget atas hal ini.


Tapi dia juga brsyukur karena kedatangan bala bantuan ini. Bahkan orang-orangnya dari sekte Bukit Halilintar juga ada disana.


Termasuk Yashou, San ong, Ong san, dan juga tiga murid Yashou serta anggotanya. Mereka semua bertarung dengan gagah berani. Teriakan demi teriakan terdengar tiada henti dari pihak lawan.


Shin Shui pun bersyukur sekali, sehingga dia bisa kembali melanjutkan pertarungan hidup dan matinya dengan tenang.


Hanya Raja Iblis Merah saja yang semakin memperlihatkan kemarahannya, bantuan ini seolah merupakan bencana baginya. Energi yang dia habiskan untuk menggunakan jurus Pasukan Iblis Darah Suci terbuang percuma.


Akibatnya, dia melampiaskan semua kemarahannya itu kepada Shin Shui. Raja Iblis Merah mulai menyerang Shin Shui kembali.


Tapi baik dari segi serangan, kecepatan, dan gerakannya jauh lebih mengerikan dua kali lipat daripada sebelumnya. Sepertinya dia sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Kini Shin Shui yang kembali pada posisi terpojok. Serangan Raja Iblis Merah beberapa kali mengenai tubuhnya. Luka-luka sudah terlukis pada seluruh tubuh Shin Shui. Meskipun itu hanya luka luar saja.


"Sapuan Badai Debu Hitam …"


"WUSHH …"


Debu tiba-tiba membentuk pusaran angin puyuh. Begitu hitam dan begitu dahsyat. 'Angin puyuh' itu lalu melesat menyerang Shin Shui.


"Perisai Halilintar …"


Sebuah dinding pelindung membentuk benteng tercipta didepannya.


"DUARR …"


Ledakan dahsyat terjadi ketika 'angin puyuh' itu mengenai benteng pelindungnya.


"Ahhh …"


Shin Shui terpental kembali hingga menabrak dinding transparan. Lagi-lagi Shin Shui memuntahkan darah segar. Dia terus memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.


"Tidak ada cara lain. Aku harus segera mengeluarkan jurus-jurus yang mampu mengguncangkan arena ini," gumam Shin Shui sambil mengusut darah yang terus keluar dari mulutnya.

__ADS_1


###


Terimakasih atau semua tanggapan para pembaca sekalian. In shaa allah author akan mempersembahkan yang terbaik🙏☕🍈


__ADS_2