
Beberapa saat kemudian, phoenix biru sudah tiba di tempat pertarungan tadi, atau lebih tepatnya ditempat berdirinya kerajaan hutan perbatasan selatan.
Tapi sayangnya burung phoenix biru terlihat sangat kecewa. Karena ditempat itu tidak ada apa-apa kecuali bangunan kerajaan yang rata dengan tanah berikut dengan pohon-pohonnya.
Burung legenda itu lalu mencari-cari keberadaan Shin Shui dengan mengandalkan firasatnya. Dia yakin bahwa majikannya itu masih hidup.
Setelah berapa lama mencari, akhirnya phoenix biru berhasil menemukan Shin Shui. Pemuda biru itu tertimpa sebuah pohon besar.
Phoenix biru lalu mengangkat pohon yang menindih Shin Shui, lalu dia mencoba untuk membangunkannya.
"Shui'er bangun. Shui'er ayo bangun." kata phoenix biru sambil menggoyangkan tubuh Shin Shui menggunakan cakarnya.
Tapi beberapa kali dia membangunkan pemuda biru itu, tetap saja dia tidak bangun. Jangankan bangun, bergerak sedikitpun tidak.
Burung legenda itu mulai panik, buru-buru dia memeriksa kondisi Shin Shui.
"Denyut nadinya masih ada. Detak jantungnya juga ada. Tapi semua itu sudah lemah, bahkan semakin melemah. Aku harus cepat membawanya keluar dari hutan ini." gumam phoenix biru lalu mencengkram sisa-sisa pakaian Shin Shui.
Tanpa basa-basi lagi dia langsung melesat keluar hutan bersama Shin Shui yang kini sudah ada dalam cengkramannya yang kuat.
Setelah berhasil keluar dari dalam hutan, dia segera menghampiri San ong dan Ong san yang daritadi sudah menunggunya dengan perasaan cemas.
Ketika melihat seniornya membawa majikan mereka yang tidak berdaya, dua siluman kera bersaudara itu panik bukan main. Dia langsung menghampiri phoenix biru dan menanyakan apa yang dialami Shin Shui.
"Senior, apa yang terjadi dengan tuan muda? Bagaimana dia bisa seperti ini? Cepat katakan!" kata San ong agak membentak phoenix biru saking paniknya.
"Tenanglah, tenangkan diri kalian dulu," ucap burung legenda itu.
"Bagaimana kami bisa tenang, tuan muda sedang dalam kondisi kritis. Cepat katakan apa yang terjadi atau …"
"Atau apa? Ayo katakan … atau apa? Aku bilang kalian tenang. Masih ada harapan, Shui'er masih hidup. Hanya saja kondisinya sangat parah, cepat cari tempat aman sekarang juga," kata phoenix biru yang hampir terpancing emosinya.
Kedua siluman kera bersaudara itu menghela nafas dalam-dalam untuk menstabilkan dirinya. Setelah tenang, baru mereka beranjak pergi dari sana dan mencari tempat aman.
Sekitar lima belas menit kemudian, ketiganya berhasil menemukan tempat yang dimaksud. Ada sebuah gubuk tua di pinggiran hutan.
__ADS_1
Sepertinya gubuk tua itu sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Sehingga ketiganya memutuskan untuk mengobati Shin Shui ditempat tersebut.
Phoenix biru merebahkan Shin Shui di sebuah kamar gubuk itu. San ong dan Ong san tidak banyak bicara, keduanya hanya bisa merasakan kekhawatiran.
"Ambil air dan bawa kesini. Kita harus membersihkan tubuhnya dulu," kata phoenix biru memberi perintah.
Tanpa banyak bicara, San ong lalu mencari air dengan wadah yang tersedia disana. Setelah mendapatkan air, dia lalu masuk ke kamar lagi dan memberikannya kepada phoenix biru.
Setelah air sudah biersedia, burung legenda itu menyuruh Ong san untuk membersihkan seluruh tubuh Shin Shui.
"Ong san, dimana Bunga Seribu Khasiatnya? Berikan padaku," kata phoenix biru setelah Ong san selesai membersihkan pemuda biru itu.
Ong san lalu memberikan Bunga Seribu Khasiat kepada phoenix biru. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan seniornya.
