Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Perang Besar VI: Lawanmu Yang Sesungguhnya Adalah Aku Iblis Tua Bangka


__ADS_3

"TRANGG … TRANGG …"


Dua buah pusaka itu beradu. Suaranya begitu keras seperti sanggup untuk memecahkan gendang telinga.


Kedua petinggi itu terpundur beberapa langkah. Keduanya sama-sama merasa bahwa tangan mereka bergetar hebat. Dari sini saja bisa ditebak bahwa kekuatan keduanya seimbang.


Kini giliran Kaisar Wei An menyerang lebih dahulu. Tombaknya berkelebat cepat sambil memberikan tusukan-tusukan tajam mengarah kepada bagian tubuh yang rawan.


Zhan Yi terus dipaksa untuk berada dalam posisi bertahan. Tangannya semakin bergetar ketika dipaksa untuk menangkis serangan secara terus-menerus.


Kaisar Wei An tidak mempedulikan tangannya yang kini mulai terasa panas. Dia terus menyerang tiada hentinya. Hingga tepat ketika tiga puluh jurus, kaisar muda itu berhasil merobek perut Zhan Yi dengan sabetan ujung tombaknya.


"Ahhh …" kepala tetua sekte Elang Merah itu mengeluh kesakitan.


Walaupun dia hanya sedikit terkena sabetan Tombak Dewa Api, tapi efek yang ditimbulkannya sangat hebat. Seluruh tubuh Zhan Yi terasa panas, terlebih pada bagian lukanya. Panasnya bukan main lagi.


'Pusaka apa yang dia gunakan itu? Sehingga hanya tergores saja aku merasakan akibat seperti ini,' batin Zhan Yi bertanya-tanya. Kemudian dia mundur beberapa langkah ke belakang.


"Tidak ada cara lain lagi …" gumam Zhan Yi.


"Elang Merah Melibas Harimau …"


"WUSHH …"


Zhan Yi kembali melesat ke arah Kaisar Wei An. Tapi serangannya kali ini jauh berbeda karena dia melesat ke kanan da ke kiri dengan cepat sehingga cukup membingungkan lawannya.


Kaisar Wei An melihat ini awalnya sedikit panik, karena dia bingung kemana arah sebenarnya. Tapi untungnya dia dengan segera bisa menguasai dirinya.


"Tubuh Dewa Api … Cengkraman Dewa Api …"


"WUSHH …"


Tiba-tiba api berkobar hebat menyelimuti tubuh Kaisar Wei An. Dia benar-benar mirip manusia api. Semua pendekar di pihaknya tercengang melihat kejadian ini.


Pasalnya karena memang ini kali pertama dia memperlihatkan kekuatan aslinya didepan semua orang.


Zhan Yi sudah semakin dekat jaraknya dengan Kaisar Wei An. Pedangnya sudah ditarik ke belakang untuk mengambil ancang-ancang.


"TRANGG …"


Kembali dua pusaka itu beradu. Tapi kali ini beda lagi, karena setelah pusakanya beradu dan menempel, Kaisar Wei An lalu mencengkram leher Zhan Yi dengan keras hingga membuat dia kesulitan untuk bernafas.


Zhan Yi meronta-ronta supaya terbebas dari cengkraman itu. Tapi semuanya percuma saja, karena ternyata cengkraman itu lebih keras ribuan kali lipat dari cengkraman cakar burung elang.


Hawa panas seperti dibakar menjalar ke seluruh tubuh Zhan Yi. Tubuhnya memerah, bahkan sebagian sudah melepuh.

__ADS_1


"Sekarang terimalah kematianmu …" kata Kaisar Wei An dengan dingin.


Kaisar muda itu lalu melemparkan Zhan Yi hingga begitu tinggi.


"Pukulan Api Neraka …"


"WUSHH …"


Kaisar Wei An melesat ke atas menyusul Zhan Yi sambil memberikan pukulan yang dahsyat lalu dibawa turun sambil tetap dipukul.


"Pukulan Penghancur Raga …"


"BUKKK …"


Sekali pukulan terakhir, Zhan Yi meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi.


"BRUGG …"


Tubuh Zhan Yi melesat hingga setengah meter. Dadanya remuk dan wajahnya sudah menghitam bagaikan terbakar.


"Mengerikan …" gumam seseorang yang melihat kejadian ini.


Dibagian tengah, Raja Iblis Merah sedang membantai siapapun yang berani kepadanya. Ketika sedang membantai musuh, dia cukup tertegun saat melihat ada sesuatu seperti bola api yang melesat ke atas.


Awalnya dia tidak tahu kejadian pastinya, tapi tak lama kemudian, seorang pasukannya memberitahu kepadanya tentang apa yang sudah terjadi.


"Keparat … siapa yang berani melakukannya …" Raja Iblis Merah sangat marah mendengar apa yang baru saja dia dengar.


