Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Penguasa Gunung San-ong


__ADS_3

Pemuda biru dan burung phoenix biru yang selalu setia menemaninya pun kini terus berjalan menyusuri gunung San-ong. Keduanya lagi-lagi menyusuri hutan dan juga lereng-lereng yang cukup terjal.


Entah kemana tujuan keduanya. Yang jelas mereka hanya berusaha untuk mencari dimana keberadaan Kitab Tapak Penghancur. Jangankan Shin Shui, burung phoenix biru pun tidak tahu pasti dimana keberadaan salahsatu kitab tanpa tanding itu.


Phoenix biru sebelumnya memang hanya menduga saja. Barang kali kitab itu memang berada disana karena sebelumnya tersiar kabar bahwa sang pemilik terakhir kali terdengar berada di gunung San-ong ini.


Shin Shui dan phoenix biru sudah berjalan menyusuri hutan cukup lama juga. Tapi sampai sekarang pun mereka belum menemukan tanda-tanda bahwa kitab itu berada disana.


"Phoenix biru, apakah kau yakin bahwa Kitab Tapak Penghancur itu berada disini?" tanya Shin Shui dengan raut wajah sedikit seperti kecewa.


"Entahlah Shui'er. Bukan perkara mudah untuk mencari keberadaan pasti kitab itu. Tapi tidak ada salahnya jika kita menyusuri seluruh hutan ini. Siapa tahu memang Kitab Tapak Penghancur ada disini. Ayolah jangan putus asa. Ingat, nasib kekaisaran Wei saat ini berada ditanganmu," kata phoenix biru memberikan semangat kepada Shin Shui.


"Hahhh …" Shin Shui menghela nafas panjang. "Apa boleh buat, kita sudah jauh-jauh datang kesini. Tentunya kita harus menyusuri seluruh bagiannya. Bagaimanapun juga, aku harus berhasil menemukan Kitab Tapak Penghancur," kata Shin Shui berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.


Hari sudah sore. Matahari sudah berada diufuk barat. Sinar jingganya membakar seluruh isi bumi, turut membakar pula seluruh bagian gunung San-ong.


Karena merasa lelah, Shin Shui pun mengajak burung phoenix biru untuk istirahat dan akan kembali melanjutkan pencarian tentang Kitab Tapak Penghancur esok hari.

__ADS_1


Karena saking lelahnya, baru saja rembulan menampakkan diri, Shin Shui sudah pergi ke alam mimpinya. Sedangkan phoenix biru seperti biasa, dia memilih bertengger diatas pohon untuk mengamati situasi.


Pagi harinya, Shin Shui melanjutkan pencarian kembali hingga siang. Tapi sayangnya sampai sekarang pun tidak ada tanda tentang kitab itu.


Shin Shui sudah benar-benar hampir putus asa karena hal ini. Perasaan kesal, sedih, dan lain sebagainya sudah memenuhi benak pemuda biru itu.


Dia berniat untuk kembali beristirahat saja karena saking putus asanya. Didepan sana tak kurang dari jarak sekitar dua puluh tombak, ada sebuah goa besar yang berumur cukup tua.


Shin Shui berjalan kesana sambil berniat untuk memeriksa isi goa yang terlihat tua tersebut. Tapi ketika dia sampai di mulut goa dan akan masuk, tiba-tiba pemuda biru itu merasa tanah disekitarnya bergetar hebat.


Benar dugaannya, energi itu semakin lama semakin membesar dan tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang kembali membuat goa itu bergetar.


Shin Shui terus memperhatikan kedalam mulut goa. Dan kini, pemuda biru itu kembali dibuat kaget oleh sesuatu yang dilihatnya kali ini.


Shin Shui melihat ada dua ekor kera berbulu abu-abu yang tingginya hampir dua meter. Sekilas memang mirip kera pada umumnya, tapi jika diperhatikan lebih dalam lagi, kera itu ternyata memiliki mata yang berwarna merah.


Diatasnya ada sebuah mahkota kecil berwarna kuning emas. Taringnya begitu panjang sampai kedua kera itu tidak bisa menutup mulutnya dengan sempurna.

__ADS_1


Saat mereka menyadari kehadiran Shin Shui, kedua kera raksasa itu lalu memandangnya dengan tatapan mata yang sangat tajam dan mengandung energi yang begitu besar.


"Siapa kau? Mau apa manusia datang ke wilayahku?" kata salahsatu kera yang ternyata bisa bicara.


Mendengar kera itu bisa bicara, fahamlah Shin Shui bahwa yang dia lihat kali ini bukanlah kera biasa. Melainkan kera siluman sekaligus yang mengaku sebagai pemilik wilayah.


"Perkenalkan namaku Shin Shui. Dan tujuanku kesini karena ada sesuatu yang sedang aku cari," kata Shin Shui dengan tenang.


"Sesuatu? Sesuatu apa? Tidak ada apa-apa disini. Sekarang pergilah dan jangan pernah kembali lagi ke tempat ini," kata siluman kera.


"Maaf, tapi aku tidak bisa begitu saja kembali jika sesuatu yang aku cari belum ditemukan," katanya.


"Aku bilang kembali. Seluruh gunung San-ong adalah wilayahku, dan aku adalah penguasa seluruh tempat ini. Jangan sampai aku memanggil seluruh penghuni gunung ini untuk menghabisimu,"


"Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa jika harus kembali begitu saja. Sesuatu yang aku cari ini benar-benar penting sekali. Lagi pula, aku tidak akan membuat keributan di wilayah kalian ini. Aku datang kesini baik-baik," jawab Shin Shui masih dengan nada tenang.


"Tidak ada kata tapi. Aku tidak percaya kepada manusia. Manusia itu adalah makhluk yang tidak bisa dipercaya ucapannya. Pergi sekarang atau aku akan melakukan kekerasan," ucap siluman kera itu yang kini sudah terlihat marah kepada Shin Shui.

__ADS_1


__ADS_2