Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kecurigaan Shin Shui


__ADS_3

Hari sudah pagi, mentari pun sudah memberikan sinar jingga ke bumi karena memang baru muncul. Burung-burung berkicau menyambut suasana baru. Hawa pun begitu sejuk dipagi ini.


Keadaan di sekte Bukit Halilintar seperti biasanya, semua orag sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Para tetua pun sudah berkumpul ditempat biasa sambil menikmati secangkir teh. Mereka akan kembali melanjutkan pembahasan kemarin.


"Tetua Yashou, sebentar lagi aku akan pergi ke istana. Aku harap berbarengan dengan itu, surat untuk semua sekte besar pun sudah jadi dan siap disebarkan," kata Shin Shui ditengah obrolan.


"Baik kepala tetua, aku akan segera membuatnya nanti. Ketiga muridku sendiri akan menyebarkan surat tersebut," ucap Yashou.


Maksud Shin Shui memberikan surat kepada semua sekte aliran putih yang ada disekitar kekaisaran Wei tak lain karena dia berencana untuk membentuk sebuah aliansi besar.


Tentunya hanya itu satu-satunya cara untuk melawan kekuatan besar yang dimiliki oleh aliran hitam. Semakin banyak yang tergabung dalam aliansi nanti, maka akan semakin besar pula peluang untuk bisa melawan.


Waktu terus berjalan cepat, saat ini mentari sudah muncul seluruhnya dan Shin Shui pun sudah bersiap-siap untuk menuju ke istana kekaisaran.


"Semuanya, aku pamit pergi dulu. Aku tidak akan lama, setelah semua urusan selesai, aku akan segera kembali," kata Shin Shui.


"Shushi apakah aku boleh ikut?" tanya Yun Mei dengan tatapan mata penuh harap.


"Tidak Meimei. Keadaan sedang kurang baik dan sekte kita pun membutuhkan dirimu. Kau diamlah disini bersama tetua yang lain untuk menjaga keamanan sekte kita, aku janji tidak akan lama," kata Shin Shui sambil tersenyum lembut.


Mendengar jawaban Shin Shui seperti itu, awalnya Yun Mei nampak kecewa. Tapi dia diam sejenak memikirkan ucapan pria yang dia sayangi itu.


Dan ucapan Shin Shui memang benar, kondisi sekarang ini harus ditanggapi dengan serius. Karena mungkin ini menyangkut nyawa semua orang.


"Baiklah, tidak papa. Kau jaga diri baik-baik Shushi," ucap Yun Mei sambil tersenyum pula.


"Pasti Meimei,"


Shin Shui pun lalu mendekat kepada wanita itu lalu mencium keningnya dengan lembut. Para tetua yang melihat hal ini tentu sedikit cemburu, tapi mereka tidak berani berkata apa-apa. Nasib para orangtua ketika melihat yang muda, merela hanya bisa menghela nafas saja.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, aku pamit pergi dulu. Jangan antarkan aku, aku tidak ingin membuat kecurigaan," kata Shin Shui dengan tegas.


Semua tetua pun menurut apa yang kepala tetua mereka ucapkan. Mereka hanya bangkit dari tempat duduk saja ketika Shin Shui berlalu pergi.


Para murid yang sedang berlatih pun berhenti sejenak saat kepala tetua mereka lewat, semuanya memberi hormat.


Setelah sampai diluar, Shin Shui lalu mengeluarkan burung Phoenix biru dari Kantong Siluman miliknya. Sedangkan San Ong dan Ong dan disuruh untuk menjaga keamanan sekte pula.


Dengan ditemani burung peliharaannya, Shin Shui langsung terbang melesat dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tidak bersantai lagi karena bencana besar sudah didepan mata.


Sementara itu, setelah kepergian Shin Shui, para tetua pun membubarkan diri dan mulai bekerja. Yashou masuk ke ruangannya diikuti ketiga murid. Kemudian Pendekar Belalang Sembah itu menulis sebuah surat yang ditujukan untuk semua kepala tetua sekte aliran putih.


Setelah selesai menulis surat, dia pun memberikan kepada tiga muridnya dan memerintahkan mereka untuk bergerak secepat yang mereka bisa.


"Serahkan semuanya kepada kami guru. Dua atau tiga hari kemudiam kami akan kembali," kata Lin Zong He.


"Bagus, lakukan segera tugas kalian."


