
Pangeran Iblis kini sudah bangun kembali. Meskipun sudah terluka cukup parah, tapi dia belum meminta bantuan kepada iblis yang ada didalam dirinya.
Entah kenapa. Mungkin dia masih penasaran kepada Shin Shui.
"Jika kekuatanmu hanya segini, lebih baik kau pergi saja. Berlatihlah beberapa tahun lagi agar kau bisa mengimbangi kekuatanku," kata Shin Shui "sombong".
Pangeran Iblis sangat marah ketika mendengar ucapan Shin Shui barusan. Dia mengumpulkan seluruh kekuatannya lalu menyalurkan ke seluruh tubuh.
Ada sebuah cahaya merah yang perlahan-lahan menyelimuti Pangeran Iblis. Hingga akhirnya cahaya merah itu mebalut seluruh tubuhnya.
"Pukulan Bayangan Iblis …"
"WUSHH …"
Pangeran Iblis melesat ke arah Shin Shui. Ketika dekat, kedua tangannya memberikan serangan pukulan yang sangay cepat. Hingga kedua tangan itu seperti memiliki banyak bayangan.
Tapi Shin Shui masih tenanga meskipun serangkaian pukulan menghujani dirinya. Shin Shui terus menahan semua pukulan Pangeran Iblis.
Hingga suatu ketika, pemuda biru itu menemukan sebuah celah kosong dari musuhnha tersebut.
"Tapak Pengoyak Langit …"
"WUSHH …"
"BUKK …"
"Ahhh …"
Sebuah serangan tapak yang dahsyat menghantam kembali kepada dada Pangeran Iblis. Alhasil dia terpental hingga delapan tombak ke belakang.
Pangeran Iblis kembali menabrak benteng tembok kekaisaran. Bahkan kali ini hingga hancur.
Dia mulai tidak bisa apa-apa lagi. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit jika digerakan sedikit saja. Pandangan matanya perlahan muram.
"Aku sudah peringatkan supaya jangan gegabah menghadapi bocah itu. Tapi kau tidak mau mendengarkan. Dasar bodoh," kata iblis yang ada dalam diri Pangeran Iblis memaki.
"Sudahlah. Sekarang giliranmu, bocah sialan itu benar-benar jauh bertambah kuat daripada dulu," keluh Pangeran Iblis.
Di sisi lain, Shin Shui sengaja tidak menghampiri Pangeran Iblis. Dia hanya memperhatikan dari posisinya semula. Tiba-tiba pemuda biru itu merasaka adanya keanehan yang terjadi dengan musuhnya itu.
"Hemmm … ternyata ada iblis yang bersemayam dalam dirinya. Pantas saja dia berani balas dendam," gumam Shin Shui.
Entah kenapa, semenjak memakai Kalung Legenda, semua indera dan kekuatannya terasa semakin meningkat. Tapi meskipun begitu, Shin Shui belum mengetahui secara pasti kegunaan kalung tersebut.
Pangeran Iblia tiba-tiba bangkit berdiri tegap. Seolah dia tidak pernah merasakan kesakitan. Tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang pekat.
Matanya sudah berubah menyeramkan. Bahkan muncul dua taring yang tajam. Entah nyata atau hanya penglihatan Shin Shui saja, tiba-tiba pemuda biru itu melihat kepala Pangeran Iblis menjadi tiga.
Ah bukan, lebih tepatnya kepala iblis.
Hawa kematian tiba-tiba terasa sangat kuat. Angin berhembus kencang dan tajam. Seolah mampu merobek kulit. Langit tiba-tiba kelam.
Pangeran Iblis tertawa lantang. Tapi dalam tawanya itu jelas mengandung kekuatan yang mengerikan. Karena sampai-sampai, tanah pun bergetar seiring dia tertawa.
Pangeran Iblis kembali menghampiri Shin Shui. Tapi bukan berlari, melainkan terbang melayang layaknya iblis.
"Kau hebat anak muda. Aku salut padamu. Sangat jauh dengan bocah bodoh yang aku rasuki ini, siapa namamu?" tanya iblis yang kini sudah mengambil alih tubuh Pangeran Iblis.
