
"Apakah apa yang kalian ucapkan itu benar? Atau … hanya sebuah siasat belaka?" tanya Shin Shui dengan mengeluarkan sedikit aura pembunuh.
"Tidak tuan muda, tidak. Kami serius, sungguh. Kalau tuan muda berkenan, biarkan kami bergabung denganmu. Kami janji akan merubah arah dan jalan pandangan hidup kami," kata salahsatu dari mereka.
Mereka masih tetap berlutut dan memohon supaya Shin Shui mengizinkan mereka untuk bergabung bersamanya. Shin Shui tidak langsung mempercayainya, dia sengaja mendiamkan mereka dalam posisi bertekuk lutut seperti itu cukup lama.
Namun setelah beberapa saat mereka tetap tidak merubah posisinya, akhirnya Shin Shui menyuruhnya untuk bangun. Pemuda itu lalu mengampuni keduanya dan mengizinkan mereka untuk gabung bersama Perguruan Bukit Awan.
"Terimakasih tuan muda. Perkenalkan aku Hong Liong, dan ini temanku Wu Chi," kata pendekar yang bernama Hong Liong memperkenalkan diri.
Di sisi lain, orang-orang dari Perguruan Bukit Awan termasuk Yashou dan Yun Mei tidak bisa berkata apa-apa ketika keduanya melihat kekuatan asli Shin Shui saat bertarung tadi.
Mereka hanya bisa terkagum-kagum dengan mimik wajah tidak percaya. Bahkan Yashou sendiri pun yakin bahwa dia tidak dapat melakukan apa yang Shin Shui lakukan beberapa saat lalu tersebut.
Kini mereka sudah benar-benar percaya dengan kabar seorang pendekar muda yang bisa melakukan apa yang orang lain tidak bisa dilakukan. Bagaimana tidak? Mereka sudah melihat didepan mata kepala mereka sendiri saat bagaimana pendekar muda itu membantai puluhan musuh.
"Senior, maaf aku sudah membuat keributan ditempatmu. Padahal aku baru beberapa hari disini, jika ada yang harus aku ganti kau tinggal bicara saja," kata Shin Shui sembari membungkuk hormat kepada Yashou.
Yashou termenung sesaat, dia tidak langsung menjawab perkataan Shin Shui. Sekilas kenangan masa lalunya tentang Lao Yi terbayang kembali.
'Anak ini bahkan mewarisi sifat dirimu sahabatku, aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengannya.' batin Yashou sembari tersenyum simpul.
Menurut Yashou, Shin Shui sangat mirip sifatnya dengan Lao Yi si Pendekar Guntur. Dimana sang legenda tersebut juga memiliki sifat 'gila' kepada musuh tetapi sangat lembut terhadap orang lain.
__ADS_1
Bahkan pendekar tua itu berfikir bahwa Lao Yi mengajarkan juga bagaimana supaya sifat Shin Shui mirip dengannya, tapi rasanya hal itu tidak mungkin bukan? Karena sifat seseorang sudah ada sejak bawaan lahir, pendekar tua tersebut langsung menepis jauh-jauh asumsi tidak jelas itu.
"Tidak Shui'er. Bahkan aku berterimakasih kepadamu karena telah menjaga perguruanku dari kehancuran," kata Yashou sembari menepak pundak Shin Shui.
"Ah baiklah senior. Untuk semuanya aku mohon maaf jika sudah memberikan pemandangan yang buruk kepada kalian semua." kata Shin Shui kepada para murid Perguruan Bukit Awan.
Para murid tersebut tidak ada yang berani menjawabnya, mereka hanya menganggukkan kepalanya. Rasa hormat dan kagum bertambah dihati mereka semua, termasuk Yashou dan Yun Mei.
Bahkan, Hong Liong dan Wu Chai sendiri kaget melihat Shin Shui. Dia sungguh terkejut saat melihat sifat asli pendekar muda itu, bagaimana sifatnya bisa bertolak belakang ketika berhadapan dengan musuh dan ketika berhadapan dengan orang lain? Entahlah, mereka bahkan tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu.
"Baiklah, semuanya ayo kita kembali ke dalam. Senior Hong dan senior Wu, mari ikut kami. Kau akan segera menjadi bagian Perguruan Bukit Awan," kata Shin Shui sembari mengajak Hong Liong dan Wu Chi.