###


Sepuluh hari dari kepergian Shin Shui sudah berlalu, saat ini pemuda biru tersebut sudah hampir tiba di istana kekaisaran Wei.


Karena dia tidak pernah berhenti kecuali untuk mengisi perut dan lainnya, perjalanan yang harusnya ditempuh selama empat belas hari itu pun akhirnya bisa dipercepat menjadi sepuluh hari saja. Selain itu, Shin Shui juga memang mempercepat perjalanan dan tidak seperti biasanya.


Selama perjalanannya tidak ada kejadian-kejadian yang menghambat dirinya. Ternyata benar kata Lu Xiang Chuan, semenjak kejadian tewasnya Dewi Pedang Kembar, kejahatan yang sering terjadi pun berkurang.


Berselang dua puluh menit kemudian, Shin Shui sudah tiba didepan gerbang utama istana kekaisaran. Disana ada delapan orang penjaga, tapi sepertinya mereka baru. Karena Shin Shui seperti asing dengan wajah mereka.


"Berhenti, tunjukkan tanda pengenalmu," kata salah seorang penjaga.


Tanpa berkata apa-apa, Shin Shui menunjukkan lencana dan tanda jabatannya sebagai kepala tetua sekte Bukit Halilintar. Terkejutlah kedelapan penjaga itu saat melihat siapa orang yang ada didepannya.

__ADS_1


Tanpa basa-basi Shin Shui disuruh masuk, tapi meskipun sudah masuk, kedelapan mata penjaga tetap memperhatikan dirinya dengan tatapan tajam. Seperti berniat untuk membunuh.


Ternyata kejadian seperti tadi bukan hanya digerbang utama saja, melainkan digerbang kedua dan ketiga pun Shin Shui diperlakukan hal yang sama.


Semua penjaga gerbang kaget ketika mengetahui siapa Shin Shui. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang berani melakukan hal konyol.


Kedatangan Shin Shui ke istana kekaisaran sesungguhnya mengejutkan para petinggi, karena memang dia tidak memberitahukan terlebih dahulu.


Sehingga ketika para petinggi yang sudah tahu melihat kedatangan Shin Shui, mereka langsung memberi hormat dan berniat untuk memberikan penasihat Mu Ying dan lainnya.


"Ahhh … pahlawan muda, ehhh … euuu … ma-maksudku kepala tetua sekte Bukit Halilintar," ucap orang tua itu gugup.


"Tidak perlu terlalu formal penasihat Mu. Aku kesini ingin bertemu dengan kaisar, ada hal penting yang ingin aku bicarakan," kata Shin Shui dengan serius.


Melihat bahwa pemuda biru itu serius, Mu Ying pun berniat mengajaknya ke ruang utama untuk bertemu dengan kaisar. Tapi sebelum itu, tiba-tiba Shin Shui menghentikan langkahnya.


"Maaf kalau aku tidak sopan penasihat Mu, tolong kau kumpulkan prajurit baru kekaisaran yang bergabung beberapa waktu lalu. Ada suatu hal yang akan aku urus," kata Shin Shui.


"Ta-tapi …"


"Cepatlah, aku ingin bertemu mereka lebih dulu sebelum bertemu dengan kaisar. Aku merasa curiga," kata Shin Shui sedikit memaksa.


"Baiklah. Pahlawan muda tunggu sebentar disini, aku akan mengumpulkan mereka semua. Tapi, apa yang kau curigakan?" tanya penasihat Mu Ying penasaran.


"Bagus, jangan sampai kaisar mengetahuinya. Nanti kau tau sendiri," ucap Shin Shui singkat.


Tak perlu waktu yang lama, hanya beberapa saat saja penasihat Mu Ying sudah berhasil mengumpulkan semua prajurit baru, termasuk para penjaga gerbang. Kira-kira jumlahnya hampir mencapai tiga puluhan dan hampir semua sudah mencapai tingkatan Pendekar Bumi tahap enam.


Kini Shin Shui sudah berada disebuah halaman luas bersama para prajurit itu dan ditemani oleh Mu Ying sendiri. Pemuda biru itu menatap tajam semua prajurit yang ada dihadapannya.


###

__ADS_1


Terimakasih untuk yang selalu mendukung, semoga apa yang sudah kalian berikan digantikan oleh Tuhan. Silahkan berkomentar dengan tutur bahasa yang enak dibaca, kalau bisa berikan juga saran dan lain sebagainya😁🙏


__ADS_2