
Acara makan siang bersama warga Desa Miskin sudah selesai, Shin Shui berniat untuk kembali kekaisaran dan membahas beberapa hal mengenai kota Matahari Terbenam.
"Senior Chang, aku akan pergi ke istana kekaisaran untuk membahas beberapa hal. Aku harap senior tidak keberatan mengurus renovasi ini sendiri. Aku mungkin akan pergi beberapa waktu yang cukup lama karena banyak hal yang harus aku selesaikan. Masalah posisi walikota yang saat ini kosong kau tidak perlu khawatir, aku akan mengurusnya," kata Shin Shui kepada Chang Lee.
Dia berniat untuk segera pergi ke ibukota kekaisaran Wei karena merasa tidak ada orang yang mencarinya untuk membalas kematian Pendekar Lima Serangkai.
"Baiklah kalau begitu, hati-hati diperjalanan nanti Shui'er. Tentu saja aku tidak keberatan, aku senang bisa membantu orang. Dan jangan lupa. Jika urusanmu sudah selesai, kemarilah sejenak untuk melihat Desa Miskin ini, mungkin dalam waktu satu bulan lagi keadaan akan jauh lebih baik dari sekarang," jawab Chang Lee. Setidaknya satu bulan adalah waktu yang cukup untuk merenovasi Desa Miskin menjadi lebih baik lagi, pikirnya.
"Tentu senior. Aku janji suatu saat nanti akan kembali kesini walau hanya sekedar melihat," kata Shin Shui. "Ini untuk senior, jika biaya dan yang lainnya kurang tinggal ambil dalam cincin ruang ini. Tentu saja didalam juga ada beberpa sumber daya yang mungkin berharga untuk senior," kata Shin Shui sembari memberikan satu buah cincin ruang kepada Chang Lee.
__ADS_1
"Aku sangat-sangat berterimakasih kepadamu Shui'er. Kuharap suatu saat nanti aku bisa membalas semua ini," Chanh Lee langsung memasangkan cincin ruang itu pada jari manisnya. Dia tidak berniat melihat isinya sekarang karena takut dibilang tidak menghargai.
Setelah berpamitan dan memberikan cincin ruang kepada Chang Lee, Shin Shui langsung pergi untuk kembali ke istana kekaisaran.
Setelah Shin Shui sudah tidak terlihat oleh mata, Chang Lee segera melihat isi dari cincin ruang yang diberikan oleh pemuda itu. Betapa kagetnya orang tua itu ketika melihat isi dari cincing ruang itu.
Ginseng perak adalah sumber daya untuk membantu kecepatan pelatihan seorang pendekar, Ginseng Perak mempunyai banyak manfaat lainnya, termasuk bisa membantu meningkatkan tenaga dalam dengan sangat cepat.
Tak hanya itu, Chang Lee juga melihat ada dua buah senjata pusaka berbentuk tongkat berwarna hijau dan sebuah trisula berwarna merah. Keduanya adalah senjata yang hampir mendekati tingkat tinggi.
__ADS_1
"Anak ini benar-benar misterius. Selain kekuatannya seperti monster dalam usia yang masih muda, ternyata dia juga memiliki kekayaan yang berlimpah." gumamnya sendri, dia masih belum percaya apa yang Shin Shui lakukan belakangan ini, tapi memang begitulah kenyataannya.
Shin Shui sudah melesat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya dengan kecepatan tinggi, dia akan melewati memilih lewat hutan karena dia ingin segera sampai ke istana. Berbeda dengan sebelumnya saat ia berangkat ke kota Matahari Terbenam, saat ini dia sedang buru-buru, jadi dia tidak bisa bersantai, pikirnya.
Suasana dihutan itu sangat berisik oleh suara-suara binatang, baik yang sudah menjadi siluman maupun yang belum. Tapi Shin Shui merasa curiga dengan suara binatang-binatang ini, seperti ada energi lain yang membuat mereka itu bersuara dengan kerasnya.
Tapi sejauh ini, Shin Shui belum menangkap sesuatu yang mencurigakan kecuali berisiknya suara binatang. Mungkin itu hanya perasaannya saja, pikir Shin Shui.
Tapi ketika dia sedang melesat dengan cepat, tiba-tiba didepan sana ada sesuatu yang berwarna putih yang menghalangi jalannya. Semakin dekat, semakin dekat, sesuatu itu terlihat nampak jelas. Dan ternyata …
__ADS_1