Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Rencana Pemberontakan


__ADS_3

Ditempat lain …


Sementara di ibukota kekaisaran, keadaan disana beberapa tahun terakhir memang sangat baik dan stabil. Kehidupan rakyat sejahtera dengan ekonomi yang memungkinkan.


Fasilitas pun semakin banyak, pasar-pasar yang dulu hanya diisi oleh para pedagang yang ada di kekaisaran Wei, sekarang sudah penuh oleh para pedagang yang berasal dari negara tetangga.


Hal ini memang tak lain karena Kaisar Wei An membuka jalur perdagangan bebas dengan negara tetangga dengan syarat selama mereka bisa memenuhi persyaratan yang berlaku.


Tapi meskipun begitu, beberapa waktu terakhir ini kondisi disana hanyalah terlihat baik dari luar saja. Padahal didalamnya terdapat konflik internal yang cukup untuk menjadi bibit masalah besar.


Karena kurangnya pejabat-pejabat untuk membantu jalannya pemerintahan, beberapa waktu lalu kaisar melantik beberapa pejabat-pejabat yang dibutuhkan.


Para pejabat itu memang berasal dari keluarga bangsawan dan juga berpendidikan. Tapi meskipun begitu, tetap saja ada serigala berbulu domba yang berhasil masuk ke dalam jajaran pemerintahan Kaisar Wei An.


Saat baru menjabat orang-orang itu memang bekerja seperti layaknya pejabat lain, namun lambat laun timbullah masalah satu-persatu. Mulai dari korupsi, konspirasi dengan pihak-pihak yang ingin melihat kekaisaran hancur, para pemberontak, dan lain sebagainya.


Sayang, kaisar muda itu belum mengetahui tentang bahaya yang saat ini mengincar dirinya. Terutama kedudukannya.


Bahkan suatu ketika kaisar itu mengangkat dua orang pengawal pribadi untuk dirinya dan juga ibunya. Dua pengawal itu tentunya merupakan pendekar dengan kepandaian sangat tinggi.

__ADS_1


Tapi sebenarnya, kedua pendekar yang melamar untuk menjadi pengawal pribadi kaisar tak lain adalah tokoh alirn hitam yang sudah mempunyai nama besar.


Mereka adalah Ouwyang Sek si Iblis Seruling dan juga Suma Hek si Pedang Tanpa Bayangan. Keduanya merupakan tetua dari dua sekte aliran hitam terbesar yang ada di kekaisaran Wei. Mereka sengaja melakukan ini sebagai langkah awal untuk mengambil alih kekuasaan.


Saat ini keduanya sedang berada disebuah ruangan istirahat mereka. Dua tokoh besar itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Suma Hek, langkah apa yang harus kita ambil saat ini? Aku sudah bosan menjadi seorang pengawal murahan macam ini," kata Ouwyang Sek.


"Sabarlah saudara Ouwyang, kita jalankan saja perintah ini dengan tenang. Jangan sampai ada kesalahan dalam rencana kita ini, jika sampai gagal maka semuanya berakhir sudah. Pastinya kita juga akan gagal mendapatkan posisi tinggi dan juga penghormatan," kata Suma Hek menjelaskan.


"Hahhh …" Ouwyang Sek menghela nafas panjang. "Aku sudah bosan menjadi pengawal kaisar bodoh itu. Rasanya aku ingin segera membunuhnya," kata Ouwyang Sek sengan gemas.


"Akupun sama. Aku sudah bosan menjadi pengawal, tapi mau bagaimana lagi? Daripada rencana besar kita gagal, lebih baik untuk sementara kita nikmati saja tugas ini," kata Suma Hek.


Di lain tempat, tiga sekte terbesar aliran hitam di kekaisaran Wei pun kini sedang melakukan rapat yang kesekian kalinya. Entah berapa kali mereka melakukan rapat tertutup, yang jelas sudah agak sering.


Tapi rapat kali ini berbeda, biasanya rapat mereka hanya dihadiri oleh kepala tetua saja, tapi sekarang rapat itu dihadiri juga oleh para tetua dari masing-masing sekte.


Jumlahnya kurang lebih tiga puluh orang. Maklum, mereka sekte besar, jadi memiliki cukup banyak tetua.

__ADS_1


"Ketua Raja Iblis Merah, apa yang akan kita lakukan selanjutnya dan kapan kita akan begerak total?" tanya salah seorang dari mereka.


"Tenang, sabar dulu. Kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan. Kita harus berhati-hati. Untuk bergerak total tentunya membutuhkan persiapan yang benar-benar matang. Tapi untuk saat ini, perintahkan semua pendekar pilihan untuk menjadi prajurit kekaisaran," kata Raja Iblis Merah yang merupakan ketua aliansi sekaligus dalang dari rencana pemberontakan.


"Tapi, bagaimana dengan prajurit yang sudah ada di kekaisaran?"


"Racuni mereka. Sehingga jika mereka tewas, kita bisa menambah orang-orang kita yang ada disana barang sepuluh ataupun dua puluh. Ini akan mempermudah untuk melakukan rencana selanjutnya," ucap Raja Iblis Merah.


"Tapi, bagaimana caranya ketua?" tanya orang itu agak kebingungan.


"Tentu saja harus ada perwakilan yang menyusup ke istana. Atau kalau tidak berikan perintah ini kepada Ouwyang Sek dan Suma Hek lewat kabar lain. Mereka bisa melakukan hal sekecil ini," kata Raja Iblis Merah dengan sedikit nada membentak.


"Ba-baik ketua. Segera akan saya sampaikan …" ucapnya dengan ketakutan.


Sebenarnya rencana untuk pemberontakan ini memanglah sudah lumayan lama, terlebih ketika Raja Iblis Merah sudah berhasil menguasai seluruh ajaran Kitab Dewa Iblis dan mencapai tahapan Pendekar Dewa tahap tujuh akhir.


Namun meskipun begitu, dia tidak akan bodoh untuk melakukan pemberontakan secara sendiri ataupun hanya sektenya belaka. Karena itulah Raja Iblis Merah melakukan aliansi dengan sekte terbesar aliram hitam lainnya dan juga sekte-sekte aliran hitam yang tersebar dengan iming-iming kekuasaan dan pangkat jabatan.


Akan tetapi semua itu hanyalah siasatnya belaka, tentu saja dia tidak akan memenuhi setiap janjinya kepada sekte yang diajak bekerja sama. Karena berpikir dia yang terkuat, jadi apa yang dia lakukan tidak akan ada yang bisa melawannya.

__ADS_1


Karena itulah Raja Iblis Merah memberikan kitab-kitab kepada sekte aliran hitam kelas menengah dengan syarat harus mau membantu perjuangan memberontak.


Selain itu, dia juga membenturkan aliran hitam dan putih supaya semakin panas lagi. Dengan begitu, maka keadaan di kekaisaran Wei akan semakin rumit dan kacau dan hal ini akan dia manfaatkan untuk menyusup dan menyerang ke istana secara diam-diam seperti halnya memasukkan orang-orang ke jajaran pemerintahan.


__ADS_2