Bahkan dia tidak percaya dengan berita kematian dua kepala tetua itu. Tapi mana mungkin pasukan itu berani berkata bohong kepada dirinya.


"ARGHH …"


Raja Iblis Merah berteriak dengan sangat keras. Suaranya bahkan sanggup untuk membunuh pasukan yang lemah sekalipun.


Tanah bergetar, langit semakin kelabu. Aura berwarna merah darah bercampur hitam tiba-tiba menyelimuti seluruh tubub Raja Iblis Merah. Matanya merah menyala, hawa kematian sangat pekat keluar dari tubuhnya.


"Tangan Dewa Iblis Menyapu Bumi …"


"WUSHH …"


Dia mengayunkan tangan kanannya ke samping. Berbarengan dengan itu, ada sebuah energi yang sangat dahsyat bergerak menyapu semua pasukan musuh.


Hanya satu kali ayunan tangan, kurang lebih tiga ratus pasukan tewas olehnya. Para pendekar Surgawi tahap empat yang menerima serangan dahsyat ini langsung sekarat.


Raja Iblis Merah mengayunkan tangannya beberapa kali hingga korban di pihak musuh semakin bertambah banyak.

__ADS_1


Semua pendekar sedang sibuk bertarung dengan lawannya masing-masing. Shin Shui sendiri sedang bertarung melawan musuh-musuh yang tidak bisa dianggap remeh.


Yang ada didekat Raja Iblis Merah hanyalah enam murid sekte tingkat atas yang dulu memenangkan kompetisi kekaisaran, yaitu Dong Bo, Xue Ying, Qiu Qi, Ji Tianming, Jiu Lin, Lian Fang.


Keenam pendekar berbakat yang satu generasi dengan Shin Shui itu lalu memilih untuk menghalau Raja Iblis Merah. Keenamnya tiba secara bersamaan.


Kini mereka sudah berhadapan dengan Raja Iblis Merah, jaraknya kurang lebih enam tombak.


"Kita harus hati-hati, selangkah salah maka habis sudah riwayat kita," kata Ji Tianming kepada kelima rekannya.


"Kau benar. Kita harus bekerjasama dan mengerahkan seluruh kekuatan kita," kata Jiu Lin.


Raja Iblis Merah menatap menghentikan serangannya. Kini dia menatap dengan sangat tajam kepada enam pendekar muda yang ada di hapadannya.


"Siapa kalian? Apakah kalian mau melawanku?" tanya Raja Iblis Merah dengan sorot mata mengerikan.


"Benar, kami akan menghentikanmu," kata Qiu Qi.


"Hahaha … dasar bodoh. Dua kali lipat dari jumlah kalian pun tetap saja takkan bisa mengalahkanku," ucap Raja Iblis Merah.


Tanpa basa-basi lagi Raja Iblis Merah pun menyerang keenam pendekar muda itu dengan jurus-jurus jarak jauhnya.


Jurus tingkat tinggi langsung dia keluarkan karena saking marahnya. Keenam pendekar yang menerima serangan jurus itu mencoba untuk menghindar.


Akhirnya mereka beradu jurus jarak jauh. Serangan demi serangan mulai dilemparkan dari kedua pihak. Baru tiga jurus, keenam pendekar muda sudah menderita luka karena jurus Raja Iblis Merah.


Jika lawannya bukan Raja Iblis Merah, rasanya tidak mungkin baru beberapa jurus sudah terluka. Tapi kali ini lawannya adalah pendekar terkuat, apalagi dia dalam keadaan marah.


"Tangan Dewa Iblis …"


"WUSHHH …"


"BRUGG …"


Sebuah tangan berukuran raksasa menimpa keenam pendekar muda itu hingga semuanya tertindih. Mereka langsung muntah darah, dadanya seperti dihimpit batu besar. Luka-luka sudah terlukis diseluruh tubuh.


Mereka semua tak dapat melanjutkan pertarungan lagi karena lukanya sangat parah. Baru beberapa gebrakan kemarahan Raja Iblis Merah, keadaan perang sudah berbalik.


Melihat keenam lawannya sudah terkapar lemah, dia pun ingin segera membunuhnya. Kemarahannya akan dilampiaskan kepada mereka.


Sebuah bola energi hitam yang cukup besar muncul didepannya. Tanpa menunggu lama, dia langsung melemparkan bola itu ke arah keenam pendekar muda.


Siapa sangka, bola hitamnya terpental dan meledak diatas. Seseorang ternyata sudah mementalkan bola itu.


"Lawanmu yang sesungguhnya adalah aku iblis tua bangka," kata seseorang itu yang tak lain adalah Shin Shui.

__ADS_1


Angin berkibar meniup jubah dan rambutnya. Aura biru pun turut bergoyang ketika angin menerpanya.


"Gagah sekali kepala tetua aliansi," gumam Qiu Qi ditengah rasa sakitnya.


__ADS_2