Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Akhir Dari Kelompok Perampok Bayangan Setan


__ADS_3

"Bocah sombong!!! Jangan mentang-mentang kau bisa membunuh kedua rekanku lalu kau bisa langsung membunuh kami bertiga. Yang kau bunuh itu hanyalah yang terlemah diantara Kelompok Perampok Bayangan Setan," kata salahsatu dari mereka dengan nada tinggi.


Hatinya terasa terbakar ketika ada seorang pemuda berani merendahkan Kelompok Perampok Bayangan Setan. Bisa jadi tadi berhasil membunuh dua orang perampok itu karena kebetulan saja, sedangkan yang sekarang belum tentu. Kira-kira begitu pikiran mereka yang tersisa.


Betapa senangnya Shin Shui saat menyadari musuhnya sudah terpancing emosinya. Memang inilah tujuan sebenarnya.


"Mau terlemah mau terkuat aku tidak peduli. Mati ya sudah, tewas. Dimata orang lain mungkin kalian mempunyai derajat tinggi. Tapi bagiku kalian tak lebih dari iblis rendahan," ucap Shin Shui sambil tersenyum dengan sombongnya. Dia ingin melihat musuhnya kebakaran oleh amarahnya sendiri.


"Jaga ucapanmu bocah!!! Mati kau sekarang juga,"


Tanpa banyak cakap lagi, ketiganya langsung melesat ke arah Shin Shui. Tapi kali mereka akan menyerang dengan tangan kosong. Ketiganya datang dari satu arah, tapi ketika tiba didepan Shin Shui ketiganya langsung berpencar jadi tiga bagian.


Shin Shui langsung mendapat hujan pukulan dari arah depan. Pukulan itu begitu kuat karena dibarengi dengan tenaga dalam. Tak tanggung-tanggung, kedua musuhnya yang di kanan kiri pun ikut menyerang bersamaan dengan rekannya.


Pertarungan jurus tangan kosong pun terjadi dengan serunya. Setiap serangan yang mereka lancarkan tak kalah hebatnya saat menggunakan senjata.


Deru angin dari setiap pukulan dan tendangan pun terasa pula, tapi sejauh ini Shin Shui masih bisa mengimbangi ketiga lawannya dengan mudah.


Cukup dengan menggeser ke sisi kanan dan kiri, ataupun tubuhnya di condongkan ke depan dan ditekuk ke belakang, maka semua serangan ketiga musuhnya luput tak mengenainya.


Puluhan jurus berlalu, tapi Shin Shui belum sedikitpun menerima pukulan dari musuhnya tersebut.


"Membosankan …" ucapnya lalu berbalik menyerang kepada salahsatu dari mereka.


Dia memilih menyerang ke bagian tengah, karena menurut penilaian Shin Shui, dialah yang terlemah diantara dua perampok lainnya. Gerakan yang dia berikan begitu cepat, bahkan hanya terlihat bayangnnya saja yang berkelebatan.


Sehingga pada suatu kesempatan, pemuda biru itu pada akhirnya bisa memberikan sebuah pukulan mengerikan.


"Pukulan Halilintar …"


"BUKK …"


"Ahhh …" mati.


Satu perampok telah tumbang hanya dalam beberapa kali gebrakan saja. Dadanya hancur dan darah terus keluar dari mulutnya meskipun sudah tergeletak tak bernyawa.


Melihat rekannya tewas hanya dalam beberapa gebrakan saja, kedua Kelompok Perampok Bayangan Setan yang tersisa langsung berhenti menyerang.

__ADS_1


Hati mereka semakin gentar, keringat mulai mengucur deras, tubuhnua bergetar karena takutnya kepada Shin Shui. Pemuda itu lebih pantas dibilang monster daripada manusia, benar, seperti sebutan monster lebih cocok.


"Kita serang bersama bocah itu dengan jurus Bayangan Setan kita. Meskipun kita harus tewas, setidaknya kita akan tewas bersama bocah gila itu. Kau pun tahu bukan, selama ini kita disegani karena jurus itu, karena sampai sekarang jurus Bayangan Setan milik kita belum pernah gagal," bisik salahsatu rekannya.


Rekannya tersebut hanya mengangguk tanpa bicara. Dia masih belum bisa menghilangkan rasa gentar dihatinya. Tapi dia terus mencoba untuk menghilangkan perasaan itu supaya lampu membalas dendam atas kematian rekan-rekannya.


Jurus Bayang Setan merupakan jurus andalan dari Kelompok Perampok Bayangan Setan, dimana masing-masing dari mereka mempunyai jurus Bayangan Setan yang berbeda-beda tapi hampir serupa.


Jurus itu jarang sekali mereka gunakan kecuali benar-benar dalam keadaan terdesak seperti sekarang ini. Karena jurus itu pula lah, mereka dikenal sebagai Kelompok Perampok Bayangan Setan.


Jurus ini dikenal dengan kecepatannya baik dalam serangan maupun gerakannya, dimana ketika mereka menggunakan jurus ini maka akan terlihat seperti bayangan yang berkelebatan saja.


Sekarang pun masing-masing dari mereka sedang melakukan gerakan aneh. Kedua tangannya ditaruh di samping pinggang, matanya mulai dipejamkan.


Tiba-tiba angin kembali berhembus kencang menyapu hutan rindang itu. Pohon-pohon mulai mengeluarkan suara-suara gesekan yang terdengar menyeramkan.


"Celaka, pemuda itu bisa tewas. Ini adalah jurus andalan daripada Kelompok Perampok Bayangan Setan," kata biksu tua cemas.


"Tenang saja biksu, pemuda itu bisa menghadali iblis ini," kata Yun Mei menenangkan.


Kilatan halilintar pada tubuhnya semakin bergelora, gemuruh guntur terdengar seperti biasanya. Deru angin semakin kencang karena efek dari jurus-jurus mengerikan itu.


"Bayangan Setan Pencabut Nyawa …"


"Bayangan Setan Penarik Sukma …"


"WUSHH …"


Benar saja, tiba-tiba gerakan keduanya menjadi mirip seperti bayangan semata. Hanya dalam beberapa tarikan nafas, keduanya sudah hilang dari pandangan.


Shin Shui tak mau kalah pastinya, dia sudah bersiap-siap mengeluarkan jurus yang tak kalah mengerikan lainnya.


"Langkah Kilat … Pukulan Pemecah Gunung …"


"WUSHH …"


Tiga pendekar itu sama-sama melesat dalam kecepatan tinggi hingga tak bisa dilihat oleh mata biasa. Hingga pada akhirnya, mereka saling bertemu ditengah-tengah arena dengan jurusnya masing-masing.

__ADS_1


Cahaya biru dan cahaya hitam mulai terlihat beradu dan berhadapan satu sama lain. Dan tiba-tiba saja …


"DUARR …"


Ledakan yang keras terdengar bagaikan mengguncang seluruh isi hutan itu. Pohon-pohon berukuran kecil bahkan sampai roboh terkena efek dari jurus mengerikan ketiganya.


"ROARR …"


"ARGHH …"


"WUSHH …"


Ketiga pendekar tersebut terpental cukup jauh hingga menabrak pohon besar, bahkan pohon itu hingga tumbang saking kuatnya mereka terpental. Tapi Shin Shui, dengan buru-buru dia menguasai diri sehingga hanya terpental beberapa tombak saja.


Keadaan hutan disekitar pertarungan hancur sedemikian rupa. Lubang besar tercipta, pohon roboh, bahkan binatang penghuni hutan itu pun berlarian.


Kedua pendekar Kelompok Perampok Bayangan Setan muntah darah dan dada mereka hancur. Hanya beberapa saat saja mereka mereka menggeliat kesakitan lalu tak lama.


"Ahhh …" mati. Kedua pendekar itu akhirnya menyusul ketiga rekannya dengan kematian yang sama-sama mengenaskan.


Keadaan sudah kembali normal, begitu pun dengan Shin Shui. Dia hanya berdarah sedikit saja. Tapi tak ada luka lain yang diderita. Setelah melihat sudah seperti sediakala, Yun Mei dan biksu tua pun menghampiri Shin Shui.


"Terimakasih pendekar muda. Kau telah menyelamatkan nyawaku, entah bagaimana aku harus membalas budi ini," kata biksu tua itu sambil memberi hormat.


"Tidak perlu sungkan biksu. Sudah sepantasnya kita saling membantu satu sama lain. Apalagi kita berada di pihak yang sama. Perkenalkan, yang muda ini bernama Shin Shui, dan gadis ini bernama Yun Mei Xiaoruan," balas Shin Shui memberi hormat sambil memperkenalkan dirinya.


"Aku biksu dari Kuil Surgawi yang terletak di Utara. Namaku To Lian Pwe," jawab biksu itu.


"Kalau aku boleh tahu, kenapa biksu To bisa bertarung dengan mereka?" tanya Shin Shui penasaran.


"Hemmm … sebenarnya ini masalah yang rumit. Mereka mengincar sebuah benda pusaka. Dan para pendekar di bagian Utara sudah hampir mendengar semuanya sehingga mereka mencariku," kata biksu To.


"Benda pusaka?" Shin Shui dan Yun Mei tersentak kaget.


###


Terimakasih semuanya, author in shaa allah akan rilis novel yang sesuai di bicarakan, tapi waktunya belum bisa dipastikan. Tapi pasti nanti rilis, karena sudah ada tabungan beberapa chapter😁🙏

__ADS_1


__ADS_2