Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Tujuan Utama ke Istana


__ADS_3

Setelah melihat tidak ada yang memotong pembicaraannya, Shin Shui lalu berniat melanjutkannya kembali.


"Tujuanku kesini sebenrnya untuk memberitahukan bahwa walikota Matahari Terbenam sudah tewas. Dan yang membunuhnya aku sendiri," kata Shin Shui dengan santai.


Orang-orang yang ada di ruangan itu mendadak memasang wajah lebih serius. "Maaf pendekar muda, tapi apa alasan anda membunuh walikota Matahari Terbenam, bukankah kota itu di pimpin oleh paman Huan Xi?" tanya kaisar. Meskipun dia sedikit curiga, tapi dia juga tahu bahwa apapun ada sebab dan alasannya.


"Pertanyaa yang bagus kaisar," Shin Shui tersenyum sebelum melanjutkan bicaranya. "Aku membunuhnya karena dia akan membunuhku. Dan asal kaisar tahu saja, orang tua itu sangat jauh dari sosok pemimpin. Anaknya sering membuat masalah, bahkan dia sendiri pun sama. Orang-orang disana tidak suka dengan kepemimpinannya, tapi tidak berani untuk bersuara karena dia terkenal kejam."


"Orang-orang yang hidup di pinggiran kota hidup jauh dari kata sejahtera. Walikota itu sering melakukan korupsi, bahkan ada kabar bahwa dia bekerjasama dengan aliran hitam. Termasuk dengan Pendekar Lima Serangkai. Beberpa hari lalu aku bertarung dengan mereka, hinga pada akhirnya senior Pendekar Belalang Sembah datang membantu dan membunuh mereka." Shin Shui menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


Mendengar cerita pahlawan muda itu, mereka semua sedikit tidak percaya. Tapi mereka juga faham, bahwa pemuda yang ada dihadapannya saat ini tidak dalam keadaan berbohong.


"Hemmm … sungguh, berita yang sangat membuat kami semua terkejut. Terlebih karena karena keterlibatan Pendekar Lima Serangkai dan kemunculan Pendekar Belalang Sembah," kaisar Wei An tidak bisa menutupi keterkejutannya.


"Mungkin … sekarang di kota Matahari Terbenam tidak ada yang memimpin. Tapi kalau di perkenankan, aku akan memberikan usul bahwa yang cocok untuk menggantikan orang tua Huan Xi adalah senior Chang Lee. Dia mempunyai kepribadian yang baik dan kepedulian terhadap sesama yang besar, ditambah dia juga merupakan seorang tabib."


"Saat ini dia sedang merenovasi desa bernama Desa Miskin. Aku menyumbangkan sedikit yang aku mampu, tapi karena aku memiliki banyak urusan, aku menyuruh senior Chang Lee meneruskan renovasi desa itu," kata Shin Shui sembari memberikan usul untuk melantik Chanh Lee menjadi walikota berikutnya.


"Terimakasih karena kaisar telah menerima usulan ini. Aku berani bertanggungjawab jika senior Chang Lee tidak dapat memimpin dengan baik." kata Shin Shui.

__ADS_1


Setelah usulan dan penjelasannya sudah disampaikan kepada kaisar, suasana disana kembali hening sebelum akhirnya penasihat Mu angkat bicara.


"Ahh … hampir saja aku melupakan sesuatu yang sangat penting. Pahlawan muda, dalam waktu satu minggu lagi istanan kekaisaran akan dipenuhi banyak orang. Kaisar Wei An akan mengadakan kompetisi bela diri. Dalam kompetisi, siapapun boleh menjadi peserta. Saya harap pahlawan muda bersedia tinggal disini sampai acara digelar. Pendekar muda akan menjadi tamu kehormatan istana, dan tentunya akan menjadi panutan bagi generasi muda yang lainnya," kata penasihat Mu kepada Shin Shui.


Kompetisi ini sebenarnya sudah sering digelar tiga tahun sekali saat kaisar Wei Lhuo belum meninggal. Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk menciptakan murid-murid berbakat dari aliran netral dan aliran putih.


Siapapun bisa ikut didalamnya, hadiah yang diperoleh bagi juara biasanya menggiurkan, terlebih bagi mereka yang berada dalam urutan lima besar akan menjadi bagian kekaisaran. Mereka akan dilatih oleh pasukan khusus yang sudah mencapai Pendekar Dewa tahap lima.


"Hemmm … sepertinya menarik. Baiklah, jika kaisar memperbolehkan aku akan tinggal beberapa waktu disini," kata Shin Shui. Dia sungguh penasaran karena sedari dulu belum pernah sekalipun melihat kompetisi bela diri.

__ADS_1


"Tentu pahlawan muda. Aku sama sekali tidak keberatan, bahkan jika kau ingin menetap di istana ini, dengan senang hati aku akan menerimanya," kata kaisar Wei An dengan sedikit senyuman terlukis di bibirnya.


__ADS_2