Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Bunga Seribu Khasiat


__ADS_3

"Setahuku hanya ada satu hal yang bisa mengembalikan kekuatanmu dan memulihkan kedua pusat inti tenagamu Shui'er," kata Lao Yi.


"Apa itu guru?" tanya Shin Shui sedikit lebih semangat.


Setidaknya jika memang benar ada sesuatu yang bisa menyembuhkan dan mengembalikan kekuatannya, Shin Shui masih memiliki sebuah harapan.


"Bunga Seribu Khasiat. Sebuah tanaman bunga yang sangat langka, mungkin hanya beberapa saja didunia ini. Tapi Bunga Seribu Khasiat bisa menyembuhkan apapun. Bahkan tanaman bunga ini dipercaya sebagai tanaman bunga para dewa," ucap Lao Yi.


"Selain itu, Bunga Seribu Khasiat juga konon kabarnya bisa menjadi 'penyambung nyawa'. Selama orang itu masih bisa bernafas walau sisa satu kali tarikan nafas pun, jika diberikan bunga ini maka dia akan kembali sembuh,"


Mendengar penuturan gurunya ini, timbullah semangat Shin Shui. Dia benar-benar mempunya harapan untuk bisa memulihkan tenaga dalamnya lagi.


"Guru, apakah guru tahu dimana keberadaan Bunga Seribu Khasiat yang baru saja guru sebutkan itu?" tanya Shin Shui dengan semangat.


"Aku pernah mendengarnya dulu. Konon kabarnya bunga itu berada di sebelah selatan ujung kekaisaran Wei Shui'er. Setidaknya jika tanpa ada hambatan, kau akan sampai kesana sepuluh hari jika dengan menggunakan kecepatanmu yang mengagumkan. Tapi lain ceritanya jika kau menemui banyak hambatan di perjalanan," kata Lao Yo menjelaskan.


"Hemmm … bukankah semua pendekar akan tahu bahwa kekaisaran baru saja melakukan perang besar guru? Jadi menurutku, tidak ada yang akan mencari gara-gara lagi," kata Shin Shui heran.


"Hahaha … kau ini. Shui'er, apakah kau pikir berita tentang perang besar ini akan mencapai kesana dengan cepat? Ketahuilah, jarak kesana sangat jauh. Lagipula, perdamaian tidak akan pernah ada didunia ini. Jika ada perdamaian, pasti akan ada kerusuhan. Tidak mungkin ada kerusuhan tanpa ada perdamaian. Begitupun sebaliknya, kedamaian dan kerusuhan hanya sementara. Tapi akan tetap selalu ada sampai akhir dunia," kata Lao Yi menjelaskan kepada Shin Shui yang sedang dalam keadaan kebingungan.


Setelah gurunya menjelaskan panjang lebar, barulah Shin Shui langsung paham apa yang dimaksudkannya. Sekarang dia menjadi sadar, bahwa setiap saat bahaya pasti akan mengancam siapapun.


"Aku mengerti guru. Kalau begitu, aku minta restu guru supaya bisa dengan cepat mendapatkan Bunga Seribu Khasiat," kata Shin Shui dengan sangat semangat sambil mencoba berdiri, tapi sayangnya malah jatuh lagi.

__ADS_1


"Hahaha … bagaimana kau melakukannya jika keadaanmu masih seperti ini Shui'er?" tanya Lao Yi sambil menggoda muridnya.


"Ehehehe … ma-maaf guru. Aku lupa dengan kondisiku yang sekarang," kata Shin Shui sambil menggaruk kepalanya karena merasa malu.


Lao Yi hanya tertawa melihat tingkah muridnya itu. Dalam hati dia senang juga karena meskipun dalam keadaan demikian, Shin Shui dengan cepat bisa menemukan semangat hidupnya kembali.


"Tenanglah Shui'er. Masih banyak waktu, pulihkan kondisimu dulu selama dua hari lagi. Guru yakin, besok keadaanmu akan lebih baik lagi. Guru masih lama berada didunia ini, guru diberi izin oleh kaisar langit selama tiga minggu. Setidaknya itu akan cukup untuk menunggumu sampai kembali lagi," kata Lao Yi.


