Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Pangeran Iblis


__ADS_3

Sedangkan Yashou sendiri, dia mendapatkan lawan yang cukup sulit. Pendekar tua itu melawan pemimpin penyerangan ini yang tak lain adalah dia yang disebut pangeran.


Meskipun tingkatan pelatihannya baru mencapai Pendekar Dewa tahap lima akhir, tapi sungguh … dalam hal tenaga dalam, pengeran muda itu bisa mengimbangi Yashou.


Dan juga dalam jurus-jurus silat, bisa dibilang dia sangat matang dan sudah menguasai setiap jurus yang dia miliki. Yashou tidak yakin bisa mengalahkannya karena usia pendekar tua itu yang sudah lanjut dan kekuatan lawan pun hanya terpaut sedikit darinya.


Tapi meskipun begitu, dia tidak mau menyerah. Yashou kini sedang bertarung sengit dengannya. Bahkan pertarungannya lebih menegangkan daripada yang lain.


Kedua pendekar itu kini sedang bertarung tenaga dalam. Mereka menyerang dari jarak cukup jauh dengan melemparkan energi yang membentuk pedang.


Masing-masing energi itu berwarna hijau dan ungu, sehingga pertarungan hebat ini pun bisa disaksikan oleh semuanya. Sudah beberapa kali Yashou mencoba menyerang dengan jarak dekat, tapi dia cukup kerepotan.


Sehingga cara inilah yang dibilang tepat setidaknya untuk saat ini. Keduanya terus melemparkan masing-masing pedang energi. Sehingga suara ledakan pun kerap kali terdengar ketika energi mereka bertemu.


Karena melihat cara ini pun tidak berhasil, maka Yashou memutuskan untuk mendekat secara perlahan sambil tetap melemparkan pedang-pedang energi yang dibuat.


Kini Yashou sudah semakin dekat jaraknya dengan si pangeran. Tanpa berpikir panjang lagi, Yashou lalu mengeluarkan jurus silat Belalang Sembah.


Yashou langsung memberikan serangan-serangan totokan maut yang diarahkan kepada bagian vital lawan. Setiap totokan mengandung tenaga dalam besar, sehingga jika lawannya lemah, bisa dipastikan akan tewas.


Yashou terus memberikan serangan dengan jurus silatnya tanpa henti. Dia menyerang ke atas mengincar leher dan agak kebawah mengincar bagian paha lawan.


Tapi sungguh diluar dugaannya, pangeran muda itu sampai sejauh ini selalu bisa menghindari setiap serangan berbahaya yang dia berikan. Pangeran muda itu melompat ke belakang beberapa tombak.


"Cukup bagus. Julukan Pendekar Belalang Sembah memang pantas untukmu tua bangka. Tapi jangan harap dengan jurusmu itu kau bisa mengalahkanku,"


"Singa Putih Menggulung Kerbau …"


Tiba-tiba sang pangeran melompat ke arahnya lalu menyerang. Tapi serangannya kali ini jauh lebih dahsyat, tangannya membentuk cakar seperti singa yang siap mencabik-cabik mangsa.


Bahkan tangannya membentuk cakar yang kuat, sehingga setiap serangan cakar itu sungguh berbahaya. Yashou sendiri kaget dengan jurus lawannya ini.


Karena dia baru melihat dan meraskaan jurus yang digunakan pangeran itu. Sehingga pendekar tua tersebut cukup kesulitan untuk menangkis serangan lawannya karena dia tidak mengenali jurus yang dipakai.


Pangeran muda terus memberikan serangan yang mengincar jantung lawan, karena serangannya yang begitu cepat dan sulit ditebak, beberapa kali serangan dia hampir mengenai sasarannya.


Bahkan baju Yashou pun robek dan terlihat ada bekas cakaran disekitar dada kanan dan kirinya. Bekas cakaran itu terasa panas, sehingga pendekar tua itu merasakan betapa dadanya seperti terbakar.


"Singa Putih Menghancurkan Batu …"

__ADS_1


"WUSHH …"


Kembali si pangeran menyerang dengan gerakan yang berbeda. Bahkan kali ini lebih cepat dan mematikan beberapa kali lipat daripada sebelumnya.


Yashou tak mau kalah, dia pun turut mengeluarkan jurus tingkat tinggi dari jurus Silat Belalang Sembah.


"Belalang Sembah Menghancurkan Gunung…"


"WUSHH …"


Dua jurus silat tingkat tinggi bertemu, deru angin dari masing-masing jurus mereka terasa begitu tajam. Keduanya kembalikan bertarung dengan sangat sengit.


Totokan dan cakaran beradu tak kunjung berhenti. Hujan cakaran dan totokan terus diberikan, tapi sayangnya Yashou kehilangan konsentrasinya. Sehingga suatu ketika, sebuah jurus yang lebih dahsyat menghantam dirinya.


