Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kompetisi Kekaisaran I: Pembukaan (Dong Bo Vs Pemuda Kapak Merah)


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kini telah tiba waktu kompetisi yang diadakan oleh kekaisaran. Terlihat puluhan sekte aliran putih dan netral sudah berkumpul di lapangan kekaisaran. Kompetisi ini tidak diikuti oleh semua sekte karena jarak mereka yang terlalu jauh dari ibukota, jadi pesertanya hanya sekitar tiga puluhan saja.


Setiap dari sekte membawa masing-masing satu murid terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini. Bahkan, sekte Pedang Emas dan sekte lain yang membantu pertempuran beberapa waktu lalu turut berpartisipasi dalam kompetisi ini.


Para murid yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang itu telah berkumpul dipinggir lapangan. Masing-masing yang mengikuti kompetisi ini harus dibawah usia sembilan belas tahun.


Shin Shui tidak ikut dalam acara ini karena dia dinobatkan menjadi tamu kehormatan kekaisaran, dia sedang duduk bersama kaisar dan para tetua dari perwakilan masing-masing sekte.


Pakaian serba biru dengan sebilah pedang berwarna emas menjadikan dirinya berbeda dari yang lain. Banyak yang tidak mengenali sosok pemuda itu, terlebih tidak ada sekte yang memiliki pakaian sepertinya.


"Selamat datang kepada semua hadirin dan para tetua yang hadir disini. Pertama-tama saya ucapkan terimakasih untuk yang sudah berpartisipasi dalam kompetisi kekaisaran kali ini. Kompetisi ini diadakan untuk memilih generasi berbakat untuk meneruskan perjuangan kita dalam menciptakan dunia yang damai."


"Seperti biasanya, yang memasuki babak lima besar akan diperbolehkan tinggal di istana. Mereka yang tinggal di istana akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menjadi pendekar hebat dimasa depan nanti dan tentunya akan diberikan sumber daya yang besar untuk membantu perkembangannya."


"Selain daripada itu, mereka yang beruntung akan mendapatkan hadiah yang cukup menarik. Semoga dari kompetisi ini kita bisa melihat bahwa negeri kita bisa melahirkan banyak pendekar jenius di masa depan yang akan mengharumkan nama negeri ini." kata kaisar Wei An dalam sambutannya.


Semua orang-orang yang hadir bertepuk tangan serempak. Kompetisi ini bebas biaya, jadi banyak sekali rakyat yang ikut menontonnya. Mengingat kompetisi ini hanya dilakukan setiap tiga tahun sekali.


"Hadirin dan tetua yang saya hormati. Hari ini kita kedatangan tamu kehormatan, seperti yang kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu istana kekaisaran mendapatkan serangan dari aliran hitam yang ingin mengambil alih kekuasaan. Tapi berkat seorang pahlawan muda, rencana itu bisa digagalkan. Dan sekarang, pahlawan muda itu hadir disini untuk menyaksikan kompetisi ini sampai selesai. Inilah dia pahlawan muda yang sudah menyelamatkan kekaisaran … dia adalah Shin Shui, seseorang yang bergelar Pendekar Halilintar." suara kaisar Wei An menggema disetiap telinga, sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar lebih ramai dari sebelumnya.


Mereka terlihat sangat antusias, termasuk para tetua yang duduk sejajar dengannya. Mereka tidak menyangka bahwa pemuda biru adalah orang yang dimaksud oleh kaisar.


Shin Shui berjalan ke depan menghampiri kaisar dan memperkenalkan dirinya. Wajahnya yang tampan dengan bola mata biru menjadi daya tarik tersendiri, gadis-gadis yang melihat Shin Shui seolah sedang melihat dewa karena ketampanannya.


"Salam hormat buat hadirin dan para tetua yang ada disini. Perkenalkan nama saya Shin Shui, saya hanyalah pendekar pengelana biasa. Semoga dengan adanya kompetisi ini bisa mempererat tali persaudaraan diantara kita semua." kata Shin Shui dengan hormat diikuti senyuman lembut di bibirnya.


