
"Kau sudah sadar Shui'er. Beristirahatlah dahulu, tubuhmu masih sangat lemah." kata Lao Yi saat melihat muridnya sadar.
Lao Yi maupun Cun Fei merasa lega setelah tahu bahwa Shin Shui tidak mengalami efek yang serius akibat jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta.
"Sebenarnya ada apa guru, senior? Apa yang terjadi? Dimana para tetua sekte Tengkorak Kegelapan? Apa mereka melarikan diri?" tanya Shin Shui.
Pemuda itu benar-benar tidak ingat apapun setelah amarah dan dendamnya memuncak. Dia benar-benar kehilangan kesadarannya. Melihat Shin Shui kebingungan, akhirnya Lao Yi menceritakan apa yang baru saja terjadi.
Mendengar cerita dari gurunya, Shin Shui hanya tertegun, antara kaget dan bahagia. Kaget karena tidak menyangka dia akan melakukan sesuatu yang mustahil bagi sebagian orang, dan bahagia karena sumpah dan dendam yang dia pendam selama ini sudah terlaksana.
Di tempat kompetisi kekaisaran …
Kompetisi kekaisaran yang diadakan langsung oleh Kaisar Wei An sudah berakhir. Semua penonton nampak puas dengan kompetisi ini.
Perwakilan dari berbagai sekte kelas menengah semuanya mendapatkan sumber daya, meskipun tidak banyak tapi bagi mereka itu sudah lebih daripada cukup.
__ADS_1
Saat ini, para murid yang mewakili sekte mereka masing-masing sudah berkumpul di arena, kaisar akan membagikan langsung hadiah bagi mereka yang memenangkan kompetisi ini.
Juara pertama diraih oleh Xue Ying dari sekte Pedang Emas, juara kedua diraih oleh Qiu Qi dari sekte Teratai Putih, juara ketiga diarih oleh Dong Bo dari sekte Serigala Putih, juara keempat oleh Ji Tianming dari sekte Bulan Perak, sedangkan juara kelima diraih oleh Lian Fang dari sekte Gunung Salju.
Kelima perwakilan murid-murid tersebut akan berlatih di istana kekaisaran selama empat tahun. Sumber daya untuk mereka dan sekte masing-masing akan dijamin oleh Kaisar Wei An. Mereka akan dilatih langsung oleh Pendekar Dewa tahap lima bernama Tong San.
Tong San adalah pendekar yang dimiliki oleh Kekaisaran sekaligus pelatih bagi para murid yang masuk dalam jajaran lima besar kompetisi kekaisaran. Meskipun usia Tong San hampir 230 tahun, tapi kekuatan yang dia miliki patut di perhitungkan. Terlebih, dia terlihat seperti pria yang baru berusia 60-an tahun.
Dibawah pelatihan Tong San, setiap murid yang menjadi perwakilan sekte mereka selalu keluar menjadi salah satu pilar muda bagi aliran putih. Salah satunya adalah tetua sekte Rajawali Merah, Huo Yun.
Shin Shui sudah sadar dan pulih sepenuhnya. Saat ini dia berniat untuk kembali ke istana kekaisaran sekaligus berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Bukit Awan, tempat dimana Pendekar Belalang Sembah berada.
"Guru, senior, aku akan kembali ke istana kekaisaran untuk berpamitan. Aku akan melanjutkan perjalanan ke Bukit Awan." kata Shin Shui menyampaikan maksudnya kepada Lao Yi dan Cun Fei.
"Baiklah …" ucap Cun Fei, sedangkan Lao Yi hanya mengangguk dan segera kembali ke alam pikir Shin Shui dan segera disusul oleh Cun Fei yang langsung berubah wujud kembali menjadi Pedang Naga Emas.
__ADS_1
Kondisi sekte Tengkorak Kegelapan saat ini benar-benar memprihatinkan, bangunan sekte yang terbilang megah rata dengan tanah akibat kemarahan Shin Shui.
Tidak ada yang selamat walau satu orang sekalipun, semua orang sekte Tengkorak Kegelapan tewas ditangan Pendekar Halilintar.
Karena pakaian yang dia gunakan sebelumnya mengalami banyak robekan, Shin Shui bergegas untuk segera mengganti pakaiannya dengan yang baru. Pakaian baru Shin Shui terlihat masih berwarna biru, hanya saja warnanya sedikit lebih muda ditambah dalemannya saat ini berwarna putih.
Setelah selesai mengganti pakaian, Shin Shui segera melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dengan kecepatan tinggi. Karena kondisinya sudah benar-benar pulih, bukan hal sulit untuk bergerak lebih cepat daripada saat keberangkatannya ke sekte Tengkorak Kegelapan.
Shin Shui memilih terbang saat jaraknya sudah dekat dengan istana kekaisaran. Orang-orang disana tertegun saat melihat sesuatu yang terbang dan terlihat akan mendarat tepat di tempat tamu kehormatan.
Saat Shin Shui sudah terlihat jelas, semua orang terbelalak melebarkan matanya dengan mulut sedikit terbuka. Mereka jelas sangat kaget dengan kemampuan Shin Shui, termasuk para tetua dan kaisar sendiri.
Memang … bagi mereka yang sudah mencapai tahap tertentu bisa terbang layaknya seekor burung, tapi jika yang melakukannya seseorang yang berusia muda, tentu saja ini sangat mengagetkan, pikir mereka.
Shin Shui perlahan turun, dia terlihat seperti seorang dewa. Pemuda itu mendarat dengan sangat mulus didepan kekagetan semua orang yang ada disana.
__ADS_1
Dengan wajah tampan dan senyuman yang menawan serta pakaian yang elok dilihat oleh mata, pemuda itu benar-benar telah berhasil membius mereka semua. Air liur para gadis sedikit mengucur dari mulut mereka, rasanya baru kali ini melihat seorang pemuda yang begitu gagah, pikir mereka.