"Buka mulutnya!" perintah phoenix biru.
Ong san lalu membukakan mulut Shin Shui secara perlahan. Kemudian phoenix biru mengambil sehelai kelopak Bunga Seribu Khasiat lalu dimasukkan kedalam mulut Shin Shui.
"Salurkan tenaga dalammu supaya Shui'er bisa menelan Bunga Seribu Khasiat," kata phoenix biru.
Setelah semuanya selesai, ketiganya lalu berdiri disamping Shin Shui dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya kepada pemuda biru itu.
"Senior, apa yang akan kau lakukan? Apakah dengan cara ini tuan muda bisa terselamatkan?" tanya San ong yang daritadi sudah menahan rasa penasarannya.
"Tentu saja aku sedang mengobatinya. Kalian tidak perlu khawatir, sedikit banyaknya aku tahu tentang pengobatan. Lagipula aku sedikit tahu tentang Bunga Seribu Khasiat ini," jawabnya sambil terus memandangi Shin Shui.
"Baiklah. Aku percaya padamu senior."
Ketiga siluman itu lalu memandangi Shin Shui dalam diam. Tidak ada yang bicara diantara mereka. Ketiganya sama-sama panik dan takut bahwa Shin Shui tidak bisa terselamatkan lagi.
Langit yang tadinya bergemuruh mengeluarkan halilintar, kini menjadi sepi. Awan kelabu yang tadinya sudah hilang, kini datang lagi.
Matahari yang sempat bersinar terang kembali pun, saat ini menyembunyikan dirinya dibalik awan kelabu. Sepertinya dia tidak sanggup melihat keadaan Shin Shui.
Angin hilang entah kemana. Burung-burung yang biasanya berkicau riang, lenyap bersama hilangnya angin.
__ADS_1
Seolah alam saat ini sedang berduka.
Sepuluh menit sudah berlalu. Tapi belum ada tanda-tanda Shin Shui membaik. Yang ada semakin lama malam denyut nadi dan detak jantungnya semakin melemah.
Lalu setelah lima menit kemudian, tubuh Shin Shui mulai bergerak. Kulitnya tiba-tiba memerah. Dia berteriak sangat keras hingga membuat telinga ketiga siluman itu mendengung.
"Arghh …"
Shin Shui membolak-balikan tubuhnya. Entah karena dia tidak kuat menahan rasa sakit, ataupun karena tidak kuat menahan rasa panas dan energi yang mulai menjalari seluruh tubuhnya.
Hampir selama sepuluh menit, pemuda biru itu terus membolak-balikan tubuhnya tiada henti dan terus-menerus berteriak kesakitan.
Setelah sepuluh menit itu tiada henti, tiba-tiba Shin Shui terkulai lemas lalu pingsan kembali. Bahkan kali ini nafasnya terlihat tidak ada.
Ketiga siluman itu kembali semakin panik. Jika nafasnya sudah tidak ada, berarti sama saja artinya nyawa Shin Shui sudah melayang.
"Senior, ada apa dengan tuan muda? Kenapa jadi seperti ini?" tanya Ong san semakin khawatir.
"Ak-aku juga tidak tahu. Tapi tidak ada yang salah dalam hal mengobatinya, mungkin Shui'er tidak kuat menahan energi dari Bunga Seribu Khasiat," jawab phoenix biru lemas.
Ketiganya kembali terdiam. Mereka meratapi apa yang sedang terjadi saat ini. Tidak disangkanya bahwa Shin Shui akan berakhir seperti ini.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya San ong.
"Tenang dulu. Kita tunggu hingga malam nanti, jika tidak ada perubahan, itu artinya tidak ada lagi harapan," kata phoenix biru.
"Tidak. Hal itu tidak akan terjadi,"
"Tidak …" Ong san berteriak dengan keras hingga membuat sebagian atap bangunan beterbangan.
Phoenix biru dan San ong mencoba untuk menenangkan Ong san.
"Sudahlah, lebih baik kita menunggu saja. Semoga langit memberi keajaiban," kata phoenix biru.
Ketiganya lalu duduk disamping Shin Shui. Tiga siluman itu yakin bahwa Shin Shui masih bisa selamat.
__ADS_1