Tak mau menunggu lama, kedua pendekar itu langsung ikut bergabung bersama orang-orang Perguruan Bukit Awan, mereka berniat untuk kembali ke dalam. Tapi sebelum melangkahkan kaki, tiba-tiba Shin Shui menghentakkan kakinya ke tanah.
"DUARR …"
Ledakan itu langsung menghancurkan gerbang Bukit Awan. Mereka kaget bukan main atas kejadian ini, jika Shin Shui telat beberapa detik saja maka bisa dipastikan mereka akan tewas karena serangan itu.
"Ada apa lagi Shui'er?" tanya Yashou dengan panik.
"Ada satu lagi tamuctak di undang senior. Sudahlah, biar aku saja yang mengurusnya," ucap Shin Shui langsung berbalik badan menghadap ke luar gerbang.
"Tuan muda, biar kami saja yang melawannya. Ini sebagai bukti bahwa kami serius ingin bergabung denganmu," kata Wu Chai menawarkan diri.
__ADS_1
Wu Chi berharap bahwa ketika dirinya melawan seseorang yang menyerang dengan tiba-tiba itu maka Shin Shui dan yang lainnya akan segera percaya. Tapi ternyata Shin Shui dengan sopan menolak tawaran Wu Chi tersebut.
"Tidak usah senior. Ini masalahku, jadi kalian tidak boleh ikut campur. Maaf, bukan aku merendahkan kalian semua, tapi bagiku sangat pantang jika urusan pribadiku dibantu dengan orang yang tidak bersangkutan," kata Shin Shui dengan lembut.
Mendengar jawaban pemuda itu, Yahsou pun bahkan tidak jadi angkat bicara. Dia sudah faham bagaimana sifat Shin Shui yang mirip dengan sahabatnya, Lao Yi. Akhirnya mereka semua mundur beberapa jarak ke belakang dan kembali menjadi penonton seperti sebelumnya.
Bersamaan dengan itu, terlihat di depan sana ada seorang pendekar yang sedang terbang menuju ke Bukit Awan. Pendekar itu hanya seorang diri, tapi meskipun begitu kekuatan sudah dipastikan setidaknya mencapai Pendekar Dewa tahap empat ataupun lima.
Berselang beberapa menit, pendekar yang tadi terbang itu telah tiba dan turun hanya beberapa meter dari Shin Shui. Pendekar tersebut menggunakan tudung dari anyaman bambu, pakaiannya hitam, sedangkan wajahnya cukup tampan dengan rambut panjang merumbai.
Kira-kira umurnya terlihat seperti baru 50 tahun, tapi kalau umur aslinya tidak bisa dipastikan karena Shin Shui sendiri tidak tahu pasti. Namun jika dilihat dari kekuatan, jelas bahwa pendekar itu lebih kuat dari Pendekar Dewa yang merupakan sewaan dari keluarga Liu tadi.
"Maaf senior, ada apa tujuan senior kemari dan apa alasannya senior menyerang kami?" tanya Shin Shui dengan hormat kepada pendekar itu.
"Aku mencari seorang pria muda yang berurusan dengan keluargaku," kata pendekar tersebut.
"Apakah keluarga senior keluarga Liu?" tanya Shin Shui.
"Benar, apakah kau tahu dimana pemuda itu?" tanyanya lagi kepada Shin Shui.
Pendekar itu masih bertanya dan menjawab cukup ramah. Karena dia berpikir pemuda yang didepannya saat ini tidak tahu apa-apa. Padahal, pemuda yang dia cari adalah pemuda yang sedang bicara dengannya.
"Hemmm … ternyata senior mencariku? Perkenalkan, aku adalah orang yang mempunyai masalah dengan keluarga Liu. Akulah orang yang kau cari saat ini, Pendekar Halilintar. Dan lihat, bahkan keluargamu tewas ditanganku," kata. Shin Shui.
__ADS_1
Tanpa berbasa-basi lagi, pemuda itu segera mengeluarkan aura pembunuh yang cukup kuat. Orang-orang dari bukit awan dan yang lainnya mundur beberapa langkah ketika melihat Shin Shui mulai bergerak, terlebih karena mereka merasa tertekan oleh aura pembunuh Shin Shui.