Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kemarahan Raja Iblis Merah


__ADS_3

Sementara itu ditempat lain …


Pangeran Iblis yang sudah menderita luka dalam yang parah dan sambungan lututnya terlepas akibat bertarung dengan Shin Shui, kini dia sedang berlari terpincang-pincang.


Rasa sakitnya sudah tidak dipedulikan lagi. Bahkan dia rela disebut sebagai pengecut karena lari dari sebuah pertarungan, meskipun itu merupakan perbuatan yang hina, tapi apa boleh buat.


Pangeran Iblis masih ingin melihat dunia, jadi dia memutuskan untuk melakukan perbuatan hina itu. Saat ini Pangeran Iblis sedang berlari sekuat yang dia bisa.


Larinya tidak cepat karena memang pincang, ditambah tenaga dalamnya sudah dia paksakan untuk pelarian tadi. Sekarang pendekar itu hanya bisa berlari semampu tenaga luarnya saja.


Dia terus berlari meskipun jaraknya sudah cukup jauh dari sekte Bukit Halilintar. Dimana Pangeran Iblis terus menyusuri hutan yang ada disana.


Beberapa saat kemudian, timbulah rasa lelah. Keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya. Bagaikan orang yang sedang mandi keringat saja. Wajahnya sudah demikian pucat akibat terus menahan rasa sakit.


Bisa dibayangkan bagaimana ngilu dan sakitnya jika sambungan lututmu terlepas. Begitulah yang dirasakan oleh Pangeran Ibis saat ini.


Pendekar itu berhenti dibawah sebuah pohon yang rimbun dan besar. Keputusasaan sudah melanda, butuh beberapa hari untuk sampai ke tempat Raja Iblis Merah yang merupakan ayah kandungnya jika dalam keadaan seperti ini.


"Keparat!!! Awas saja nanti, akan aku balas penghinaan ini. Akan aku hancurkan kepalamu," kata Pangeran Iblis dengan sangat marah jika mengingat pertarungannya dengan Shin Shui.


Cukup lama juga dia istirahat dibawah pohon besar itu. Rasa marah, cemas, dan lain sebagainya menyerang hati pendekar itu. Sungguh, baru pertama kalinya dia melakukan hal sehina ini.

__ADS_1


Sekarang dia hanya bisa berharap akan adanya seseorang yang mau menolong dan mengantarkan dirinya pulang. Langit seolah merestui, tepat ketika dirinya berharap demikian, tiba-tiba ada sekelebat bayangan hitam yang menghampirinya.


"Ahhh … pangeran? Kau … kenapa kau bisa seperti ini? Apa yang sudah terjadi padamu pangeran? Siapa yang berani melakukannya. Biar aku bunuh orang yang sudah membuat pangeran seperti ini," kata seorang pria serba hitam yang baru datang.


"Ceritanya panjang paman. Sekarang antarkan saja aku pulang, aku sudah tidak kuat lagi," ucap Pangeran Iblis.


"Baik pangeran. Mari, biarkan aku menggendong pangeran," kata pria yang nampak berumur lima puluh tahun tersebut.


Keduanya pun lalu pergi dari hutan tersebut. Ternyata dia adalah bawahan Raja Iblis Merah. Namanya adalah Lu Man, seorang pendekar aliran hitam yang berasal dari sekte Pemuja Iblis.


Sebelumnya dia memang diperintahkan oleh Raja Iblis Merah sendiri untuk menyusul anak semata wayangnya ketika dia mengetahui bahwa anaknya itu melakukan penyerangan bersama yang lainnya.


Tapi sayang, Lu Man terlambat untuk membantu anak majikannya. Sehingga dia merasa sangat marah sekali saat melihat Pangeran Iblis menderita luka yang sangat parah.


Sepanjang perjalanan Pangeran Iblis tidak bicara sepatah kata pun. Ternyata dia pingsan semenjak tak lama digendong oleh Lu Man.


Tak perlu lama baginya untuk mencapai tujuan, kini Lu Man sudah tiba didepan sebuah gerbang yang menjadi pintu masuk sebuah bangunan besar.


Bangunan besar itu berada ditengah-tengah sebuah hutan yang bernama Hutan Sesat. Karena siapapun yang memasukinya akan dibuat tersesat, kecuali mereka yang sealiran dengan Raja Iblis Merah.


Penjaga langsung membukakan gerbangnya ketika mengetahui siapa yang datang itu. Tanpa banyak bicara Lu Man pun langsung masuk kemudian menghadap kepada Raja Iblis Merah.

__ADS_1


Lu Man sudah memasuki sebuah ruangan yang besar dan sangat megah. Seluruh ruangannya dipenuhi ornamen-ornamen mewah. Tapi sayang, banyak lukisan-lukisan yang menyeramkan dan mirip seperti iblis.


Dia terus berjalan hingga tiba di sebuah ruangan khusus. Disana sudah duduk seseorang berwajah sangar dengan memakai pakaian merah darah sedang duduk diatas kursi mewahnya.


Dialah sang Raja Iblis. Bisa dibilang dialah yang menjadi dalang semua kekacauan yang terjadi. Seorang tokoh besar aliran hitam yang sudah mencapai tingkatan Pendekar Dewa tahap tujuh akhir.


Bahkan kekuatannya bisa dibilang lebih kuat daripada pendekar yang mungkin setingkat dengannya. Selain menguasai kitab pusaka tanpa tanding, yaitu Kitab Dewa Iblis, dia juga menguasi kitab-kitab lainnya yang tak kalah hebat karena merupakan kitab sesat.


Bisa dibilang dialah pendekar terkuat di kekaisaran Wei saat ini. Karena memang hanya dia saja yang berumur sangat panjang. Dimana Raja Iblis merah merupakan satu generasi dengan Lao Yi dan Yashou sendiri. Tapi sayang, kekuatan Yashou masih sangat jauh dibawahnya.


"Siapa yang kau bawa itu Lu Man?" tanya Raja Iblis Merah ketika Lu Man masuk ke ruangannya sambil membawa seseorang.


"Ini … ini … ini pangeran. Dia mengalami luka yang sangat parah, aku menemukannya tadi ketika berniat menyusul pangeran, raja," kata Lu Man menjelaskan kepada Raja Iblis Merah.


Mendengar itu, tentu Raja Iblis Merah marah bukan main. Matanya langsung merah menyala menatap tajam Lu Man.


"Keparat!!! Siapa yang melakukannya?" tanya Raja Iblis Merah dengan sangat marah. Suaranya begitu menggema diseluruh ruangan.


Baru suaranya saja bahkan bisa menggetarkan seisi ruangan. Entah apa jadinya jika dia mengeluarkan seluruh kekuatannya.


###

__ADS_1


Satu lagi nanti ya, lagi ditulis dulu🙏


__ADS_2