Orang-orang disana terpana saat melihat Shin Shui begitu rendah hati, termasuk para tetua. Mereka tidak menyangka bahwa pemuda itu bisa berlaku merendah sedemikian.


"Wahhh … tampan sekali pahlawan itu."


"Dia bukan manusia, dia dewa."


"Matanya sangat indah."


"Aku jadi ingin menjadi istrinya."


Suara gumaman para gadis dan lainnya yang memuji Shin Shui mulai terdengar dimana-mana. Kekuatan yang mengerikan dan wajah yang tampan, ditambah sifatnya yang rendah diri, siapa yang tidak mau menjadi pasangannya?.


Setelah selesai mengenalkan dirinya, Shin Shui kini telah kembali ke tempat duduknya semula. Saat ini, kompetisi kekaisaran akan segera dimulai.

__ADS_1


"Baiklah … tidak perlu berlama-lama lagi. Saya kaisar Wei An, dengan resmi akan membuka kompetisi kekaisaran ini …" kata kaisar Wei An.


"GONGG …" suara tabuhan gong yang menandakan dimulainya acara sudah terdengar.


###


Kompetisi kekaisaran sudah dimulai. Sekali pertandingan akan ada tiga orang yang bertanding pada masing-masing arena. Hal ini tarjadi karena arena pertandingan kekaisaran memang cukup luas.


Beberapa murid dari masing-masing sekte aliran putih dan netral mulai bertarung. Mereka merupakan murid dari sekte kelas menengah. Memang, nama dan gelar kepala tetua mereka tidak seharum sekte kelas atas. Tapi untuk kekuatan, mereka masih bisa diandalkan. Terlebih sekte-sekte kecil dan menengah juga tak jarang mengeluarkan murid berbakat walau hanya satu atau dua murid saja.


Di tempat tamu kehormatan, Shin Shui dan yang lainnya terlihat mengamati pertandingan itu. Shin Shui memperhatikan dengan seksama, baginya hal ini adalah sebuah hal baru dalam hidupnya.


Waktu terus bergulir dengan cepat, pertandingan yang ditunggu-tunggu oleh semua penonton akhirnya telah tiba. Mereka yang akan bertanding adalah murid dari sekte kelas atas. Saat ini yang tersisa tinggal dua belas peserta, enam murid sekte tingkat menengah dan enam murid sekte tingkat atas.


Diantaranya ada murid dari sekte Serigala Putih, sekte Pedang Emas, sekte Teratai Putih, sekte Gunung Salju, sekte Bulan Perak, dan sekte Rajawali Merah.


Sekte Serigala Putih diwakili oleh Dong Bo, sekte pedang emas diwakili oleh Xue Ying, sekte Teratai Putih diwakili gadis cantik bernama Qiu Qi, sekte Bulan Perak oleh Ji Tianming, sekte Rajawali Merah diwakili oleh pemuda bernama Jiu Lin. Dan sekte Gunung Salju diwakili oleh Lian Fang. Meskipun sebenarnya sekte Rajawali merah merupakan sekte kelas menengah, tapi oleh sebagian sekte lain sekte Rajawali Merah dianggap sebagai sekte atas.


Mereka semua masih berdiam di tempat duduknya untuk menunggu giliran masing-masing. Hari sudah siang, matahari tepat berada diatas kepala saat ini. Tapi rasa panas yang menyengat tidak membuat penonton merasa kepanasan saking penasarannya dengan kompetisi ini.


Pertandingan berikutnya di bagian tengah arena, Dong Bo dari sekte Serigala Putih akan melawan seorang pemuda dari sekte kelas menengah. Lawan dari Dong Bo memiliki postur tubuh yang tinggi besar, dia menggunakan senjata kapak berwarna merah.


Mereka telah berhadapan satu sama lain, wasit segera memberitahkan peraturannya kepada mereka.


