Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Pendekar Belalang Sembah


__ADS_3

Setelah berhasil menewaskan semua Pendekar Lima Serangkai, Pendekar Belalang Sembah menarik kembali kabut hijau ciptaannya. Dia tidak mau ada orang yang tidak bersalah menjadi korban.


Pria paruh baya itu melangkah ke tempat Shin Shui, hawa pembunuh masih tersisa dalam dirinya dan masih bisa dirasakan. Dia berjalan perlahan ke arah Shin Shui dengan menyunggingkan senyuman.


"Kau tidak apa-apa anak muda?" tanya Pendekar Belalang Sembah.


"Tidak senior. Terimakasih untuk pertolonganmu, aku berhutang padamu," jawab Shin Shui sembari memberi hormat.


"Tidak perlu sungkan, mari biar aku obati luka-lukamu itu dengan tenaga dalam," kata pendekar itu sembari memeriksa kondisi Shin Shui. Lalu Shin Shui duduk bersila dan membelakangi Pendekar Belalang Sembah.


"Hebat, kau bisa bertahan sejauh ini melawan mereka. Kau benar-benar berbakat. Siapa namamu?" tanyanya kepada Shin Shui.


"Senior terlalu memuji, aku hanya beruntung saja. Yang muda ini bernama Shin Shui, senior. Bagaimana aku harus memanggil anda?" jawab Shin Shui.

__ADS_1


"Nama yang bagus. Panggil saja aku Yashou. Mungkin kau belum mengenalku karena kau baru saja menginjak dunia pendekar. Namun jika mereka yang susah malang-melintang di dunia pendekar, maka mereka sudah tahu betul siapa aku," kata Pendekar Belalang Sembah menjelaskan.


Selesai menjelaskan, dia langsung menarik kembali tangannya yang tadi sedang mengobati luka-luka ditubuh Shin Shui. Luka itu sekarang tidak berbekas sama sekali, bahkan, racun yang diberikan oleh salah satu Pendekar Lima Serangkai hilang sepenuhnya.


'Aa-apa? Kenapa lukaku bisa sembuh hanya dengan cara seperti ini? Bagaimana bisa?' batinya kebingungan.


Melihat Shin Shui yang kebingungan, Yashou langsung memberitahu supaya pemuda itu faham apa yang terjadi sebenarnya.


"Setiap orang bisa melakukan apa yang aku lakukan. Tapi hanya oleh orang-orang tertentu saja, mereka yang sudah bisa melakukan ini adalah para pendekar yang mampu menyerap energi langit dan bumi lalu menyatukannya supaya menjadi energi sejati. Dengan energi sejati itulah yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Tapi tidak selamanya luka luar ataupun dalam bisa disembuhkan dengan metode seperti ini," Yashou menjelaskan panjang lebar.


Pemuda itu memang terkenal dengan sikap ramah dan rendah hati kepada siapapun. Tapi jika dihadapa musuh, semua sikap itu akan sirna dan digantikan dengan sikap 'gila'.


Shin Shui sebenarnya sudah mampu menyerap energi langit dan bumi, sehingga dia bisa mengimbangi beberapa pendekar yang tingkatnya berada diatas tingkatan dia sendiri. Meskipun belum sempurna, tapi itu lebih dari cukup jika dalam situasi genting. Namun untuk melakukan pemilihan seperti Yashou, dia sama seksli tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku tahu sebenarnya kau sudah bisa menyerap energi langit dan bumi. Tapi belum bisa menyatukannya menjadi energi sejati. Orang tua ini yakin, dalam beberapa waktu ke depan kau bisa melakukan apa yang tidak bisa orang lain lakukan." kata Yahsou.


"Ngomong-ngomong, setelah ini mau pergi kemana kamu Shui'er? Dan kalau boleh tahu, kau berasal dari sekte mana?" Yashou merasa tidak mengenali pakaian dengan motif halilintar dibelakang punggung yang dikenakan Shin Shui, jadi dia memutuskan untuk menanyakannya.


"Junior ini tidak mempunyai sekte senior, aku lebih suka melakukan apa yang harus aku lakukan. Jika menurutku benar, maka aku akan melakukannya. Kata guruku, darimana kita berasal itu tidak terlalu penting, selama kita melakukan kebenaran, maka keajaiban bisa mengikuti." jawab Shin Shui.


"Hemmm … gurumu pasti orang hebat. Jika kau tidak keberatan, berkunjunglah ke Bukit Awan, letaknya berada di arah barat. Disana tempat kediamanku, dari sini setidaknya membutuhkan waktu dua minggu perjalanan jika tidak ada hambatan. Aku memiliki beberapa murid yang sepantaran denganmu. Aku harap kau mau menerima undanganku," kata Yashoun sembari menjelaskan dimana dia tinggal.


"Baik senior, aku berjanji jika urusanku sudah selesai maka aku akan pergi kesana." jawab Shin Shui.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Jika kau mau kesana, berikan lencana ini ke penjaga. Dengan lencana ini kau akan diterima dengan baik disana." kata Yahsou alias si Pendekar Belalang Sembah sambil memberikan lencana giok yang terlukiskan sebuah bukit dengan awan putih berbentuk belalang sembah.


"Terimakasih senior, aku harap aku bisa membalas kebaikanmu hari ini". Tak lama, Pendekar Belelang Sembah itu langsung menghilang dari tempat Shin Shui.

__ADS_1


Pemuda itu pun berniat untuk pergi dari kediaman walikota, sekarang kediamannya porak poranda akibat pertarungan tadi. Orang-orang disana tidak ada yang berani menampakkan diri karena ketakutan telah melanda hatinya. Shin Shui langsung melesat dari tempat kediaman walikota Huan Xi dan berniat menuju kediaman Chang Lee.


__ADS_2