
Shin Shui dan Yun Mei mulai melakukan pengintaiannya. Mereka melesat dengan begitu cepat lalu bersembunyi dibalik pohon setelah sudah dekat dengan sekte itu.
Didepan gerbang terlihat ada empat orang penjaga dengan pelatihan mencapai Pendekar Surgawi tahap dua. Mereka bolak-balok sambil mengamati, meskipun sekte mereka jauh dari pemukiman tapi penjagaan haruslah tetap terjaga.
"Langkah Kilat …"
"WUSHH …"
Shin Shui melesat dengan begitu cepat ke arah penjaga gerbang tersebut. Saking cepatnya hingga yang terlihat hanyalah cahaya biru terang saja. Begitu dekat, dia langsung segera menotok keempat pendekar itu hingga pingsan.
Shin Shui segera memberi tanda untuk mendekat kepada Yun Mei. Melihat itu, gadis cantik tersebut langsung faham dan segera mendekatinya.
"Memei, kita akan mencoba masuk kedalam asana. Kau pakailah pakaian penjaga ini supaya tidak dicurigai," ucap Shin Shui menyuruh Yun Mei memakai pakaian penjaga yang kini pingsan.
Gadis itu menurut, dia langsung melepaskan pakaian penjaga gerbang hingga penjaga itu hanya memakai pakaian biasa. Setelah selesai, dia buru-buru memakainya, begitupun Shin Shui.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, kedua pendekar muda itu buru-buru masuk ke dalam menggunakan pakaian sekte itu sendiri, sehingga tidak banyak yang curiga kepadanya. Ah, atau mungkin lebih tepatnya belum mengetahui.
Suasana didalam sekte itu ternyata sunyi sepi. Paling hanya beberapa orant saja yang masih berlalu-lalang, itupun hanya lewat-lewat begitu saja. Shin Shui dan Yun Mei terus berusaha untuk masuk lebih ke dalam lagi.
Ternyata memang luas juga sekte itu, keduanya terus berjalan menuju ke bangunan yang paling megah. Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya mereka tiba tepat di depan gedung tersebut.
Di depan gedung itu diatasnya tertulis "Sekte Siluman" beserta lambang sektenya pula. Sekarang mengerti dan tahulah Shin Shui akan sekte ini. Kedua pendekar muda itu mulai masuk ke bangunan utama tersebut.
Hingga akhirnya mereka tiba disebuah ruangan yang cukup luas, terdengar pula suara orang-orang yang sedang bicara serius didalamnya. Shin Shui dan Yun Mei membisu sambil menempelkan telinganya ke tembok dan ingin tahu apa yang sedang di bicarakan didalam ruangan itu.
Saat ini di ruangan tersebut memang sedang ada rapat tertutup sekali. Kira-kira hanya dihadiri oleh lima orang, dan kelimanya merupakan tetua sekaligus kepala tetua sekte Siluman.
Tentu pemberontakan itu nantinya akan dipimpin oleh tiga besar sekte aliran hitam, terutama sekte Pemuja Iblis.
"Bei Chi, bagaimana penyeranganmu bersama walikota Zhao Ping? Apakah kau berhasil melenyapkan seluruh keluarga bangsawan Chen?" kata salah seorang.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak berhasil. Awalnya aku memang sudah yakin akan berhasil karena seluruh pendekar yang dibawa walikota Zhao Ping dalam penyerangan itu adalah pendekar pilihan. Tapi tanpa diduga …" yang bernama Bei Chi tersebut menghentikan bicaranya hingga membuat yang lain pensaran.
"Tanpa diduga apa? Ceritakan dengan jelas! Jangan buat aku semakin penasaran," kata seorang pria yang tampilannya paling berbeda.
Pria itu bertubuh tinggi dan gagah, wajahnya angker dan matanya sangat tajam. Rambutnya sepundak dan diikat menggunakan tali sutera berwarna biru. Pria itu bahkan tidak memakai baju sekte Siluman seperti yang lainnya.
Dia memakai baju dengan simbol naga berwarna hitam melilit sebuah tongkat berwarna emas dengan kepala naga pula. Tak lupa pada kedua pergelangan tangannya memakai gelang naga yang terbuat dari batu giok.
"Maaf kepala tetua Tiauw Pang," kata pria yang bernama Bei Chi dengan nada ketakutan. "Tanpa diduga keluarga bangsawan Chen dibantu oleh seorang pria dan wanita muda. Umurnya kira-kira kurang dari dua puluh lima tahun. Merekalah yang menggagalkan rencana penyerangan walikota Zhao Ping. Terutama yang pria, hampir semua pendekar yang berada dipihak kami dapat dibunuh oleh pemuda itu," kata Bei Chi menjelaskan bagian pentingnya.
"Hemmm … kiranya siapa kedua pendekar pemuda itu? Apakah kau mengenal merek?" tanya pria yang dipanggil kepala tetua Tiauw Pang.
"Aku sendiri tidak kenal kepala tetua. Aku bahkan baru pertama melihat kedua pendekar muda itu, sungguh … mereka bagaikan malaikat pencabut nyawa. Terlebih yang pria, bahkan kalau aku tidak sempat melarikan diri, pasti aku akan tewas ditangannya," ucap Bei Chi dengan nada kesal.
"Hemmm … seperti mereka memang akan menjadi ancaman bagi kita. Ngomong-ngomong, keduanya memakai pakaian sekte mana?"
__ADS_1
"Aku kurang tahu, tapi yang jelas mereka memakai pakaian biru terang. Dan aku lihat, pendekar prianya dijuluki pemuda biru. Bahkan, dia bisa mengendalikan halilintar," tutur Bei Chi menjelaskan kepada Tiauw Pang.
"Pemuda biru … sepertinya aku pernah mendengar julukan itu," ucap Tiauw Pang sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya seperti sedang mengingat-ingat.