Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kekuatan Dua Siluman Kera


__ADS_3

"Tidak. Aku tetap tidak akan pergi dari tempat ini sebelum sesuatu yang aku cari dapatkan. Kenapa semua harus selalu memakai cara kekerasan. Apakah tidak bisa jika bicara baik-baik?" kata Shin Shui nadanya masih tenang.


Tapi dia sudah mengambil sikap waspada karena kedua siluman kera itu sudah menatapnya dengan sangat tajam dan penuh kebencian.


"Tentu saja. Jika kau kuat, maka tentunya kau boleh melakukan apa saja. Tapi jika tidak, kau memang pantas untuk pergi dari sini. Bahkan pantas untuk mati. Sekarang, terimalah ini …" kata salahsatu siluman kera yang langsung menyerang Shin Shui.


Untung saja pemuda biru itu sudah bisa memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sehingga ketika serangan dadakan itu datang, Shin Shui langsung menyuruh phoenix biru pergi lalu dia menghindari serangan tersebut.


Satu siluman kera sudah bertarung dengan Shin Shui. Sedangkan yang satu lagi hanya diam dan memerhatikan rekannya yang sedang bertarung.


Siluman kera dan Shin Shui sudah bertukar jurus, pukulan dan tendangan sudah terlihat berkelebatan. Serangan demi serangan sudah dilancarkan oleh keduanya.


Siluman kera mengeluarkan gerakan yang aneh. Dia melompat kesana kemari lalu menyerang Shin Shui dari tempat yang tidak disangka. Setiap serangan siluman kera menimbulkan deru angin cukup kencang.


Sehingga ketika pemuda biru tersebut menahan serangan siluman kera, maka dia akan terpundur sedikit ke belakang. Puluhan jurus berlalu, tapi pertarungan itu masih terlihat sengit.


Bahkan Shin Shui juga cukup kaget dibuatnya, karena rasanya baru kali ini dia melawan seekor siluman yang mempunyai kekuatan mengerikan.


Menurut penglihatan matanya yang tajam, siluman kera yang dia hadapi kini jika diukur kekuatannya mungkin setara dengan Pendekar Dewa tahap enam. Artinya adalah siluman itu hampir setara dengan dirinya.


Apalagi Shin Shui juga merasakan bahwa siluman itu bukan hanya mempunyai kekuatan fisik yang kuat saja, melainkan dia juga memiliki tenaga dalam dengan jumlah besar.


Tentu saja ini bukanlah hal mudah untuk pemuda biru itu. Saat ini Shin Shui mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya karena menyadari kera itu bukanlah siluman biasa.


Perkataan itu memang ada benarnya, mengingat kedua siluman kera tersebut merupakan penguasa. Selain itu, umur keduanya pun cukup tua sekali.


Siluman dan manusia tentunya berbeda, jika siluman semakin tua maka kekuatan yang dimiliki pun semakin mengerikan.


Siluman kera terus memberikan serangan yang mematikan. Dia menyerang bagian tubuh yang berbahaya bagi lawan. Kini siluman kera tersebut berusaha untuk mendesak Shin Shui.

__ADS_1


Karena daritadi sudah berusaha untuk menangkis dengan gerakan biasa namun hasilnya nihil, sekarang Shin Shui berniat untuk lebih serius dan mengeluarkan jurus silat dari dasar Kitab Halilintar.


Pemuda biru itu mulai menyalurkan tenaga dalamnya dengan jumlah besar. Aura biru mulai merembes keluar dari tubuhnya. Matanya sudah mengeluarkan kilatan halilintar.


Shin Shui membalas serangan yang datang kepadanya kali ini, dia pun mulai memberikan pukulan-pukulan tajam yang sanggup menghancurkan batu karang.


Setiap pukulannya mengandung tenaga dalam dengan jumlah besar, jadi sebelum pukulan itu mengenai lawan, deru angin sudah lebih dahulu menyambar.


Pukulan dan tendangan mulai diberikan tiada henti oleh Shin Shui. Dia menyerang tanpa memberikan jeda walau sebentar, sehingga secara perlahan siluman kera pun merasa dirinya terdesak.


Karena menyadari rekannya dalam posisi tidak menguntungkan, siluman kera yang daritadi hanya diam menyaksikan pun kini ikut turun tangan juga.