"Namaku Shin Shui," jawabnya singkat. Matanya menatap tajam dan menyelidik.
"Nama yang bagus. Apakah kau yang membunuh Raja Iblis Merah?"
__ADS_1
"Bukan. Tapi hampir,"
"Hemmm … hebat, hebat," kata iblis itu sambil bertepuk tangan pelan.
"Apa maumu?" tanya Shin Shui.
"Tidak ada. Aku hanya ingin kau menyerah dan tunduk padaku," ucap sang iblis.
"Jangan mimpi. Sampai matipun aku tidak mau tunduk pada iblis sepertimu," jawab Shin Shui tegas.
"Hemmm … apakah kau yakin akan bisa mengalahkanku?"
"Kenapa tidak? Kau pikir aku takut? Pantang bagiku harus takut kepada iblis,"
"Bagus. Kalau begitu, bersiaplah untuk bertemu Raja Akhirat," kata iblis itu sambil memasang kuda-kuda.
"Baik. Ini akan jadi pertarungan terakhir. Jadi aku tidak akan main-main lagi," balas Shin Shui.
Tak mau kalah, Shin Shui menambah kekuatannya. Dia menyalurkan seluruh kekuatan ke seluruh tubuh. Kilatan halilintar dan cahaya putih semakin pekat menyelimuti tubuh Shin Shui.
Tiba-tiba sepasang sayap yang cukup besar muncul. Tapi sayap itu memiliki warna berbeda. Satu putih, dan satu lagi biru. Pada masing-masing sayap, ada lambang halilintar.
Rambutnya juga tiba-tiba memanjang. Rambut itupun bahkan memiliki dua warna.
Shin Shui sudah bersiap untuk melanjutkan pertarungan. Tapi sebelum itu, ada suatu hal yang terjadi.
Tiba-tiba pemuda biru itu merasakan kepalanya pusing. Dunia serasa berputar hebat. Tapi untungnya hanya sesaat. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah separuh tubuhnya tidak bisa digerakan.
"Kau tenang saja Shui'er. Tubuh bagian kirimu aku ambil alih. Ini adalah bagian kecil kekuatanku yang sesungguhnya, kau ikuti saja gerak tubuhmu nanti. Supaya kau tahu bagaimana mengerikannya kekuatanmu yang sekarang," kata suara yang mirip Lao Yi.
Shin Shui awalnya kebingungan. Apakah ini ilusi? Atau ini efek karena dia sangat merindukan gurunya? Berbagai pertanyaan muncul dalam benak Shin Shui.
Tapi semua pertanyaan itu segera terjawab ketika pemuda biru itu menyadari bahwa suara tadi berasal dari dalam Kalung Legenda.
"Baik guru, aku mengerti. Ayo kita mulai," jawab Shin Shui.
"WUSHH …"
"WUSHH …"
Shin Shui dan Pangeran Iblis melesat secara bersamaan. Orang-orang yang mengetahui kejadian ini, semakin terkagum-kagum akan kekuatan Shin Shui.
Mereka semua tak henti-hentinya memuji pemuda biru itu. Apalagi Yun Mei, wanita itu sangat senang dan bangga bahwa pria pujaannya sedemikian kuatnya.
"Pukulan Iblis Neraka …"
"Pukulan Dewa Halilintar …"
"WUSHH …"
"DUARR …"
Dua buah jurus yang sangat dahsyat beradu. Kedua jurus itu membuat langit dan buku bergetar. Bahkan gelombang ketika jurus tersebut beradu, terasa hingga radius lima puluh meter.
Keduanya terpental. Tapi tidak ada yang merasakan sakit. Masing-masing dari mereka harus mengakui, bahwa lawan yang dihadapi saat ini, adalah yang terkuat dari yang paling kuat.
Shin Shui dan Pangeran Iblis sudah kembali bergerak. Mereka berdua sudah terlibat dalam adu pukulan. Satu kali pukulan mereka pun, mampu membunuh puluhan Pendekar Surgawi tahap tiga.
Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya dua pendekar muda yang masing-masing dirasuki itu.
