Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Shin Shui Vs Pendekar Rantai Hitam II: Kekuatan Kalung Kristal Halilintar


__ADS_3

Shin Shui mulai panik saat ini, Iblis Hitam Neraka semakin dekat jaraknya dengan Shin Shui. Pusaran rantai hitam pun sudah siap untuk menelan pemuda itu hidup-hidup.


Meskipun dalam keadaan terdesak, Shin Shui tidak berharap Lao Yi akan datang membantu. Karena beberapa hari lalu dia sudah membantu dan menghentikan meditasinya untuk menyadarkan Shin Shui dari ganasnya jurus Dewa Halilintar.


Pemuda itu hanya berharap akan adanya keajaiban kali ini. 'Apakah aku akan berakhir disini? Menyedihkan sekali.' batinnya.


Jarak antara dirinya dan Iblis Hitam Neraka kini hanya sekitar 15 meter lagi. Shin Shui sangat tertekan dengan pusaran rantai hitam yang mengeluarkan hawa mengerikan dan bercampur hawa panas.


"Sial … bagaimana aku bisa menggunakan jurusku jika untuk menggerakkan jari saja tidak bisa. Semoga langit menyelamatkanku …" gumamnya perlahan, matanya mulai terpejam.


Tapi disaat pusaran dan iblis hitam itu sudah siap untuk menyerang dan membunuh Shin Shui, tiba-tiba Kalung Kristal Halilintar mengeluarkan sebuah cahaya biru yang sangat terang.


Waktu seolah berhenti, yang bergerak hanyalah cahaya biru dari Kalung Kristal Halilintar, cahaya itu terus membesar hingga akhirnya membungkus seluruh tubuh Shin Shui.


Langit yang tadinya gelap gulita diiringi dengan hawa kematian, kini telah berubah menjadi hawa yang lebih mengerikan. Suara halilintar mulai menggelegar, seolah suara itu bisa memecahkan gendang telinga sekalipun.


Udara mendadak sesak, kali ini giliran Pendekar Rantai Hitam yang tertekan, 'apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa bergerak? Bahkan Iblis Hitam Neraka sekalipun tak bisa berkutik? Apa ini? Siapa anak ini sebenarnya?' batin Pendekar Hitam menyimpan tanda tanya besar kepada Shin Shui.


Shin Shui pun keheranan sebelumnya, tapi ketika dia melihat kalung yang dipakai terus mengeluarkan cahaya, akhirnya pemuda itu faham bahwa kekuatan besar ini bersumber dari Kalung Kristal Halilintar.


Cahaya biru yang menyilaukan mata mulai redup, tapi redupnya cahaya itu justru semakin menambah suasana menjadi mengerikan. Shin Shui saat ini diselimuti kilatan halilintar, dari punggungnya keluar sepasang sayap pula, sayap itu berwarna biru dan terus mengeluarkan kilatan halilintar.


"Anak ini memiliki kekuatan yang menakutkan. Dia lebih mengerikan daripada monster, tunggu … apakah dia sosok yang sedang ramai di beritakan orang-orang di ibu kota? Seorang anak yang memakai pakaian serba biru dan murid dari sang legenda, Pendekar Guntur? Tidak kusangka aku bisa bertemu dan melihat kekuatannya." ucap Pendekar Kipas Maut yang kini terpana sekaligus tak percaya akan sosok pemuda yang sedang bertarung.


Shin Shui masih memejamkan mata saat ini, dia masih tidak menyangka dengan kekuatan besar dari Kalung Kristal Halilintar.

__ADS_1


Setelah terpejam cukup lama, pemuda biru itu membuka matanya perlahan, saat seluruh matanya terbuka tiba-tiba angin kencang menerpa Iblis Hitam Neraka. Iblis itu langsung dan terpental kembali ke tuannya.


Tiba-tiba saja, dia merasakan tubuhnya bergerak sendiri, padahal Shin Shui dalam kondisi sadar sepenuhnya. Tapi dia tidak berusaha melawan sesuatu yang menggerakkan tubuhnya itu, Shin Shui membiarkan tubuhnya bergerak sendiri. "Mari kita mulai …" kata Shin Shui.


Pendekar Halilintar itu lalu mengibaskan sayapnya ke arah Tien Bai, gelombang angin tercipta cukup banyak karena dia terus mengibaskan sayap halilintar barunya. Tapi tak ada satupun serangan yang bisa menembus pertahanan Iblis Hitam Neraka milik Tien Bai si Pendekar Rantai Hitam.


