Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Rencana Shin Shui


__ADS_3

Empat belas hari sudah berlalu, kini semua sekte yang tergabung dalam aliansi besar sudah berkumpul di istana kekaisaran, mereka sampai dua hari yang lalu. Ada juga beberapa sekte yang mengirimkan murid-murid mereka ke istana untuk menambah pasukan.


Istana kekaisaran yang biasanya hanya diisi oleh para pasukannya saja, kini menjadi sangat ramai karena diisi oleh murid-murid sekte. Lapangan luas di halaman istana sudah dipenuhi oleh semua murid yang datang.


Kurang lebih ada sekitar lima ribu murid dari berbagai sekte yang saat ini ada disana. Dan tak lebih ada tiga ratus tetua dari berbagai sekte pula.


Meskipun sebagian ada yang tidak ikut tergabung dalam aliansi, tapi sekte-sekte itu merasa malu jika tidak ikut turun tangan. Apalagi semua ini demi tanah air, demi kelangsungan masa depan anak cucu mereka kelak.


Saat ini para tetua dan kepala tetua sudah berkumpul disebuah ruangan besar bersama Kaisar Wei An serta para petinggi istana lainnya.


Tak lupa juga dengan kepala tetua yang kemarin mengikuti rapat pembentukan aliansi. Kaisar Wei An sengaja memisahkan para tetua dengan murid, karena kaisar muda itu berbicara.


Ruangan itu cukup besar, ada meja-meja dan kursi untuk masing-masing mereka yang hadir disana. Tak lupa juga dengan hidangan-hidangan mewah.


"Selamat datang kepada para tetua dan kepala tetua sekalian. Saya, Kaisar Wei An, atas nama istana kekaisaran mengucapkan banyak terimakasih kepada saudara yang hadir disini. Saya sengaja mengumpulkan saudara sekalian disini karena ada beberapa hal yang ingin disampaikan,"


"Pertama, terkait persiapan. Kurang lebih dua minggu yang lalu kami mengadakan rapat pembentukan aliansi bersama kurang lebih tujuh kepala tetua dari sekte besar yang hadir, kami mohon maaf tidak bisa mengundang saudara sekalian semuanya. Harap saudara sekalian memahami akan hal ini,"

__ADS_1


"Pembentukan aliansi besar itu tak lain upaya untuk melawan serangan yang mungkin lebih besar pula. Dan hasilnya seperti sekarang, rapat kami membuahkan hasil sehingga saudara semuanua sudi untuk mengulurkan tangan,"


"Langsung ke intinya saja, saya selalu kaisar, akan memberikan kompensasi bagi para sekte yang hadir disini dengan jumlah yang seimbang. Karena itu saya harap semuanya jangan khawatir, kita harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang kita miliki. Karena mengingat kejadian ini menyangkut negara kita. Selebihnya saya persilahkan untuk kepala tetua aliansi yang bicara," kata Kaisar Wei An dalam penyambutannya.


Semua tetua yang hadir disana bertepuk tangan, tapi wajah mereka semua menggambarkan kekhawatiran. Khawatir karena takut murid-murid mereka akan menjadi korban.


Tapi jika di pikirkan lagi, mau tidak mau hal itu harus diterima. Karena tidak ada perang fisik yang tidak ada jatuhnya korban. Suka tidak suka mereka harus suka. Karena semua ini demi tanah air mereka.


Karena merasa dirinya dipanggil, Shin Shui pun perlahan mulai berdiri. Tapi dia sedikit ragu-ragu, karena kali ini melibatkan banyak sekali tetua.


Dia takut banyak yang tidak setuju jika dirinya yang menjadi ketua aliansi besar ini. Sehingga sebelum Shin Shui berdiri, pemuda itu memandang kepada para kepala tetua yang menghadiri rapat sebelumnya.


Diluar dugaannya, semua tetua dan kepala tetua yang hadir tidak ada yang tidak setuju. Mereka semua setuju, bahkan tepuk tangan pun terdengar riuh menggema di ruangan.


