Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Rencana Sekte Aliran Hitam


__ADS_3

Dua hari telah berlalu …


Hari ini sudah mulai pagi, burung-burung bernyanyi riang seperti biasanya untuk menjemput hari yang baru. Langit cerah tanpa tertutupi awan menjadi pemandangan indah tersendiri bagi orang-orang yang berada di Perguruan Bukit Awan.


Mereka sudah melakukan kegiatan seperti biasa kembali setelah sebelumnya tidak melakukan kegiatan karena kondisi perguruan yang masih berantakan bekas pertarungan Shin Shui.


Di sebuah ruangan …


Yashou, Yun Mei, Hong Liong, Wu Chi dan tiga murid inti lainnya sedang menikmati teh hijau sembari menyambut indahnya pagi. Ketujuhnya sedang berbincang ringan tentang kondisi dunia persilatan kekaisaran Wei yang semakin kacau.


Menurut pengakuan Hong Liong, dirinya sempat beberapa kali mendengar kabar bahwa beberapa tahun ke depan lagi sekte aliran hitam yang selama ini menutup diri akan muncul lagi dengan kekuatan baru.


Mereka akan memperluas wilayah mereka dengan cara melakukan perang terbuka melawan sekte-sekte aliran putih yang ada. Bahkan jika kekuatan mereka sudah memungkinkan, maka mereka akan melakukan kudeta kerajaan.


Tentu saja Yashou yang mendengar kabar ini menjadi panik, dia merasa bahwa kejahatan seperti tidak ada habisnya. Padahal ketika zaman kejayaannya dulu, sekte aliran hitam yang dia hancurkan bersama yang lainnya termasuk Lao Yi sudah lebih dari separuh jumlahnya.


Ketika mereka sedang berbicara tentang rencana sekte aliran hitam, tiba-tiba saja terlihat Shin Shui keluar dari ruangannya. Pemuda itu keluar dengan tubuh yang dipenuhi oleh bekas luka akibat pertarungannya dengan Liu Jang Liang dua hari lalu.


"Ahh … kau sudah sadar Shui'er. Mari sini bergabung," kata Yashou menyambut Shin Shui.

__ADS_1


Dengan segera Yun Mei membantu dan mendudukan Shin Shui di kursi yang kosong dengan lembut. Meskipun pemuda biru itu sudah bisa berjalan, tapi tetap saja rasa lelah masih menghiasi wajahnya.


Yun Mei langsung pergi ke belakang berniat membuatkan teh untuk Shin Shui. Entah kenapa gadis itu menjadi lebih perhatian kepada Shin Shui, bahkan dia melakukan semua itu tanpa ada yang menyuruhnya. Mungkin dia melakukannya memang atas dasar keinginan hatinya saja, atau mungkin juga karena perasaan khusus.


"Silahkan dilanjut senior. Aku ingin mendengarkannya," kata Shin Shui supaya Yashou dan yang lain melanjutkan cerita yang tertunda.


Menurut mereka, saat ini tiga sekte besar aliran hitam diam-diam sedang melakukan kerja sama untuk menguasai dunia persilatan kekaisaran Wei. Mereka diketuai oleh sekte Pemuja Iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis Merah.


Saat ini, sekte Pemuja iblis adalah sekte aliran hitam yang paling kuat, mereka beranggotakan lebih dari sembilan ribu anggota. Sedangkan Raja Iblis Merah sendiri adalah pendekar yang menguasai salahsatu kitab tanpa tanding, yaitu Kitab Dewa Iblis.


Sedangkan Kitab Dewa Iblis sendiri adalah pasangan dari Kitab Halilintar yang dimiliki Shin Shui saat ini, Kitab Tapak Penghancur yang keberadaannya masih tanda tanya, dan Kitab Dewa Iblis yang saat ini dipegang oleh Raja Iblis Merah sendiri.


"Hemmm … senior, kalau begitu kita harus cepat membuat sekte dan aku juga harus cepat melakukan latihan lagi. Aku ingin secepatnya menjadi yang tak terkalahkan untuk mengagalkan segala niat buruk mereka. Aku ingin mewujudkan impian guru dan juga senior yang selama ini tertunda," kata Shin Shui membuka suara setelah mendengarkan cerita diantara yang lainnya.


"Kau benar Shui'er. Kita juga harus secepatnya meningkatkan level pelatihan kita ke tahap yang lebih tinggi. Tapi apakah kau yakin bisa menyediakan sumber daya yang banyak?" tanya Yashou.


"Aku sangat yakin senior, tenang saja. Jika aku akan memulai latihan tertutup nanti, aku akan memberitahukan sesuatu yang bisa membuat siapapun kaget. Tapi aku minta jangan ada perselisihan nantinya, biarkan kita semua tumbuh kuat bersama demi menciptakan dunia yang damai." kata Shin Shui menjelaskan.


Shin Shui berkata demikian karena tak lain dirinya di warisi sumber daya yang berlimpah oleh Lao Yi. Selain itu, dia telah diberitahu oleh Lao Yi bagaimana cara masuk ke Hutan Kematian dengan cepat meskipun jaraknya terpaut sangat jauh, Hutan Kematian adalah hutan dari dimensi lain yang berada di goa larangan tempat dahulu Lao Yi tinggal dan mengasingkan diri dari dunia persilatan.

__ADS_1


Setelah selesai menjelaskan semuanya, tak lama Yun Mei pun datang dengan membawa secangkir teh untuk Shin Shui.


"Silahkan diminum teh nya," kata Yun Mei seraya memberikan teh hijau kepada Shin Shui.


"Terimakasih Yun Mei, hemmm … pasti teh buatanmu nikmat. Apalagi kau membuatnya dengan menambahkan rasa penuh kasih sayang kepadaku," kata Shin Shui menggoda gadis cantik itu.


Santika Yun Mei tidak bisa menjawab kata-kata yang diucapkan oleh Shin Shui, gadis itu langsung salah tingkah dibuatnya. Orang-orang yang hadir bersama mereka hanya bisa tersenyum melihat tingkah pemuda yang tampan dan gadis cantik tersebut.


Saking asyiknya bercerita dan bercanda, mereka sampai-sampai tak menyadari bahwa mentari pagi sudah menampakkan dirinya dengan jelas. Tiga murid inti Yashou langsung berniat untuk pergi melatih para murid Perguruan Bukit Awan, Hong Liong dan Wu Chi pun diajak untuk ikut bersamanya supaya bisa lebih leluasa memperkenalkan diri.


Yang tersisa di ruangan itu hanyalah Yashou, Yun Mei dan tentunya Shin Shui. Ketiganya masih terdiam dalam diam, tapi tak lama Yun Mei angkat bicara dengan wajah yang serius.


"Senior, Shin Shui, aku juga ingin berniat berlatih dan meningkatkan pelatihanku lagi. Apakah boleh?" tanya Yun Mei.


###


Jika ada kritik atau saran silahkan disampaikan dengan bijak ya, tanpa saran dan kritik penulis bukanlah siapa-siapa.


Selamat Malam Minggu☕

__ADS_1


__ADS_2