Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Perang Besar V: Pertarungan Sang Kaisar


__ADS_3

Ketiga kepala tetua sungguh kaget melihat hal ini. Bagaimana bisa ada seseorang yang mampu mematahkan pusaka seorang kepala tetua? Ketiganya sungguh tak percaya, terlebih Sin Wan sendiri. Tapi memang itulah kenyataannya.


Tanpa banyak basa-basi lagi karena sudah dikuasai amarah, Shin Shui lalu tangan kanan Sin Wan ditengah kekagetannya hingga ke sikut. Kemudian dia menebas lagi kebagian kaki kanan dan kiri.


Dia tidak peduli meskipun lawannya sudah berteriak kesakitan, hingga akhirnya dia menebas batang leher kepala tetua sekte Pedang Hitam itu.


"Ahhh …" mati.


Semua pasukan dan kedua tetua yang diselamatkannya pun bergidik ngeri. Shin Shui benar-benar kejam seperti seorang psikopat.


"Dia seperti bukan manusia. Dia lebih mirip monster jika emosinya sudah meluap …" gumam Ye Rou sambil memandang ngeri kepada Shin Shui.


Berbarengan dengan tewasnya Sin Wan secara sadis oleh Shin Shui, maka ilusi yang menjerat Ye Rou dan Xin Wu pun terlepas. Keduanya benar-benar merasa bersyukur.


Karena jika tidak ada Shin Shui, bisa dipastikan bahwa saat ini mereka sudah menyusul Huo Yun si Pangeran Rajawali ke akhirat.


"Terimakasih kepala tetua aliansi," kata Xin Wu dan Ye Rou secara bersamaan.


"Tidak perlu sungkan. Ini … telan pil ini untuk membantu mencegah racun itu. Jika semuanya selesai, aku akan membantu kalian mengeluarkan racun. Tapi jika memang tidak kuat, pergilah dan mencari para tabib," kata Shin Shui sambil memberikan satu botol kecil sebuah pil berwarna merah.


"Terimakasih kepala tetua. Kami akan tetap ikut berjuang, tapi kami butuh istirahat dahulu untuk memulihkan luka luar," kata Win Xu.


"Baiklah. Aku pergi dulu," kata Shin Shui yang langsung melesat kembali sambil memberikan serangan beruntun kepada musuh.


Perang besar pun masih saja berlanjut meski jumlah korban sudah lebih dari setengahnya. Kedua pasukan musuh sudah terlihat lelah karena mereka terus bertarung tanpa waktu jeda sedikitpun.


Dibagian sebelah kiri, Zhan Yi, kepala tetua dari tiga sekte besar aliran hitam, yaitu sekte Elang Merah, saat ini sedang membantai semua pasukan yang menyerang dirinya.


Dengan sebuah pedang bergagang kepala elang, kepala tetua itu menyerang dan membunuh siapapun yang berani menyerangnya.

__ADS_1


Kekuatannya benar-benar mengerikan, setiap kali dia melesat satu kali, maka delapan pasukan musuh tahu-tahu sudah tewas. Semua pasukan yang dia bunuh, pasti tewas dalam keadaan mengenaskan.


Seperti sekarang, kurang lebih ada seratus pasukan yang mengerubungi dirinya. Tapi kepala tetua itu masih bisa berdiri dengan tenang.


"Hanya semut-semut tak berguna, tapi begitu berani untuk melawanku. Sungguh tidak sadar diri, seranglah aku secara bersamaan supaya semuanya cepat selesai," kata Zhan Yi sambil berseru lantang kepada pasukan yang bersiap menyerangnya.


Seperti dikamondo, semua pasukan aliansi aliran putih yang mengerubungi Zhan Yi langsung menyerang secara bersamaan.


Pedang dan tombak menggulung ke arahnya. Seolah semua pusaka itu sudah siap untuk mencincang tubuh kepala tetua itu.


Sebenarnya pasukan itu tidak berani, apalagi mereka tahu siapa yang akan mereka serang. Tapi tidak ada cara lain, saat situasi seperti ini, rasa takut harus dibuang jauh-jauh.


Dan hasilnya, semua pasukan itu berani menyerang Zhan Yi. Meskipun mereka tahu bahwa ini semua tak ada bedanya dengan bunuh diri.


"WUSHH …"


Angin berderu kencang ketika pasukan sudah bergerak semakin dekat dengan Zhan Yi. Tanpa basa-basi lagi, kepala tetua itu lalu merentangkan kedua tangannya.


