
"Sebenarnya kenapa kalian menyerang sekteku?" tanya Shin Shui sambil menatap tajam kepada Pangeran Iblis.
"Hemmm … karena mereka sudah kurang ajar terhadapku. Tunggu, tunggu, kau bilang … sekteku? Berarti kau masih bagian dari mereka? Ouuu … pantas kau terlihat seperti pahlawan … hahaha," kata Pangeran Iblis sambil tertawa mengejek Shin Shui dan diikuti yang lainnya.
"Bedebah kalian. Akan aku balas perbuatan kalian ini lebih sakit dari yang para tetua rasakan …" tegas Shin Shui, lalu tiba-tiba seluruh tubuhnya sudah diselimuti oleh energi biru dari halilintar.
"Dan tentunya jika kau mampu bukan, hahaha …"
Tanpa basa-basi lagi, Shin Shui dan ketiga hewan peliharaannya pun langsung menyerang dengan gerakan tiba-tiba. Sehingga kedua belas pendekar itu kaget karenanya.
Empat orang bawahan Pangeran Iblis terpental karena terkena pukulan Shin Shui. Sehingga rekannya yang lain dibuat geram.
"Kurang ajar … apakah seperti ini cara bertarung aliran putih? Menyerang dengan cara tiba-tiba? Sungguh hina …" kata Pangeran Iblis dengan marah.
"Hahaha … aliran putih? Aku tidak pernah berkata bahwa aku berasal dari aliran putih, dan aku juga tidak pernah berkata berasal dari aliran hitam. Hina? Lebih hina kelakuan kalian yang bahkan sudah tidak pantas disebut manusia. Kalian lebih pantas disebut binatang …" balas Shin Shui dengan tatapan tajam.
Pangeran Iblis benar-benar dibuat marah oleh ucapan Shin Shui barusan, sehingga tanpa banyak cakap, dia langsung menyuruh semua bawahannya untuk langsung menyerang dengan kembali membagi kelompok.
Di sisi lain, para tetua yang kini sedang ditawan pun akhirnya bisa menampakkan senyum mereka kembali. Terutama Yashou dan Yun Mei.
Kesemua tetua itu dibuat kaget oleh Shin Shui karena tak lain, baru beberapa bulan saja ternyata kini kekuatan pemuda biru itu sudah sangat jauh berbeda.
Auara kekuatan yang dikeluarkan semakin besar dan mengerikan. Bahkan sekarang, Shin Shui sungguh sangat terlihat berwibawa. Sosok calon pemimpin besar sudah terlihat dalam dirinya.
Tapi yang paling membuat semua tetua itu kaget adalah ketika menyadari ada dua ekor siluman kera. Apalagi pancaran kekuatan dua siluman itu tidak bisa dianggap remeh. Bahkan kekuatannya hampir sama dengan Pendekar Dewa tahap enam pertengahan.
Harapan untuk hidup pun kembali ada. Legalah semua hati para tetua dan juga seluruh para murid sekte Bukit Halilintar. Karena akhirnya, sekte yang sangat mereka cintai bisa terselamatkan.
Meskipun Shin Shui kalah jumlah dengan telak, tapi dia tidak kalah dari segi kekuatan. Bahkan, kekuatan dua siluman kera lebih besar daripada kekuatan bawahan Pangeran Iblis.
Pertarungan sengit sudah berlangsung, Shin Shui mendapatkan lima lawan sekaligus, termasuk Pangeran Iblis didalamnya.
San on mendapatkan tiga lawan, Ong san pun sama. Sedangkan phoenix biru hanya satu lawan saja. Mereka semua berpikir bahwa phoenix biru itu tidaklah berbahaya sama sekali.
__ADS_1
Bahkan para bawahan Pangeran Iblis pun meremehkan kedua siluman kera, tapi ketika pertarungan yang sesungguhnya sudah terjadi, barulah San ong dan Ong san mengeluarkan seluruh kemampuan mereka.
Semakin terkejutlah ketiga lawan dari masing-masing siluman kera itu, sungguh … kedua siluman ini terasa berbeda dari siluman pada umumnya. Bahkan ketiga lawannya sedikit tertekan karena pancaran aura kedua siluman kera.
Hal ini tak lain karena semua bawahan Pangeran Iblis dibawah Pendekar Dewa tahap enam, tentu kedua siluman kera itu yakin bisa mengalahkan semua lawannya meskipun tidak mudah.
Shin Shui sendiri kini sedang bertarung sengit dengan lima lawannya tersebut. Kelima lawannya menyerang dari semua sudut, sehingga pemuda biru itu terkurung didalamnya.
Tapi jangan sebut Shin Shui jika dia takut, bahkan Shin Shui masih dapat tersenyum meskipun sudah dikurung.
"Bagus … hanya empat Pendekar Dewa tahap empat dan lima tapi sudah nekad melawanku. Biarkan kalian aku jadikan sebagai kelinci percobaan untuk jurus baruku. Biarlah kalian kusingkirkan lebih dulu sebelum orang yang kau sebut pangeran kodok ini merasakan bagaimana amarahku," kata Shin Shui dengan gagah.
