Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Dua Pusaka Yang Saling Melengkapi


__ADS_3

Di sisi lain Shin Shui sedikit kaget ketika melihat ada tiga ekor macan kumbang menyeramkan yang tidak tahu darimana asalnya. Tapi setelah beberapa saat melihat situasi, akhirnya dia faham bahwa ini merupakan jurus Lin Jun.


Shin Shui masih dalam keadaan mabuk, tapi sebenarnya pikiran dia masih sadar. Yang mabuk hanyalah luarnya saja. Shin Shui mulai mengambil sikap kuda-kuda untuk menyambut serangan yang akan datang.


Tapi kali ini bukan ilmu silat Jurus Dewa Mabuk yang akan dia gunakan. Melainkan pemuda biru itu berniat untuk mengeluarkan kekuatan dari Zirah Perang Halilintar dan Kalung Kristal Halilintar.


Shin Shui sengaja tidak mengeluarkan kekuatan Zirah Perang Halilintar sedari tadi, alasanya karena jika dia terus mengeluarkan kekuatan zirah itu maka tenaga sejatinya akan terus dihisap. Meskipun dia tidak kekurangan lagi tenaga dalam maupun tenaga sejati, tapi tetap saja ada resiko tersendiri jika digunakan tanpa henti.


Shin Shui saat ini mulai menundukan kepala, matanya dipejamkan. Dia mencoba untuk berkonsentrasi.


Sedangkan ketiga macan kumbang itu mulai berlari kencang ke arah Shin Shui. Mereka berpencar, dan akan menyerang dari tiga arah. Gerakannya sangat cepat, bahkan yang terlihat hanyalah bayangan hitam saja.


Saat ini Shin Shui masih dalam keadaan memejamkan mata. Orang-orang mulai khawatir, mereka berfikir bahwa Shin Shui sudah kelelehan. Padahal dugaan mereka sangat salah besar. Tepat ketika jarak ketiga macan kumbang dan Shin Shui hanya tersisa sekitar tiga tombak, pemuda biru itu dengan segera membuka matanya.


"WUSHH …"


Sebuah pusaran angin tiba-tiba muncul saat Shin Shui membuka matanya. Debu-debu mulai menutup seluruh tubuh Shin Shui. Tak lama debu itu perlahan lenyap. Kini semua orang-orang yang ada disana, termasuk Lin Jun sendiri disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan.


Saat ini semua pasang mata hanya terarah kepada Shin Shui. orang-orang itu bahkan tidak berkedip ketika melihat penampilan Shin Shui yang sekarang. Lin Jin pun demikian, tapi kekagumannya diiringi dengan rasa ketidakpercayaan.


Saat ini penampilan Shin Shui jauh berbeda, dibelakangnya muncul sepasang sayap halilintar yang cukup lebar, jubah dari Zirah Perang Halilintar berkibar dengan indah. Bola matanya sudah berubah menjadi biru keseluruhan, ada lambang halilintar ditengah bola matanya. Zirah Perang Halilintar menunjukkan kehebatannya, zirah itu berubah warna menjadi lebih terang serta terus mengeluarkan kilatan halilintar yang kuat dan membawa hawa mengerikan.

__ADS_1


Bahkan ketiga macan kumbang Lin Jun yang tadi akan menyerangnya mendadak berhenti. Tubuhnya tidak bisa digerakkan. Hanya matanya saja yang tidak terpengaruh oleh Shin Shui.


"Haaa …"


Shin Shui menghentakkan kakinya ke tanah cukup keras. Akibatnya tempat disekitar terasa diguncang gempa, deru angin yang cukup besar mendadak tercipta. Bahkan sampai membuat ketiga macan kumbang itu terpental kembali kepada tuannya.


Sekarang keadaan menjadi lebih mengerikan. Gemuruh dan sambaran halilintar mulai memenuhi arena pertandingan. Shin Shui sangat kaget dengan semua ini, pasalnya karena dia hanya mengeluarkan sekitar tiga puluh persen kekuatan Kalung Kristal Halilintar dan Zirah Perang Halilintar. Tapi efeknya sungguh diluar nalar.


"Tidak kusangka kedua pusaka ini saling melengkapi. Hemmm … kalau begini caranya aku sangat yakin bisa mewujudkan cita-cita guru." gumamnya perlahan.


Memang, beberapa tahun lalu pemuda biru itu sama sekali tidak bisa mengontrol kekuatan dari Kalung Kristal Halilintar, tapi setelah dia melatihnya ketika berlatih di Gunung Siluman, secara perlahan Shin Shui mulai bisa mengendalikannya.


"Mari kita bertarung dengan serius," kata Shin Shui kepada Lin Jun.


Tanpa menunggu lama, pemuda biru itu langsung mengibaskan tangannya ke arah Lin Jun. Seketika angin disertai halilintar menyerang kepala tetua sekte Macan Kumbang tersebut. