Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Yang Benar Adalah Harimau Akan Membantai Kerbau


__ADS_3

Setelah berhasil mendapatkan informasi tentang dimana markas utama para perampok, Yun Mei membiarkan orang tersebut pergi. Gadis itu yakin meskipun tidak dibunuh, orang tersebut tak lama pasti akan mati karena mengingat darah terus keluar dari hidung dan telianganya.


Shin Shui dan Yun Mei segera menolong gadis yang menjadi korban, tak lupa mereka juga membawa pulang harta para penduduk. Shin Shui dan Yun Mei segera kembali ke desa untuk mengembalikan harta dan gadis itu.


Sesampainya di desa, orang tua dan para warga yang tadi merasa kerampokan begitu senang karena hartanya bisa kembali. Mereka amat terimakasih kepada Shin Shui dan Yun Mei.


"Terimakasih tuan dan nona muda. Semoga kalian panjang umur dan menjadi pasangan yang tidak akan pernah terpisahkan," ucap salah seorang yang berterimakasih kepada Shin Shui dan Yun Mei.


Shin Shui menjawab ucapan orang itu, "eh kami bu-…" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Yun Mei segera memotong. "Terimakasih, kami pamit undur diri untuk mencari markas utama perampok Iblis Kembar." kata Yun Mei sembari beranjak pergi dengan menarik tangan Shin Shui.


"Heii … kenapa tadi kau memotong ucapanku, bagaimana kalau mereka menyangka bahwa kita benar-benar pasangan." kata Shin Shui yang tidak terima karena Yun Mei memotong ucapannya tadi.


"Memangnya aku peduli … lagi pula mereka kan tidak mengenali kita. Sudah, jangan banyak bicara, ayo kita segera mencari markas perampok Iblis Kembar." ajak Yun Mei.


Shin Shui sedikit kesal dengan jawaban Yun Mei yang tidak memuaskan, tapi pemuda biru itu tidak ingin membahasnya lebih jauh. Dia memilih untuk diam dan tidak memperpanjang lagi, keduanya segera pergi untuk mencari markas utama perampok Iblis Kembar.


###


Tak terasa Shin Shui dan Yun Mei sudah tiga hari tiga malam mencari-cari markas utama kelompok perampok Iblis Kembar. Namun sampai saat ini, mereka belum menemukan dimana letak pasti markas utama yang dimaksud.


Shin Shui dan Yun Mei terus mencarinya, bagi mereka berdua kelompok perampok Iblis Kembar harus dibasmi sampai ke akarnya supaya tidak lagi meresahkan para penduduk di kota-kota ataupun desa yang lain.


Waktu terus berlalu begitu cepat, tak terasa Shin Shui dan Yun Mei sudah mencari kelompok perampok Iblis Kembar selama empat hari empat malam. Keduanya saat ini sedang berjalan santai di pinggiran hutan, ketika mereka berjalan sembari sesekali bercanda, tiba-tiba ada sesuatu yang mencurigakan.


Shin Shui melihat ada sekelompok orang berbaju hitam seperti membawa barang-barang berharga dan beberapa orang gadis cantik, segera saja pemuda itu menghentikan langkah kakinya dan mulai mengawasi keadaan.


"Tunggu, siapa mereka? Apakah mereka komplotan perampok Iblis Kembar?" tanya Shin Shui kepada Yun Mei, tapi matanya masih terus fokus ke depan.

__ADS_1


"Kalau dilihat dari gerak-gerik dan pakaiannya, sepertinya mereka memang komplotan perampok Iblis Kembar," jawab Yun Mei. Gadis itu mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh Shin Shui, dia sedang mengawasi keadaan saat ini.


Shin Shui dan Yun Mei mulai mengikuti kemana orang-orang tadi pergi, dia mengawasinya dari jarak yang cukup lumayan jauh. Meskipun dalam kondisi malam hari, tapi mata Shin Shui masih tetap bisa melihat dengan jelas didalam kegelapan.


Hal ini membuatnya semakin curiga bahwa orang-orang tersebut memang bagian dari perampok Iblis Kembar yang saat ini sedang mereka cari-cari.


