Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Tamu Dari Istana Kekaisaran


__ADS_3

Tak terasa rombongan kereta kuda yang mewah tadi sudah sampai di Desa Perbatasan. Semua orang-orang disana terlihat sangat hormat ketika rombongan kereta kuda mewah itu lewat.


Apalagi setelah melihat bendera yang dibawa. Tidak ada yang tidak hormat, semuanya hormat menundukkan kepala, bahkan ada juga yang sampai bersujud. Mereka baru bangun dari hormatnya ketika rombongan itu sudah semuanya melewati mereka.


Rombongan kereta kuda yang mewah dan megah terus melaju. Lari kudanya sudah tidak kencang, bahkan hanya seperti berjalan. Hal ini dikarenakan kuda yang mereka pakai sudah sangat kelelahan karena saking jauhnya perjalanan.


Setelah sekian lama melakukan perjalanan, akhirnya rombongan itu sudah bisa melihat sebuah bangunan yang bisa dibilang sangat megah jika di wilayah tersebut. Bangunan itu menjulang tinggi, warna bangunan dan juga gerbangnya begitu mencolok.


Mereka segera mempercepat laju kuda dan langsung buru-buru untuk menuju kesana. Akhrinya perjalanan yang dapat dibilang panjang bisa juga sampai ditempat tujuan.


Di sisi lain, para penjaga gerbang sekte Bukit Halilintar awalnya sedang bersantai karena hari ini matahari menyinari bumi begitu panasnya. Mereka sedang beristirahat sembari bicara santai dengan rekannya yang bertugas menjadi penjaga juga.


Tapi tiba-tiba salahseorang dari mereka mendengr derap langkah kuda yang berisik, penjaga itu lalu memantau jauh ke depan dan betapa kagetnya dia ketika melihat ada rombongan kereta kuda kewah yang datang ke sekte mereka.


"Heii lihat, ada yang datang. Tapi mereka siapa ya?" tanya penjaga itu.


"Mana aku tahu, tapi sepertinya rombongan penting. Terlihat kereta kuda mereka sangat mewaue, bahkan membawa bendera yang sangat indah," kata rekannya.


"Heii bukankah itu bendera berlambang Wei? Berarti … berarti … i-itu kaisar?" kata kempat penjaga serempak. Buru-buru dua orang memasuki sekte untuk melaporkan bahwa penjaga ads rombongan dari kekaisaran yang menuju ke sektenya.


Dua orang penjaga dengan tingkatan Pendekar Surgawi langsung melesat dengan cepat menuju ke dalam sekte. Tanpa berlama-lama, dia langsung menuju ruangan para tetua dan melaporkan semuanya.


"Permisi, aku penjaga gerbang …" kata penjaga gerbang itu sembari menunduk hormat.


"Masuk …" jawab seseorang didalam sana.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Yashou kepada penjaga itu.


"Ada tamu tetua," jawab mereka dengan sedikit gugup karena Yashou memandangnya tajam.


"Tinggal suruh masuk saja, kenapa mesti melapor dahulu?" tanya Yashou agak heran saat mendengar jawaban penjaga tersebut.


"Tamu ini dari is-istana, tetua," kata para penjaga.


"Hahhh … is-istana?" tanya Yashou kembali. Tentu saja dia tidak percaya langsung, tapi pertanyaannya itu segara dijawab dengan anggukan para penjaga.


"Hemmm … siapkan jamuan, kita akan keluar untuk menyambut kaisar," kata Shin Shui langsung mengambil tindakan setelah mendengar semuanya.


Penjaga itu mengangguk, buru-buru mereka pergi dari ruangan para tetua dan segera memberitahukan semuanya untuk segera melakukan persiapan. Suasana di sekte Bukit Halilintar nampak ricuh sekarang, hal ini karena mereka akan menyambut kedatangan kaisar yang datang secara mendadak itu.


Kini para tetua dan kepala tetua sekte Bukit Halilintar sudah siap menyambut kedatangan kaisar. Mereka sudah berjejer rapi dibalik gerbang masuk. Termasuk para murid, mereka pun sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sosok kaisar yang selama ini selalu dikagumi oleh setiap orang.