Mereka berdua mengangguk serempak, setelah saling memberi hormat, mereka saat ini dalam posisi memasang kuda-kuda. Wasit segera memberikan tanda bahwa pertandingan dimulai.


"Mulai." teriak sang wasit.


"Jangan sungkan untuk mengeluarkan kekuatanmu sepenuhnya saudar Dong. Aku juga tidak akan sungkan mengeluarkan kekuatanku." kata pemuda itu sembari mengeluarkan aura tipis berwarna merah.


"Baiklah. Mari segera kita mulai …." Dong Bo langsung berlari menyerang pemuda itu dengan cepat.


Tangannya mulai berkelebat kesana kemari, menyerang setiap bagian vital lawannya. Tak mau kalah, pemuda itu langsung mengerahkan jurusnya untuk menahan dan menyerang balik Dong Bo.


Kapaknya mulai di ayunkan mengikuti gerakan Dong Bo, setiap ayunan dari kapak merah pemuda itu akan menciptakan kilatan cahaya merah.


Kapak berwarna merah dan cakar besi pun beradu. Suara keras akibat beradunya dua senjata itu menimbulkan bunyi yang lumayan keras.


"TRANG …"

__ADS_1


Akibatnya, gelombang kejut yang lumayan kencang tercipta karenanya. Tak mau memberikan celah kepada lawan, Dong Bo langsung menyerang bagian leher musuhnya. Tangannya bergerak dengan cepat seperti ingin menggores leher pemuda itu.


"WUSHH … WUSHH …"


pemuda itu terus menghindari serangan Dong Bo karena sulit mengimbangi kecepetannya. Melihat ada celah, pemuda itu langsung merunduk dan memutarkan kakinya lalu menendang perut Dong Bo.


"Ahhh …" Dong Bo mengeluh pelan karena tendangan pemuda itu telak menghantam perutnya.


"Sayatan Kapak Merah …"


"WUSHH …"


Dua buah kilatan cahaya berwarna merah menyerang Dong Bo dengan cepat. Dia sedikit kaget, tapi berhasil untuk segera fokus kembali.


"Cakar Serigala Buas …"


"WUSHH …"


Dua buah cakar mendadak muncul lalu menahan kilatan cahaya merah, dua energi yang beradu mengakibatkan dentuman yang cukup keras.


"BOMM …"


Sebuah lubang yang cukup besar tercipta ditengah-tengah mereka. Terlihat pemuda itu sedikit terkena efek cakar yang diciptakan Dong Bo, ada sebuah goresan yang cukup lebar di dada pemuda itu. Dong Bo pun mengalami hal yang sama, dia mendapatkan sayatan di pundak kirinya. Tapi cakar Dong Bo lebih kuat daripada sayatan akibat kapak merah lawannya.


Tak mau membuang waktu, Dong Bo langsung berlari dan melompat menyerang pemuda itu dengan jurus andalannya.


"Cakar Serigala Bulan …"


"Aummmm … "


Suara auman serigala terdengar cukup keras, tak lama sembilan buah cakar berukuran lebih besar dari sebelumnya tercipta dan mengarah kepada lawannya.


Pemuda yang menjadi lawan


Dong Bo belum sepenuhnya siap, tapi dia segara mengeluarkan sebuah jurus untuk menahan Cakar Serigala Bulan. Namun karena berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, pemuda itu akhirnya terpental cukup jauh.


Luka cakaran di tubuh pemuda itu bertambah banyak, dia terlihat lemas dan sedikit pucat. Melihat lawan dari Dong Bo sudah kelelahan, wasit segara maju untuk menghentikan pertandingan itu.


"Cukup … pemenangnya Dong Bo dari sekte Serigala Putih."

__ADS_1


Sang wasit langsung menghampiri pemuda yang menjadi lawan Dong Bo untuk melihat kondisinya. Saat wasit menghampirinya, pemuda itu langsung bangun memberi hormat kepada Dong Bo.


"Terimakasih pelajarannya saudara Dong." ucapnya sembari pergi meninggalkan arena pertandingan.


__ADS_2