Kelima pendekar itu terkejut dengan ucapan Shin Shui sekaligus geram karena hinaan halus didalamnya. Sehingga kelima pendekar itu sudah menyerang Shin Shui dengan amarah.
Pukulan dan tendangan berbahaya mulai berdatangan tanpa henti layaknya hujan deras. Tapi Shin Shui masih bisa menahan dan menghindari semua serangan tersebut.
Shin Shui melompat cukup tinggi lalu berputar sekali diudara dan mendarat didepan kelima lawannya. Sekali membalikan badan, Shin Shui langsung memberikan serangan tapak sehingga kelimanya terpental.
Tak berhenti sampai disitu, kini giliran dirinya yang menyerang. Tapi sebelum itu, Shin Shui hendak mencoba jurus baru yang dia pelajari dari Kitab Bayangan dan juga Kitab Tapak Penghancur.
"WUSHH …"
Shin Shui mulai menyerang dengan cepat sehingga gerakannya tidak terlihat sama sekali. Hanya beberapa saat saja dia sudah memberikan serangan tapak yang dahsyat kepada kelimanya.
Tak cukup sampai disitu, Shin Shui pun kembali menyerang dari jarak jauh dengan serangan yang lebih kuat lagi karena amarahnya sudah memuncak.
"Tapak Amarah Dewa …"
"WUSHH …"
"Ahhh …"
Sebuah energi tapak yang sangat dahsyat menghantam dada kelima pendekar hingga mereka kembali dibuat terpental. Dari sudut kempat pendekar mulai mengeluarkan darah.
__ADS_1
Sedangkan Pangeran Iblis sendiri, dia hanya merasakan kesakitan yang amat sakit pada bagian dadanya. Kelimanya pun kini terkejut diatas rasa sakit karena tidak menyangka lawannya sungguh kuat.
"Hanya segini saja kemampuan kalian, dan kalian ingin membunuhku? Jangan mimpi … hahaha," kata Shin Shui dengan senyuman mengeringai. Tubuhnya yang kini sudah dibalut oleh kilatan halilintar menambah kesan menyeramkan tersendiri.
Kembali para pendekar tersebut dibuat marah karenanya. Mereka perlahan berdiri sambil menahan amarah dan rasa sakit. Tiba-tiba dari tubuh kelima pendekar tersebut mengeluarkan aura berwarna hitam.
"Kau yang memaksa kami untuk melakukan ini …" kata si Pangeran Iblis.
Di sisi lain, San ong dan Ong san pun sudah bertarung dengan ketiga lawannya masing-masing. Pertarungan mereka pun tak kalah serunya dari pertarungan Shin Shui.
Dimana kedua siluman kera itu terus memberikan hujan serangan tanpa jeda. Serangannya tak kalah cepat meskipun tubuhnya tinggi besar.
Ketiga pendekar yang jadi lawannya semakin kaget karena tidak menyangka siluman kera itu pandai bertarung, bahkan menguasai jurus silat tingkat tinggi.
Sedangkan pertarungan phoenix biru mungkin pertarungan yang paling cepat. Karena baru beberapa saat, burung legendaris itu sudah benar-benar memojokkan lawannya tanpa bisa balas menyerang.
Hal ini tak lain karena phoenix biru mempunyai kekuatan yang setara dengan Pendekar Dewa tahap enam, seperti yang disebutkan dahulu, dia mewarisi sepuluh persen kekuatan Kaisar Petir yang kini sudah mencapai tingkat Pendekar Keabadian.
Phoenix biru memberikan serangan dengan menggunakan paruh dan sayap serta cakarnya yang begitu tajam. Luka disekujur tubuh lawannya sudah terlihat.
Phoenix biru terus terbang kesana kemari dengan cepat hingga lawannya dibuat pusing. Burung itu benar-benar sangat marah karena kejadian yang menimpa sekte majikannya.
Sehingga suatu ketika, phoenix biru mengambil jarak yang agak jauh dari lawan lalu terbang sedikit tinggi dan berputar tiga kali. Kemudian burung itu turun menukik lalu melesat kearah lawan sambil memutar tubuhnya.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas, phoenix biru sudah tiba didepan lawan lalu menyerang bolak-balik dengan ujung sayapnya, tak ayal lagi … karena kemarahannya yang sudah meluap, ujung sayap itu bahkan berhasil merobek tubuh lawannya.
"Ahhh …" mati.
Salahseorang bawahan Pangeran Iblis akhirnya tewas oleh phoenix biru dengan bagian tulang rusuk robek besar. Dadanya hancur karena paruhnya, serta kedua bola matanya masuk kedalam karena ditekan oleh cakar yang kuat.
Burung yang biasanya nampak indah itu, kini benar-benar berubah menjadi monster ketika amarahnya sudah tidak bisa dibendung.
###
__ADS_1
Sedikit informasi, author kalo up disini kadang suka lebih dari 1000 kata ya, jadi kalau terasa sedikit, bukam tulisannya. melainkan itu karena kalian terlalu terbawa suasana😁😁
Jangan lupa seduhan kopinya kawan😁☕