Rombongan kereta kuda mewah akan tiba. Para prajurit datang terlebih dahulu ke gerbang dan memberitahukan kepada para penjaga. Setelah mendapatkan izin, rombongan itu pun segera memasuki sekte Bukit Halilintar.


"Selamat datang di sekte Bukit Halilintar kaisar," kata penjaga itu sembari memberi hormat.


"Terimakasih." jawah kaisar yang tak lain adalah Wei An.


Rombongan kereta kuda mewah itu lalu masuk ke dalam secara perlahan. Terlihat sudah banyak orang yang menyambut kedatangannya. Kaisar cukup kaget juga sebenarnya, padahal dia datang tidak bilang dulu. Tapi disini orang-orang sudah siap menyambutnya?


Akhirnya tibalah bagi para tetua yang menyambut. Yashou memimpin sambutan tersebut dengan hormat dan diikuti yang lainnya. Kaisar Wei An hanya tersenyum dan memberikan isyarat untuk segera menyudahi hormatnya kepada para tetua itu.

__ADS_1


Kaisar dan rombongannya segera turun dari kereta kuda mewah mereka. Betapa kagetnya Shin Shui ketika melihat ada Chang Lee didalam rombongan sang kaisar tersebut. Penampilannya sungguh berbeda, bahkan sekarang dia terlihat beberapa tahun lebih muda.


Dan ternyata para Pendekar Dewa yang mengawal kaisar sepanjang perjalanan adalah mereka murid dari masing-masing sekte yang dulu menjadi juara saat kompetisi kekaisaran. Mereka sudah tumbuh besar, bahkan sepantaran Shin Shui.


Terlebih Qiu Qi, gadis itu sudah tumbuh menjadi wanita cantik jelita, dengan tubuh padat berisi dan bentuk tubuh yang begitu ideal serta menggoda, rasanya siapapun pria pasti akan jatuh hati pada gadis itu.


Shin Shui pun cukup tergoda dengan Qiu Qi, apalagi saat gadis itu melemparkan senyuman manisnya. Aihh, bahkan pemuda biru itu sampai lupa bahwa Yun Mei ada di pinggirnya.


Buru-buru gadis itu mencubit pinggang Shin Shui sehingga membuatnya kaget. Shin Shui langsung menoleh dan ternyata Yun Mei sedang melotot ke arahnya sembari menggertakkan giginya.


Shin Shui mulai bergidik ketika melihat Yun Mei mulai marah, pasalnya karena dia pernah menjadi samsak saat dulu gadis itu marah. Cubitan-cubitan dia terima sehingga kulitnya merah dan lecet. Sejak saat itulah dia tidak ingin melihat Yun Mei seperti dulu lagi.


Buru-buru pemuda biru itu memahami situasi dan segera mengendalikan keadaan, dia langsung mempersilahkan kaisar dan yang lainnya untuk masuk.


"Silahkan masuk. Mohon maaf kami tidak bisa menyambut lebih mewah karena kami tidak tahu kalau kaisar dan yang lainnya akan kesini," kata Shin Shui.


Mereka pun masuk ke dalam bersamaan. Saat berjalan ke ruang utama, terlihat ada banyak makanan yang sudah tersaji diatas meja panjang.


Makanan itu sepertinya sangat lezat sekali, terlebih sebagian makanan tersebut dibuat dari campuran sumber daya. Bau harum memenuhi ruangan, siapapun yang menciumnya mungkin akan merasa mendadak lapar.


"Mari kaisar silahkan duduk. Kita makan dahulu, mari senior Chang dan yang lainnya," kata Shin Shhi mempersilahkan duduk para tamunya.


Lalu mereka semua makan dengan lahapnya. Tak perlu waktu lama, hanya sekitar dua puluh menit kesemua orang itu sudah selesai makan. Setelah semuanya selesai, Shin Shui baru membawa para tamunya ke ruangan khusus.


Ruangan itu tak lain adalah tempat dimana para tetua sekte Bukit Halilintar berkumpul untuk menikmati teh dan keindahan Bukit Awan serta menyaksikan matahari terbenam ataupun akan muncul. Mereka lalu duduk, kaisar duduk disebuah kursi kehormatan.

__ADS_1


__ADS_2