Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Aku Tidak Mau Mati Sebelum Menikah Denganmu


__ADS_3

"Apakah dia menggunakan pedang berwarna biru dan pedangnya mengeluarkan kilatan halilintar?" tanya Tiauw Pang dengan pandangan mata selidik penasaran.


"Benar kepala tetua, dan pedang itu sepertinya bukan pedang biasa," balas Bei Chi.


"Tidak salah lagi, dia adalah kepala tetua sekte Bukit Halilintar. Dia mendapatkan gelar Pendekar Halilintar, ada urusan apa pemuda biru itu ikut membantu keluarga bangsawan Chen," kata Tiauw Pang sambil mengepalkan tangannya.


Mendengar bahwa pemuda biru yang dimaksud adalah seorang kepala tetua, semua orang-orang yang hadir dalam rapat tidak ada yang tidak kaget. Semuanya membelalakan mata, bagaimana bisa menjadi kepala tetua dengan usia semuda itu? Pikir mereka.


"Semuda itu sudah menjadi kepala tetua? Hemmm … dia yang memang terlalu kuat atau sektenya yang memang lemah kepala tetua?" tanya Bei Chi semakin penasaran.


Kalau memang sektenya sekte kecil dan lemah, ini bisa diterima oleh mereka bahwa jika pemuda itu seorang kepala tetua. Tapi kalau sektenya besar dan dia kepala tetua? Apakah dia sekuat itu? Kini diam-diam semua orang sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing.


"Kalian belum pernah mendengarnya? Sekte Bukit Halilintar adalah sebuah sekte yang masih seumur jagung. Aku dengar juga salahsatu legenda yaitu Pendekar Belalang Sembah ikut gabung dengannya. Lebih tepatnya tempat yang dijadikan sekte Bukit Halilintar sekarang adalah dulunya tempat Perguruan Bukit Awan. Sekte itu sudah tergolong sekte kelas atas, tapi tetap saja Pendekar Belalang Sembah tidak mau mengakui, dia lebih memilih untuk mengaku sebagai sekte kelas menengah."


"Sedangkan untuk pemuda itu, dia yang paling berpengaruh setelah Pendekar Belalang Sembah sendiri. Bahkan yang mengangkat nama sekte Bukit Halilintar juga kabarnya pemuda itu, sehingga walau baru seumur jagung pun sudah bisa mengguncang dunia persilatan," ucap Tiauw Pang menjelaskan sekilas tentang sekte Bukit Halilintar berikut kepala tetuanya yang masih muda yang tak lain adalah Shin Shui.


Semakin kaget lah orang-orang yang mengikuti rapat tersebut. Bahkan seumur hidup mereka baru mendengar ada pemuda yang seperti kepala tetua sekte Bukit Halilintar ini.

__ADS_1


"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan kepala tetua,"


"Kita serang saja sektenya …" kata salahsatu kepala tetua dengan gemas.


"Ahhh …"


Tiba-tiba saja Yun Mei terkaget mendengar bahwa sektenya akan diserang oleh mereka sehingga tanpa sengaja dia mengeluarkan suara. Tentu saja para tetua itu bisa mendengar suaranya, buru-buru mereka keluar dan memeriksa keadaan.


"Siapa disana?" seorang kepala tetua langsung berlari keluar ke arah sumber suara.


Dengan buru-buru Shin Shui dan Yun Mei segera lari dari tempat itu. Tapi sayang, mereka sudah diketahui oleh para tetua sebagai penyusup sehingga tiba-tiba saja para anggota sekte Siluman berhamburan keluar dan mengepung keduanya.


Yun Mei mulai tegang. Sebab keduanya kini sudah dikelilingi oleh para anggota sekte Siluman yang jumlahnya lumayan banyak. Kira-kira mungkin ada lima ratus orang banyaknya.


Belum lagi lima petinggi yaitu empat tetua dan satu kepala tetua. Keringat mulai membasahi kening gadis cantik itu.


"Shushi, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau mati sebelum menikah denganmu dulu," kata Yun Mei tanpa sadar menyebutkan sesuatu yang mungkin selama ini belum pernah ia sebutkan.

__ADS_1


Shin Shui yang mendengar itu hanya tersenyum sambil berusaha menenangkan gadis tersebut.


"Tenang saja Memei. Aku tidak akan membiarkanmu mati disini. Lihat saja nanti, kita pasti bebas," kata Shin Shui berusaha untuk membuat gadis itu jadi berani.


"Cepat tunjukan siapa kalian. Janhan bisanya hanya menyamar menjadi anggota kami saja. Berani menyusup kesini, berarti kalian sudah siap menanggung resikonya," kata salah seorang tetua dengan geramnnya sambil menunjuk ke arah Shin Shui dan Yun Mei.


Di sisi lain, para anggota sekte Siluman, atau lebih tepatnya para murid, sudah bersiap untuk melakukan pengeroyok bila memang itu diperlukan. Mereka sudah siap semua, tinggal menunggu aba-aba dari tetua mereka saja.


Tanpa menunggu lama lagi, Shin Shui dan Yun Mei langsung saja membuang pakaian sekte Siluman yanh sedang mereka pakai beserta atribut lainnya. Sehingga sekarang tampaklah seorang pendekar pria dan wanita yang tampan sekaligus cantik jelita.


Bahkan orang-orang sekte Siluman sangat menyayangkan bahwa keduanya harus menjadi penyusup, mereka merasa iba.


Tapi bagi Bei Chi, justru amarahnya yang kini sudah memuncak. Sebab bagaimana pun juga, tetua sekte Siluman itu tahu siapa kedua pendekar muda yang kini berusaha untuk menyusup tersebut.


"Kau … mau apa kau menyusup kesini? Berani sekali kau memasuki sekte ini. Benar-benar tidak bisa diberi ampunan kau …" kata Bei Chi dengan sangat marahnya. Bahkan tangan kanannya ketika menunjuk kepada penyusup yang tak lain adalah Shin Shui dan Yun Mei pun terlihat sedikit bergetar karena menahan amarahnya sendiri.


###

__ADS_1


Dua lagi nanti ya🙏kerjaan masih belum selesai, tapi nanti pasti up dua lagi🙏


Semoga dimengerti🙏


__ADS_2