Ternyata dugaan Shin Shui tidak salah, orang-orang tadi memang komplotan perampok Iblis Kembar. Dan tempat yang dituju merupakan markas utama kelompok perampok tersebut.


"Ayo kita serang mereka, aku tidak sabar ingin menghancurkan perampok ini," kata Yun Mei mengajak Shin Shui untuk segera menghancurkan markas utama sekaligus kelompok perampok Iblis Kembar.


'Gadis ini ternyata lebih kejam daripada aku sendiri.' batin Shin Shui.


Belum sempat dia menjawab, Yun Mei mendadak melesat lalu berniat menyerang kelompok perampok Iblis Kembar. Shin Shui yang melihat hal tersebut hanya bisa menggerutu kesal, segera saja pemuda itu pun menyusulnya dengan cepat karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Yun Mei.


Para perampok yang sedang berkumpul di markas utama itupun mendadak terkejut saat menyadari ada seorang gadis dan seorang pemuda yang datang secara tiba-tiba.


"Tidak usah banyak bicara lagi. Dimana pemimpin kalian?" ucap Yun Mei dengan nada sedikit tinggi.


"Ternyata kau mau mencari masalah ya. Hmmm … kerbau menghampiri harimau," jawab anggota perampok Iblis Kembar.


"Terbalik bodoh, yang benar adalah harimau menghampiri kerbau dan akan melakukan pembantai terhadap kelompok kerbau jelek seperti kalian," Shin Shui angkat bicara dan berniat menyulut emosi para perampok.


"******** kauu …"


"Ayo serang kedua bocah ingusan itu …" kata salah seorang perampok mengajak rekannya menyerang Shin Shui dan Yun Mei.


Lalu tiga orang perampok maju menyerang gadis dan pemuda itu, tapi sebelum mereka sampai, Yun Mei segera menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Haaa …"


"Ahhh …"


Para perampok yang berniat menyerang mendadak terpental menabrak tembok markas hingga muntah darah, tak lama mereka tewas hanya dengan hentakkan kaki Yun Mei.


"Bagaimana? Ada yang mau mencoba lagi?" tanya gadis itu, alisnya sedikit diangkat sembari mengeluarkan hawa pembunuh. Shin Shui hanya terdiam menyaksikan Yun Mei untuk saat ini, dia tidak menyangka bahwa Yun Mei bisa sekejam itu.


Melihat rekannya terbunuh dengan mudah, salah satu dari mereka lalu pergi ke dalam markas untuk melaporkan kepada pemimpin mereka apa yang sedang terjadi saat ini.


"Lapor ketua, ada yang menyerang markas kita," kata anggota itu melaporkan apa yang terjadi.


"Siapa mereka? Apakah mereka begitu kuat sampai kau memberitahukan hal ini kepada kami?" tanya salah seorang pemimpin.


Pemimpin tersebut yang tak lain adalah sosok pendekar yang dijuluki Iblis Kembar, mereka dijuluki demikian karena memang merupakan suadara kembar. Semuanya hampir mirip, yang membedakan hanyalah pakaian dan senjata yang mereka gunakan. Yang satu memakai pakaian berwarna merah dengan senjata dua pisau, dan satu lagi memakai pakaian berwarna kuning dengan senjata kapak perak.


"Kami tidak tahu ketua, yang jelas pemuda dan gadis itu sangat kuat. Bahkan dengan menghentakkan kakinya saja, si gadis bisa membunuh tiga orang rekan kami. Mereka juga mencari ketua," kata perampok itu sembari sedikit ketakutan.


"Kurang ajar …" kata Iblis Merah dengan mengeratkan giginya.


###


Yang penasaran kapan latihan Shin Shui, nanti yaa … Shin Shui akan memulai latihan lagi saat tiba di Bukit Awan. Sebab saat ini dalam perjalanan. Beberapa chapter lagi sampai Bukit Awan.


"Lho thor kenapa ga latihan-latihan?"


Karena sedang dalam perjalanan, kita dalam perjalanan juga kan ga belajar, pasti belajarnya saat nanti sampai tujuan😁😁😁🙏

__ADS_1


__ADS_2