"Cakaran Raja Singa …"


"WUSHH …"


"Ahhh …"


Yashou terpental ke belakang sampai menabrak bangunan sekte. Dadanya gosong seperti terbakar. Dari mulutnya langsung keluar darah kehitaman dengan jumlah tak sedikit.


Karena menyerang dengan tangan kosong tidak ada gunanya, lalu Yun Mei mencabut Pedang Naga Emas.


"Senior, bantu aku …" ucapnya sambil mencabut pedang pusaka itu.


"Dengan senang hati Mei'er," jawab Cun Fei yang kini menjelma sebagai pedang.


Cahaya kuning emas mendadak berkilau ketika pedang itu tercabut dari sarungnya. Lawannya pun dibuat terkejut dengan kejadian ini.


Tapi dengan segera juga dia mencabut pedang berwarna hitam. Aura iblis pun terasa begitu menekan saat pedang tersebut dicabut dari sarungnya juga.


"Kau kira aku tidak tahu pedang yang kau gunakan? Hahaha … dasar bodoh …" ucap pendekar itu sambil tersenyum mengejek kepada Yun Mei.


Wanita itu semakin marah, meskipun dia memakai Pedang Naga Emas, tapi karena dia tidak menguasainya, maka Yun Mei tidak bisa menggunakannya secara maksimal.


"Amarah Dewi Pedang …"


"WUSHH …"

__ADS_1


"Percuma saja kau menggunakan jurus pedangmu itu. Aku sudah tahu kelemahanmu … hahaha," ucapnya.


Lalu pendekar yang menjadi lawan Yun Mei pun turut mengeluarkan jurus yang dia miliki, aura hitam mulai menyelimuti dirinya.


"Pedang Hitam Langit Kelam …"


"WUSHH …"


Langit mendadak hitam kelam seperti bakal datangnya badai. Angin yang mengandung hawa kematian mulai memenuhi tempat itu.


Yun Mei yang sudah melesat cepat dengan jurusnya hingga dia terlihat seperti bayangan. Tapi di sisi lain, pendekar tersebut masih saja berdiam dengan sebilah pedang hitam yang kini nampak menyeramkan karena selalu mengepulkan asap hitam pula.


Tepat beberapa saat setelah itu, dia melesat cepat ke depan dan tiba-tiba suara ledakan keras pun terdengar. Tak lama setelah itu, terlihat Yun Mei terpental jauh ke belakang dan perutnya mengalami robekan cukup besar, sehingga darah yang keluar pun cukup banyak.


Bibir mulusnya pun turut memuntahkan darah. Pedang Naga Emas terpental jauh ke samping.


Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, semua tetua sudah berhasil dikalahkan dengan luka dalam yang dideritanya masing-masing.


Semua luka dalam yang diterima oleh para tetua sekte Bukit Halilintar terbilang parah, tapi yang paling parah adalah Yashou dan Yun Mei. Karena memang hanya mereka berdua lah yang bertarung dengan jurus-jurus yang menggetarkan langit.


Kedua belas pendekar itu kini tertawa lantang sehingga suara tawa yang menyeramkan itu menggema di tempat sekte Bukit Halilintar. Sedangkan para tetua, mereka hanya terbaring lemah sambil memegangi luka yang masing-masing mereka terima.


Keadaan semakin tegang ketika sang pangeran maju mendekat ke arah Yashou. Setiap langkahnya begitu berwibawa. Aura iblis dari tubuhnya terus keluar sehingga menekan Yashou.


"Hahaha … hanya segini saja kekuatan kalian? Hemmm … sepertinya kabar tentang kehebatan sekte ini hanyalah omong kosong," kata si pangeran sambil mengejek.


"Ka-kau … sebenarnya apa hubungan ketiga pendekar itu dengan dirimu? Dan sebenarnya kau ini siapa?" tanya Yashou sambil menunjuk tiga pendekar yang dulu menyerang sektenya juga.


"Hahaha … mereka pastinya adalah bawahanku orang tua. Dan aku sendiri, hemmm …"


"Akulah Sang Pangeran Iblis. Putra tunggal dari Raja Iblis Merah …"


"WUSHH …"


Bersamaan dengan ucapan itu, tiba-tiba angin menderu semakin kencang. Hawa kematian semakin terasa dan suasana pun begitu mencekam.


###


Teman-teman, tetap jadikan Cakra Buana sebagai favorit ya, karena novel itu tidak akan hiatua, in shaa allah akan diselesaikan. Beberapa terakhir telat up karena fokus sama novel ini😁

__ADS_1


Semoga terhibur🙏jangan lupa kopinya😁☕


__ADS_2