Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Amarah Shin Shui V: Kekuatan Dewa Halilintar Yang Mengerikan


__ADS_3

"Arghhh …"


Shin Shui beteriak dengan sangat keras. Suaranya terdengar sampai jarak beberapa kilometer. Gemuruh dan sambaran halilintar menyambar entah berapa banyak. Rasanya, hari ini benar-benar seperti hari akhir.


Langit seperti marah, matahari mendadak lenyap dari pandangan. Awan yang cerah benar-benar berubah menjadi hitam kelam, seolah mereka juga merasakan dendam yang teramat dalam atas kematian orang tua Shin Shui oleh sekte Tengkorak Kegelapan.


Saat ini, ditempat sekte Tengkorak Kegelapan semuanya tidak ada yang bisa bergerak. Kecuali Lao Yi, itupun dengan sangat terbatas. Gravitasi bumi bagaikan berubah menjadi beberapa kali lipat menjadi lebih berat.


Shin Shui berhenti dari teriakannya. Saat ini tidak ada suara yang keluar dari pemuda itu, yang ada hanya suara nafas yang memburu dan sorot mata yang sangat menyeramkan.


Kesepuluh tetua sekte Tengkorak Kegelapan benar-benar sudah putus asa. Mereka jadi kebingungan kenapa ada orang yang ingin menghancurkan sekte mereka sampai seperti ini.


"Dengar manusia iblis, muridku ingin menghancurkan sekte kalian karena sekte ini sudah membunuh orang tua dan keluarganya saat kalian menghancurkan desa-desa pinggiran yang berdekatan dengan ibu kota kekaisaran." Lao Yi angkat bicara saat melihat wajah para tetua itu kebingungan.


Namun nada yang dia sampaikan juga mengandung energi kebencian. Bagaimanapun juga pemuda yang saat ini marah adalah murid satu-satunya, pikir Lao Yi.


"Perkenalkan, ini muridku Pendekar Halilintar, dan aku sendiri adalah sang legenda, Pendekar Guntur." kata Lao Yi tegas. Matanya langsung berubah menjadi kilatan listrik. Langit bergemuruh kembali saat Lao Yi berkata demikian.


"Shui'er, dengarkan guru. Lakukan apa yang ingin kau lakukan, jangan membuang waktu. Aku tidak akan menghalangimu lagi." ucap Lao Yi yang segera mundur jauh ke belakang lalu diikuti oleh Cun Fei.


Cun Fei yang melihat Shin Shui menjadi monster seperti sekarang hanya bisa membatin saat melihat kekuatan yang sangat dahsyat keluar dari tuannya.

__ADS_1


"Benar-benar kekuatan yang maha dahsyat. Pantas saja senior Lao bisa menjadi legenda. Ajaran Kitab Halilintar memang mengerikan." gumam Cun Fei sembari memperhatikan Shin Shui tanpa berkedip.


"Mati kalian manusia."


"Arghh …"


"DUARR … GELEGAR …"


Dentuman yang teramat keras benar-benar mengguncang tempat itu. Sekte Tengkorak Kegelapan seperti mendapat gempa bumi yang besar.


Tanah berguncang dengan keras. Halilintar terus menyambar tanpa henti. Hutan disekitar tempat sekte Tengkorak Kegelapan berdiri menjadi tandus. Pohon-pohon tumbang dan gosong akibat halilintar yang entah berapa banyak jumlahnya.


Kesepuluh tetua sekte Tengkorak Kegelapan satu-persatu mulai tersambar halilintar itu.


"Ampunn …"


"Tolong …"


Satu-persatu dari mereka menjerit menahan sakit sambaran halilintar. Mereka tewas bergelimpangan dengan sangat mengkhawatirkan. Tubuh mereka hitam legam, dada mereka hancur, bahkan bolong akibat keganasan jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta.


Para tetua itu tewas dengan membawa rasa ketakutan ke alam kematian mereka. Halilintar masih saja menyambar dengan ganas meskipun para tetua itu telah tewas. Tidak berhenti sampai disitu, Shin Shui yang sudah hilang kesadarannya menunjuk bangunan sekte Tengkorak Kegelapan.

__ADS_1


"GELEGAR … DUARR …"


"KRAKK … KRAKK … BRUG…"


Hanya dalam hitungan menit, bangunan itu rata dengan tanah. Lao Yi dan Cun Fei hanya bisa tertegun atas apa yang mereka lihat saat ini. Setelah para tetua dan bangunan sekte Tengkorak Kegelapan rata dengan tanah, halilintar perlahan mulai menghilang.


Shin Shui bisa dengan mudah meratakan sekte ini bukan tanpa alasan, bisa dibilang yang meratakan bukanlah dirinya. Yang melakukannya adalah jurus Dewa Halilintar Mengguncang Semesta, sebab Shin Shui dikuasai jurus itu sendiri saat melakukannya. Jika dengan kekuatannya saat ini, tentu saja dia tidak akan mampu. Apalagi menghadapi sepuluh tetua sekaligus.


Langit perlahan mendadak terang kembali, matahari yang dari tadi setia menunggu langsung menampakkan cahayanya. Sementara itu, Shin Shui yang daritadi kehilangan kesadaran dan dibungkus halilintar perlahan mulai kembali ke tubuh aslinya.


Dia sangat lemas, nafasnya terengah-engah. Baju yang dia kenakan banyak mengalami robekan. Mukanya pucat, Shin Shui mulai kehilangan keseimbangannya sehingga akan tersungkur ke tanah. Tapi sebelum itu terjadi, Lao Yi buru-buru menahan tubuh muridnya itu.


Sang legenda tersebut langsung membaringkan tubuh Shin Shui yang kini tidak berdaya. Lalu dia segera menyalurkan energi sejati miliknya untuk membantu mengembalikan kesadaran dan tenaga Shin Shui yang hilang.


Cun Fei hanya bisa melihat tanpa membantu, dia memilih berjaga karena takut ada yang mencuri pandang dari kejauhan. Murid dari legenda itu baru saja siuman setelah daritadi tidak sadarkan diri.


###


Semoga terhibur, selamat membaca🙏


Jika ada saran dan masukan silahkan tulis di komentar dengan bijak. Saya selaku author akan memperbaikinya dengan senang hati. Tanpa pembaca penulis bukanlah apa-apa.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, kalau bisa votenya juga😁like kalian berarti bagi kami.


Selamat Malam Minggu☕


__ADS_2