Sehingga sekarang ini Shin Shui harua melawan kedua siluman kera tersebut secara bersamaan. Serangan keduanya pun sangat baik. Karena kedua siluman kera itu saling melengkapi satu sama lain. Meskipun Shin Shui berhasil membalas serangan, tapi ternyata mereka mempunyai benteng pertahanan yang sulit ditembus lawan.


Karena gerakan keduanya semakin baik, seiring berjalannya waktu Shin Shui kembali terdesak. Sehingga suatu ketika, dua buah pukulan yang sangat kuat menghantam telak perut dan ulu hatinya.


Shin Shui berniat bangun, tapi dengan segera kedua siluman kera melesat dan menghajarnya kembali dengan pukulan yang tak kalah hebat. Pemuda biru itu cukup lama dalam keadaan demikian.


Hingga pada akhirnya Shin Shui nekad mengeluarkan seluruh kemampuannya. Aura biru yang daritadi sudah keluar, kini semakin bertambah besar sehingga menutupi tubuhnya.


"Langkah Kilat … Gerakan Bayangan Halilintar …"


"WUSHH …"


Tiba-tiba Shin Shui menghilang dari pandangan kedua siluman tersebut dan tahu-tahu sudah berada ditengah-tengah keduanya.


Tanpa basa basi lagi Shin Shui langsung memberikan sebuah pukulan dengan jurusnya yang kuat.


"Pukulan Halilintar …"

__ADS_1


"WUSHH …"


Dia berhasil mendaratkan sebuah pukula pada dagu kedua siluman sehingga kedua siluman itu terpental. Keduanya merasakan bahwa pukulan itu begitu mengerikan, bahkan jika mereka lemah, sudah pasti hanya dalam sekali pukul pun kedua siluman kera bakal tewas.


Kedua penguasa gunung San-ong tentu saja marah karena ada seorang manusia yang nekad dan berani melukai dirinya.


Siluman itu lalu melompat ke kanan dan kiri Shin Shui kembali. Tiba-tiba ada energi besar yang keluar dari tubuh keduanya.


Energi itu berwarna jingga dan kini sudah menyelimuti seluruh tubuh siluman kera. Udara disana terasa sesak. Bahkan daun dan kerikil kecil pun ikut terangkat ketika keduanya beteriak saat mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya.


Shin Shui menjadi lebih waspada karena hal ini. Matanya memandang kedua siluman keras secara bergantian. Dia merasakan bahwa kekuatan siluman itu meningkat dua kali lipat.


Seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh energi berwarna jingga dan lebih mirip seperti api, dua siluman kera itu sekarang penampilannya lebih mirip seperti monster api.


Giginya semakin panjang. Matanya semakin merah menyala. Bulu-bulu mnya berdiri tegak bagaikan duri. Lalu keduanya kembali menyerang Shin Shui secara bersama.


Menyadari bahwa serangan itu berbahaya, Shin Shui melompat mundur ke belakang. Benar saja, bekas pijakan pemuda biru itu kini menjadi sebuah lubang akibat pukulan keduanya.


"Ternyata mereka memang mempunyai kekuatan yang mengerikan. Memang pantas jika keduanya mengaku sebagai penguasa," kata Shin Shui mengagumi keduanya.


Kedua siluman kera kini sudah kembali melesat menyerang ke arah Shin Shui. Pukulan yang mereka berikan sekarang ini mengandung hawa yang panas.


Sehingga Shin Shui harus menyalurkan sedikit tenaga sejati untuk bertahan dari energi panas itu. Seratus jurus berlalu, tapi Shin Shui belum bisa membalas serangan lagi. Yang ada dia semakin terpojok secara perlahan.


Siluman kera melompat ke belakang dan mengambil jarak. Matanya semakin menyala, keduanya seperti tersenyum mengejek kepada Shin Shui.


Tiba-tiba salahsatu siluman kera tersebut menghentakkan kakinya dengan kuat ke tanah. Akibatnya adalah tanah kembali terasa bergetar dan retak-retak.


Sedangkan secara bersamaan, siluman kera yang satu lagi memukulkan tangannya ke tanah hingga tangan itu masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2