Semua orang-orang yang hadir itu setuju karena tak lain mereka sudah mengetahui siapa itu Shin Shui. Nama dan sepak terjangnya selalu membuat kehebohan, jadi … siapa yang tidak setuju jika telah mengetahui siapa kepala tetua aliansinya? Mungkin hanya mereka yang bodoh saja yang tidak setuju dengan hal ini.


Tapi untuk memastikan kembali, maka Shin Shui pun berniat untuk menanyakannya secara langsung.

__ADS_1


"Selamat datang semuanya. Perkenalkan saya Shin Shui, orang yang dipercayakan untuk menjadi kepala tetua aliansi besar ini. Saya awalnya tidak berniat, tapi karena semua kepala tetua waktu kemarin menyetujui, maka saya tak dapat lagi menolaknya. Apakah disini ada yang tidak setuju? Jika ada, silahkan acungkan tangan," kata Shin Shui sambil memandang berkeliling.


Pemuda biru itu tidak langsung melanjutkan bicaranya, dia memilih untuk menunggu beberapa saat karena takut ada yang tidak setuju. Tapi setelah beberapa saat menunggu, tidak ada yang mengacungkan tangan. Lega lah hatinya, berarti semuanya benar-benar setuju.


"Baiklah, jika tidak ada yang mengacungkan tangan, berarti aku anggap semuanya setuju. Kita langsung bicara ke inti saja, menurut informasi, penyerangan yang akan dilakukan oleh aliansi besar aliran hitam tidak akan lama lagi. Mungkin sehari atau dua hari ke depan, gejolak akan dimulai. Sepertinya mereka akan menyerang bersamaan dengan pasukan yang disuruh untuk menyerang titik penting selain istana kekaisaran,"


"Tapi kita tidak perlu cemas, karena aku yakin semua yang hadir sudah mendengar bahwa kekuatan sekte harus dibagi dua. Jadi kita fokus disini saja. Aku ingin semua yang hadir disini untuk menjadi pemimpin murid-murid sesuai dengan sektenya sendiri. Karena ini akan menambah sedikit kekuatan, barang kali ada sebagian sekte yang memiliki cara tersendiri sesuai sektenya. Aku juga ingin seluruh kekaisaran dijaga ketat, tidak boleh ada celah. Setiap sudut harus diisi oleh minimal seribu murid dan lima puluh tetua. Karena menurut kaisar, saat ini kita memiliki hampir dua puluh lima ribu pasukan jika ditotal semuanya, jadi bukanlah hal sulit untuk mengerahkan kekuatan sebanyak itu,"


"Semuanya harus bergerak secara sungguh-sungguh besok hari. Sedia payung sebelum hujan. Siap siaga sebelum kejadian. Aku dan para petinggi inti lainnya akan berjaga ditengah yang juga akan menjadi titik fokus serangan musuh, sisanya silahkan bagi secara merata. Jangan ada yang bertindak gegabah, semuanya harus diperhitungkan dengan matang. Ini akan meminimalisir risiko jatuhnya korban lebih banyak,"


"Baiklah, saya harap hanya itu saja yang perlu saya sampaikan. Kita yakin pasti akan menang … YEAHHH …" kata Shin Shui panjang lebar menjelaskan rencananya.


Semuanya bersorak-sorai, rencana ini memang tepat. Pada akhirnya semua orang kagum akan kecerdasan Shin Shui. Setelah semuanya selesai, mereka pun lalu membubarkan diri dan akan segera bersiap-siap.


Ke semua tetua dan para tetua lalu menghampiri muridnya masing-masing dan mengajak mereka untuk berjaga di suatu sudut sesuai apa yang telah disampaikan oleh Shin Shui.


Saat ini matahari sudah menampakkan sinar jingga dengan indah. Angin bertiup lembut menerpa semua orang.

__ADS_1


Suasana yang harusnya dinikmati sambil bersantai, kini berbeda. Mereka sudah tidak dapat untuk bersantai walau sebentar, karena sebentar lagi, perjuangan untuk menyelamatkan tanah air pun akan segera dimulai.


__ADS_2