Tendangan dan pukulan terjadi. Keduanya saling serang dan saling bertahan. Tanah sudah retak-retak, benteng istana kekaisaran sudah sebagian hancur karena pertarungan keduanya.
__ADS_1
"Tiga Iblis Neraka …"
"Kepakan Sayap Amarah Dewa Halilintar …"
"WUSHH …"
Dua jurus dahsyat kembali beradu ditengah-tengah petarungan hidup dan mati itu. Suara ledakan yang keras entah sudah berapa puluh kali terdengar.
Agaknya jika mereka bertarung menggunakan jurus biasa, mungkin butuh beberapa hari untuk menentukan siapa pemenangnya.
Untunglah keduanya bertarung dengan jurus tingkat tinggi, sehingga tidak perlu butuh waktu selama itu untuk menentukan siapa yang akan hidup, dan siapa yang akan tewas.
Seratus jurus sudah berlalu. Masing-masing dari pendekar itu sudah mengalami luka diseluruh tubuh. Keduanya terlihat mulai kelelahan.
"Kita akhiri pertarungan terkahir ini," kata Shin Shui dengan lantang.
Pemuda biru itu lalu menggabungkan kekuatan dengan Kalung Legenda. Udara terasa sangat sesak. Bahkan istana kekaisaran pun berguncang beberapa saat.
Di sisi lain, Pangeran Iblis pun tak mau kalah. Dia mengerahkan seluruh kekuatan kegelapan yang dimilikinya. Kedua pendekar sudah bersiap. Adu jurus terdahsyat akan segera terjadi.
"Amarah Iblis Raja Neraka …"
"WUSHH …"
Api berkobar sangat besar diarena bertarung mereka dan membentuk sosok raksasa.
"Jurus Penggetar Istana Para Dewa …"
"WUSHH …"
Sebuah jurus yang sulit digambarkan dikeluarkan oleh Shin Shui. Tanah retak-retak dan beterbangan. Bagaikan gempa bumi dahsyat.
Jauh diatas sana, istana Kaisar Langit pun bergetar. Para dewa kaget. Tapi mereka segera mengetahui apa yang terjadi.
"WUSHH …"
"DUARR … DUARR … DUARR …"
Suara ledakan paling keras diantara semua ledakan terdengar. Kedua jurus sudah beradu. Cahaya putih biru menyatu dengn merah api hingga membentuk bulatan yang sangat besar.
"BOMMM …"
"WUSHH …"
Gelombang cahaya itu menyapu seluruh tempat. Langit berubah warna beberapa saat. Semua orang berusaha melindungi dirinya sendiri dan bangunan istana kekaisaran.
Setelah beberapa saat. Keadaan mulai kembali normal. Begitupun dengan kedua pendekar yang merupakan pelakunya.
Pangeran Iblis melesak masuk ke dalam tanah. Tubuhnya hancur. Sudah tidak pantas disebut manusia.
Sedangkan Shin Shui, dia hanya merasakan dadanya sangat sesak. Luka dalamnya terbilang parah. Tapi semua efeknya segera diserap oleh kekuatan Kalung Legenda.
Arena pertarungan yang sudah beres, kini luluh lantah kembali. Hancur berantakan karena dilanda 'badai' yang mengerikan.
Shin Shui segera melesat darisana. Tidak ada yang berusaha untuk mengejarnya. Meskipun mereka tidak mengetahui kemana perginya pemuda biru itu.
Hanya beberapa saat, ternyata Shin Shui sudah tiba di kediaman Raja Iblis Merah yang sudah kosong itu. Semuanya dia hancurkan. Entah bagaimana caranya pemuda biru itu bisa menemukan tempat kediaman yang sangat rahasia tersebut.
Tak lupa juga dia mencari sesuatu yang sangat penting. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Shin Shui menemukan sesuatu itu.
Benar. Sesuatu yang dimaksud tak lain adalah kitab-kitab sakti dan harta kekayaan. Pemuda biru itu mengambil semuanya lalu memasukannya kedalam Cincin Ruang.
__ADS_1
Setelah semuanya beres, Shin Shui langsung kembali ke istana kekaisaran lagi. Ketika dia kembali, hari sudah hampir menjelang malam.