"WUSHH …"


Sebuah energi berwarna merah dan membentuk sepasang sayap tiba-tiba muncul diiringi deru angin yang sangat kencang dan tajam menerjang semua pasukan itu.


"Ahhh …"


Ratusan pasukan menjerit menyayat hati ketika energi itu menghantam dan menghempaskan dirinya ke belakang hingga cukup jauh. Senjata yang sudah mereka genggam dengan erat, bisa terlepas dan beterbangan.


Bahkan sebagian senjata ada yang membunuh tuanya sendiri. Hanya sekali serang bahkan tanpa menyentuh, semua pasukan aliansi aliran putih yang berniat menyerang Zhan Yi kini sudah meregang nyawa.


"Hahaha … kekuatanku akhirnya bertambah hebat. Aku akan mencobanya lagi," kata Zhan Yi berniat untuk menyerang pasukan musuh yang lumayan jauh dengan cara yang sama.

__ADS_1


"WUSHH …"


Serangan seperti sebelumnya kembali dilancarkan oleh Xhan Yi, bahkan lebih hebat. Perkiraan dia, jika serangan ini berhasil maka setidak seratus orang pasukan musuh bisa dia tewaskan juga.


Tapi ternyata perkiraan Zhan Yi sama sekali tidak terbukti. Bukannya melesat menyerang, tapi jurus yang dia lancarkan malah berbalik menyerang dirinya.


Zhan Yi melompat tinggi untuk menghindari jurusnya sendiri itu sambil beberapa kali bersalto di udara. Dia luput dari serangannya sendiri, tapi akibatnya pasukan yang dia pimpin terhempas seperti halnya pasukan aliansi aliran putih sebelumnya.


"Keparat!!! Siapa yang berani menahan jurusku heh? Tunjukan wajahmu dasar pengecut. Jangan membuat Iblis Elang Merah geram," ucapnya dengan nada sangat marah. Suaranya menggema karena dibarengi dengan tenaga dalam.


"Aku yang melakukannya," kata seseorang dibalik kepulan debu, persis sepuluh tombak didepan dirinya.


Orang itu melangkah perlahan ke arah Zhan Yi. Langkahnya begitu berwibawa, aura yang mirip api menyelimuti seluruh tubuhnya. Dengan hanfu merah serta baju dalam kuning, orang itu benar-benar terlihat gagah.


"Kaisar Wei An …" seru Zhan Yi dengan muka yang sedikit memerah.


"Benar. Kenapa? Kau kaget? Aku tidak akan pernah diam berpangku tangan jika semua orang berjuang mati-matian," kata kaisar muda itu. Suaranya berat dan matanya sudah memancarkan kemarahan.


"Kaget? Hahaha … justru aku bersyukur karena tidak perlu susah payah mencarimu. Aku akan mengirimmu ke neraka," ucap Zhan Yi dengan lantang.


"Bagus, itu yang aku inginkan. Seorang pendekar sejati tidak akan pernah menarik ucapannya. Mari kita buktikan, siapa yang akan pergi ke neraka lebih dulu," jawab Kaisar Wei An.


Tanpa banyak bicara lagi, Zhan Yi menyerang kaisar muda itu lebih dulu. Pedang bergagang kepala elang miliknya sedikit memancarkan cahaya merah di dua bola matanya.


Kaisar Wei An yang sudah tahu akan hal ini maka dia juga sudah siap siaga. Dengan Zirah Dewa Api dan Tombak Dewa Api yang merupakan hadiah dari Shin Shui ketika pelantikannya dulu, kaisar itu sudah siap untuk bertarung hingga diantara keduanya ada yang tewas.


Dua buah pusaka sudah bertemu, serangan demi serangan mulai dilancarkan oleh keduanya. Zhan Yi memberikan tusukan ataupun sayatan dengan pedangnya, tapi semua itu bisa ditahan dengan mudah.


Kaisar Wei An pun tak mau kalah, dia menyerang lawan degan tusukan tombak yang sangat berbahaya. Suara dentingan pusaka mulai terdengar, angin bertiup tajam mewarnai pertarungan mereka.

__ADS_1


Ini merupakan pertarungan hidup dan mati yang pertama kali bagi kaisar muda itu. Meskipun dia jarang bertarung, tapi dia tidak malas untuk latihan. Sehingga sekarang kaisar muda itu sudah menguasi jurus-jurus kuno dan dahsyat.


Bahkan tingkat pelatihannya saat ini sudah mencapai Pendekar Dewa tahap enam akhir. Setara dengan Zhan Yi. Keduanya sudah bertarung puluhan jurus, tapi sepertinya pertarungan mereka seimbang hingga sejauh ini.


__ADS_2