Bosan di posisi bertahan, Tien Bai langsung menyuruh Iblis Hitam Neraka untuk menyerang balik. Iblis Hitam Neraka menyerang menggunakan pusaran rantai sebagai senjatanya, laju pusaran tersebut sangat cepat sehingga dengan sekejap sudah berada didepan Shin Shui.


Shin Shui yang sudah bersiap daritadi langsung menahan pusaran itu hanya dengan menggunakan sayap halilintarnya. Sektika pusaran rantai hitam bisa dihentikan dengan mudah.


Betapa kagetnya Tien Bai saat salah satu jurus andalannya bisa ditahan begitu mudah. "Ti-tidak mungkin, sejauh ini hanya pendekar yang memiliki kepandaian tinggi yang bisa menahan serangan itu." gumam Tien Bai atau si Pendekar Rantai Hitam ditengah kekagetannya.


Pusaran rantai yang hendak menyerang Shin Shui terhenti, lalu dia segera memukul pusaran tersebut. Akibatnya pusaran rantai yang tadi hampir membunuh Shin Shui hancur menjadi debu.


Dia langsung bersiap mengeluarkan salah satu jurus halilintar miliknya untuk melenyapkan Iblis Hitam Neraka, tapi sebelum dia melakukannya, iblis tersebut mendadak hilang entah kemana.


'Sial … kenapa waktunya harus habis disaat kondisi seperti ini. Dasar iblis sialan." Pendekar Rantai Hitam mulai panik, jurus terlarang yang dia gunakan sudah mencapai batasnya.


"Ternyata begitu ya cara kerja jurus terlarang. Menyedihkan …" kata Shin Shui dengan nada mengejek.


Dia langsung berlari dan menyerang Tien Bai dengan ganas. Serangannya cepat dan mematikan. Hingga akhirnya, Pedang Halilintar Shin Shui berhasil membuat luka dibagian perut Pendekar Rantai Hitam.


"Ahhh …" pendekar tua itu mengeluh pelan.


Pendekar Rantai Hitam mundur perlahan sembari memegangi luka diperutnya, dia segera menghentikan darah yang keluar. Rantai yang sudah disimpan kini dikeluarkan kembali dari Cincin Ruang miliknya.

__ADS_1


"Bedebah …" Pendekar Rantai Hitam langsung menyerang balik.


Pertarungan dua pendekar itu berjalan dengan sengit. Puluhan jurus sudah berlalu, tapi semakin lama Pendekar Rantai Hitam semakin terpojok oleh Shin Shui.


Tak mau membuang waktu, Shin Shui langsung mengeluarkan salah satu jurus pedang halilintar miliknya.


"Pedang Halilintar Membelah Gunung…"


"WUSHH …"


Gelombang angin yang membentuk ratusan pedang menyerang Pendekar Rantai Hitam dengan sangat cepat, gelombang angin itu diiringi dengan suara halilintar yang membawa hawa kematian. Saking cepatnya laju gelombang tersebut membuat Tien Bai tidak bisa menghindar.


Hingga akhirnya pendekar tua itu tewas dengan tubuh terbelah dua. Pendekar Kipas Maut yang sedari tadi memperhatikan pertarungan itu hanya bisa tertegun tanpa bisa berkata-kata.


'Mengerikan.' batinnya saat Pendekar Rantai Hitam tewas mengenaskan oleh Shin Shui si Pendekar Halilintar.


"Hahhh …" Shin Shui menghela nafas pelan. "Ternyata kekuatan Kalung Kristal Halilintar tidak bisa dianggap remeh. Andai aku tidak berhasil mendapatkan kalung ini, pasti aku sudah tewas daritadi." gumamnya perlahan.


Setelah berhasil membunuh Pendekar Rantai Hitam, kekuatan yang berasal dari Kalung Kristal Halilintar perlahan mulai menghilang. Shin Shui segera kembali seperti semula, pemuda itu merasa sangat kelelahan.


Sekarang karena sudah memiliki kalung itu, Shin Shui tidak kekurangan tenaga dalam lagi. Karena selama Shin Shui bernafas, kalung tersebut akan selalu memberikan kekuatan dengan sendirinya.


Setelah beristirahat beberapa waktu, dia segera melanjutkan perjalanannya untuk mengembalikan siluman Singa Hitam ke tempat asalnya.


Pendekar Kipas Maut yang sedari tadi memperhatikan pertarungan dahsyat itupun ikut pergi setelah semuanya selesai. Yang tersisa disana hanyalah tempat yang hancur dan jasad manusia yang terbelah menjadi dua bagian.

__ADS_1


__ADS_2