Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Menuju Bukit Awan


__ADS_3

"Pahlawan muda, anda sudah kembali. Apa yang sebenarnya telah terjadi? Bagaimana nasib para penyusup tadi?" Kaisar Wei An langsung bertanya saat Shin Shui sudah mendarat didekatnya.


Orang-orang yang sedari tadi terbelalak atas kehadiran Shin Shui kini berteriak dan bertepuk tangan. Mereka melakukan semua itu karena tahu apa yang sudah terjadi, Kaisar Wei An mengumumkan akan adanya penyusup sesaat setelah Shin Shui pergi.


"Ah … hanya masalah kecil kaisar. Yang aku kejar adalah orang suruhan. Dalang dari semua ini adalah sekte Tengkorak Kegelapan," jawab Shin Shui menjelaskan.


"Aa-apa, sekte Tengkorak Ke-kegelapan? Ternyata masih punya nyali mereka. Tidak akan aku biarkan mereka membuat kekacauan lagi. Aku berjanji pahlawan muda, setelah kompetisi kekaisaran ini benar-benar selesai, aku akan menyuruh orang-orangku untuk menyerang sekte Tengkorak Kegelapan," kata Kaisar Wei An.


Kaisar muda itu langsung terkejut saat mendengar nama sekte Tengkorak Kegelapan. Darahnya serasa bergejolak, bagaimanapun juga, sekte itu ada dalam daftar musuh besar kekaisaran, pikirnya.


"Tidak perlu repot-repot kaisar. Aku sudah membuat sekte Tengkorak Kegelapan rata dengan tanah. Dan aku juga sudah menjadikan para tetua dan anggota sekte itu menjadi santapan burung pemakan bangkai," kata Shin Shui sembari menyunggingkan sedikit senyumannya.


Kepuasan akan dendam yang telah lama dia pendam terpancar jelas diraut wajah pemuda itu. Rasanya, kematian kedua orang tua dan keluarganya sebanding dengan kematian dan hancurnya sekte Tengkorak Kegelapan.


"Ma-maksud pahlawan muda, kau telah menghancurkan sekte Tengkorak Kegelapan? Termasuk semua anggota dan semua tetua?" Kaisar Wei An dan para tetua yang hadir membuka mulut mereka lebar-lebar.


Tak hanya kaisar dan para tetua, para penonton dan peserta kompetisi kekaisaran pun sama terkejutnya. Pemuda ini masih seumuran dengan para peserta kompetisi, tetapi kekuatannya sudah sebanding dengan orang yang sudah malang melintang dalam dunia pendekar, pikir mereka.


"Sudahlah kaisar. Tidak perlu seperti itu, lupakan soal sekte Tengkorak Kegelapan. Aku kesini akan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan sekaligus sembari berkelana dan pergi ke Bukit Awan. Aku juga ingin memberikan sedikit hadiah untuk para pemenang," ucap Shin Shui yang menyudahi pembahasan itu.

__ADS_1


Tentu saja dia tidak mau menceritakan kehancuran sekte Tengkorak Kegelapan dengan detail, dia takut bahwa orang-orang akan menyangka dirinya monster jika tahu apa yang sudah dilakukan, pikirnya.


"Ahh baiklah pahlawan muda. Maafkan aku, ohhh … emmm … terimakasih banyak pahlawan muda. Aku sangat banyak berhutang padamu. Aku berharap suatu saat nanti bisa membantumu juga," kata Kaisar Wei An seraya memberi hormat dan diikuti yang lainnya.


Shin Shui yang melihat kaisar dan para tetua memberi hormat kepadanya merasa sedikit risih, bagaimanapun juga dia bukanlah seseorang yang gila hormat dan kedudukan.


Pemuda itu langsung menghampiri para murid dari perwakilan antar sekte yang menjadi pemenang, murid-murid yang beruntung bisa melakukan latihan pendekar di istana kekaisaran akan mendapat hadiah dari Shin Shui.


Shin Shui memberikan pusaka tingkat tinggi sesuai dengan senjata yang mereka miliki. Dia juga memberikan sedikit sumber daya tambahan dan satu kantong emas. Tentunya pemuda biru itu bisa melakukan hal tersebut karena harta yang diberikan gurunya Lao Yi, sangat banyak.


"Terimakasih pahalwan muda, kami tidak akan melupakan kebaikan pahlawan muda. Kami berharap suatu saat nanti bisa bertemu kembali, kami berjanji akan membalas semua ini." kata Xue Ying mewakili empat murid lainnya.


"Tidak perlu sungkan saudara Xue Ying. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, buat sekte kalian bangga karena telah memiliki murid seperti kalian. Dan ingat, 'seekor harimau tidak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa dirinya adalah seorang pemangsa yang ganas'." ucap Shin Shui.


Teriakan-teriakan mulai menggema, mereka terus memanggil-manggil Shim Shui.


"Pahlawan muda"


"Pahlawan muda"

__ADS_1


"Semoga panjang umur"


"Aku ingin memiliki putra sepertimu"


Teriakan demi teriakan terdengar jelas ditelinga Shin Shui. Pemuda itu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman termanis yang dia miliki.


"Kaisar, senior sekalian, yang muda ini mohon izin untuk undur diri. Yang muda ini ingin segera melanjutkan perjalanan kembali," ucap Shin Shui sembari memberi hormat kepada kaisar dan para tetua.


"Baiklah pahlawan muda, jika kau tetap ingin melanjutkan perjalanan sekarang, aku tidak bisa memaksa. Semoga keberuntungan selalu berpihak kepadamu," kata kaisar sembari menepak pundah Shin Shui.


"Terimakasih kaisar. Jangan lupa soal kota Matahari Terbenam, semoga kaisar bisa mewujudkan keinginanku ini. Jika kaisar bersedia mewujudkannya, tolong sampaikan salamku kepada Senior Chang. Aku berjanji akan mengunjunginya saat urusanku selesai," kata Shin Shui yang mengingatkan kaisar soal posisi walikota Matahari Terbenam yang masih kosong.


"Tentu pahlawan muda, tentu. Kaisar ini pasti akan mewujudkannya secepat mungkin, aku janji," jawab kaisar.


"Baiklah, terimakasih sebelumnya. Sampai berjumpa kembali kaisar, senior sekalian."


"Sampai berjumpa kembali paman dan bibi semua …"


Shin Shui mulai terbang perlahan, orang-orang disana terus melambaikan tangannya mengiringi kepergian pemuda yang sangat murah hati itu.

__ADS_1


Suasana sempat canggung beberapa saat, rasa sedih menghampiri sebagian orang. Sosok pemuda biru atau pahlawan muda, kini telah benar-benar melekat pada hati mereka semua.


Sedangkan Shin Shui, saat ini dia sudah terlihat mulai melaju dengan kecepatan sedang. Lima belas menit kemudian, istana kekaisaran sudah tidak terlihat dari pandangan matanya.


__ADS_2