"Baiklah guru. Aku akan menuruti semua perkataan guru," kata Shin Shui dengan hormat.


"Ini baru muridku … hahaha,"


Keduanya lalu berhenti bicara untuk beberapa saat. Hingga tak lama kemudian, Shin Shui angkat bicara.


Mendengar ucapan muridnya ini, Lao Yi pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi. Bagaimanapun juga, dia terkadang memang merasa rindu kepada muridnya tersebut.


"Entahlah Shui'er. Setidaknya jika takdir bicara bahwa kita bisa bertemu, pastinya kita akan bertemu kembali. Dengan jalan inilah setidaknya umurku menjadi lebih panjang, mungkin jika suatu hal terjadi lagi, kita bisa saja bertemu kembali," ucap Lao Yi sambil memandangi wajah Shin Shui.


"Hahhh …" Shin Shui menghela nafas berat. "Aku harap guru bisa sedikit lebih lama lagi disini. Aku ingin guru menyaksikan hari bahagia dalam hidupku," kata Shin Shui.


"Maksudmu? Apakah kau akan segera menikah?" tanya Lao Yi dengan semangat.


"Ehehe … mungkin begitu guru. Jika semuanya sudah selesai, aku akan menikahi gadis yang aku cintai," kata Shin Shui sedikit malu-malu.

__ADS_1


"Hahaha … akhirnya. Tentu aku sangat ingin sekali bisa menghadiri hari bahagia dalam hidupmu itu Shui'er,"


"Tapi … kan guru sudah bilang bahwa kaisar langit hanya memberikan izin tiga minggu saja kepada guru. Mana mungkin guru bisa menghadiri acara itu nanti," kembali wajah pemuda biru itu memperlihatkan kesedihan.


"Kita lihat saja nanti," kata Lao Yi sambil tertawa.


Di kekaisaran Wei …


Kondisi disana masih saja belum stabil. Terlalu banyak hal yang harus dibereskan oleh kaisar Wei An. Dampak perang besar ini memang benar-benar terasa mengerikan.


Para prajurit masih ditugaskan untuk menjaga keamanan, baik itu di sekitar istana kekaisaran maupun di wilayah-wilayah terdekat.


Saat ini kaisar Wei An sedang berada dalam sebuah ruangan bersama Yashou, Yun Mei, dan juga beberapa petinggi lainnya.


Yun Mei baru sadar dari pengaruh totokan Yashou sebelumnya, hal pertama yang dia tanyakan ketika baru sadar pun tentu tentang Shin Shui. Dia begitu panik ketika Shin Shui tidak ada disana, tapi setelah Yashou menjelaskan kemana perginya Shin Shui, barulah dia mulai sedikit tenang.


"Senior tetua Yashou, langkah apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Aku baru pertama kali menghadapi perang besar seperti ini selama hidupku, setidaknya aku minta nasihat dari senior," kata Kaisar Wei An dengan sikap merendah.


"Untuk saat ini kita harus fokus menjaga keamanan dahulu saja Kaisar. Selain itu, kita juga harus memikirkan obat apa yang bisa menyembuhkan para tetua dan para murid berbakat yang terkena racun," ucap Yashou.


"Kau benar senior. Kita memang harus menemukan segera obat penawarnya secepat mungkin. Apalagi kata salahsatu tabib, jika dalam sebulan belum bisa menemukan obat penawar, maka dipastikan mereka akan kehilangan nyawanya. Sejauh ini mereka bisa bertahan karena selalu menyalurkan tenaga dalam dan karena para tabib selalu memberikan sumber daya yang sedikit membantu," kata Kaisar Wei An.


"Semoga saja kita bisa menemukan obat penawarnya. Kota fokuskan saja hal ini, jangan beralih dahulu kepada masalah yang lain. Jika pilar-pilar ini sampai kehilangan nyawa, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Hahhh …" kata Yashou sambil menghela nafas. Wajahnya semakin terlihat tua jika dalam keadaan bersedih dan kebingungan seperti sekarang ini.

__ADS_1


Mereka semua kembali terdiam. Tidak ada yang bicara, bahkan Yun Meo sedari tadi tidak begitu mendengarkan ucapan orang-orang itu. Pikirannya terus tertuju kepada Shin Shui.


__ADS_2