Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Amarah Shin Shui IV: Dewa Halilintar Mengguncang Semesta


__ADS_3

Para Pendekar Dewa yang tersisa benar-benar merasakan tekanan amarah dari pemuda yang saat ini ada didepan mereka. Tidak ada yang berbicara dari semua tetua sekte Tengkorak Kegelapan, tapi soror mata dan ekspresi wajah mereka jelas menggambarkan ketakutan yang teramat sangat.


Amarah dan kekuatan yang dipancarkan Shin Shui tidak berkurang sama sekali, yang ada malah kekuatannya bertambah kuat dan aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya semakin pekat.


Hal ini terjadi karena Shin Shui telah menyiapkan segalanya dengan matang. Kemampuan dia dalam bertarung dan mengontrol dalam mengeluarkan jurus semakin terasah.


Itu semua karena beberapa waktu terakhir Shin Shui selalu melakukan pertarungan, bahkan yang menjadi lawannya mempunyai kekuatan beberapa kali lebih kuat dari dirinya.


Para tetua sekte Tengkorak Kegelapan terlihat melakukan gerakan, tapi gerakan mereka bukan melawan Shin Shui. Melainkan mereka akan melarikan diri, memang hal itu merupakan sesuatu yang memalukan. Tapi daripada nyawa melayang, apapun akan dilakukan asal nyawa selamat, pikir para tetua itu.


Melihat para tetua sekte Tengkorak Kegelapan akan melarikan diri darinya, Shin Shui langsung melakukan tindakan saat itu juga.


"Apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian lari dariku? Tidak semudah itu orang tua …"


Shin Shui langsung mengayunkan pedangnya ke arah para tetua itu. Seketika itu juga angin yang kencang langsung menyerang ke arah mereka. Para tetua yang tidak dalam keadaan siap siaga langsung terpental beberapa jarak ke belakang.


"Senior … tolong keluar dan bantu aku menghadapi manusia iblis itu." kata Shin Shui kepada Cun Fei lewat pikirannya.

__ADS_1


"Dengan senang hati Shui'er." jawab Cun Fei singkat.


Cun Fei langsung keluar setelah mendapat perintah dari Shin Shui. Pedang berwarna emas yang berada dipunggungnya mendadak melesat terbang keatas menggapai awan.


Para tetua sekte Tengkorak Kegelapan terheran-heran melihat pedang bisa bergerak sendiri. Tapi keheranan mereka langsung berbalik menjadi ketakutan saat melihat seekor naga berwarna emas dengan panjang ratusan meter menukik dengan cepat ke arah mereka.


"ROARR …"


"Beraninya kalian akan lari dari sini …"


Sosok naga emas yang tak lain adalah Cun Fei bersuara dengan sangat keras. Suara auman naga bersamaan dengan halilintar menjadi teramat mengerikan. Seolah itu adalah hari kehancuran.


Kesepuluh tetua sekte Tengkorak Kegelapan langsung melesat ke arah Shin Shui dan Chn Fei sang jelmaan naga emas. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Langit semakin gelap dan suara halilintar semakin dahsyat. Tiba-tiba …


Lao Yi yang beberapa waktu ini selalu bermeditasi mendadak keluar dari dalam pikiran Shin Shui dan menampakkan dirinya.


"Shui'er … jaga kesadaranmu. Jangan sampai kesadaranmu diambil alih oleh amarah halilintar," ucap Lao Yi yang langsung memberi peringatan kepada Shin Shui.

__ADS_1


Lao Yi memberi peringatan kepada muridnya itu karena tak lain sekarang kondisinya sudah benar-benar mirip monster. Seluruh tubuh pemuda itu diselimuti kilatan halilintar yang mengerikan.


Lao Yi terus berusaha mengingatkan Shin Shui supaya tetap menjaga kesadarannya. Sebab, dalam ajaran Kitab Halilintar terdapat satu jurus yang bernama Dewa Halilintar Mengguncang Semesta.


Jurus itu merupakan tingkatan paling akhir dari ajaran Kitab Halilintar, dimana jika pemiliknya menggunakan jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta, maka setiap tarikan nafasnya akan mengandung unsur energi alam itu sendiri dan akan menimbulkan suara serta kilatan halilintar.


Pertanda seseorang yang menggunakan jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta adalah seluruh tubuhnya akan dibungkus oleh halilintar, seperti halnya Shin Shui saat ini.


Jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta sebenarnya hampir mirip dengan jurus Tubuh Halilintar. Hanya saja jurus ini dari segi manapun beberpa ratus kali lipat lebih dahsyat. Apalagi Kitab Halilintar merupakan salahsatu kitab tanpa tanding.


Jurus ini hanya bisa digunakan sepenuhnya minimal saat sang pemilik kitab tersebut mencapai tingkat Pendekar Dewa tahap enam akhir. Sedangkan Shin Shui saat ini hanya Pendekar Dewa tahap tiga pertengahan.


Usaha Lao Yi untuk menyadarkan Shin Shui sia-sia, bukannya sadar … pemuda itu malah semakin menjadi. Dendam untuk membalaskan kematian kedua orangtuanya benar-benar sudah menyatu dengan tubuh pemuda itu.


Suara halilintar menjadi semakin keras, langit menjadi gelap. Kilatan-kilatan halilintar terus menyambar di tempat itu. Pohon-pohon dekat hutan sudah hampir setengahnya hancur hanya karena tarikan nafas Shin Shui.


Cun Fei sang jelmaan naga emas dan para tetua lainnya tidak jadi bertarung, mereka mendadak terdiam karena merasa tubuhnya sangat sulit untuk digerakkan.

__ADS_1


Lao Yi pun saat ini hanya bisa pasrah, sang legenda itu hanya bisa mengawasi muridnya. Meskipun tidak menyebabkan penggunanya tewas, tetap saja jika pengguna jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta tidak kuat menahan eneri yang teramat sangat besar maka akan menimbulkan efek fatal.


__ADS_2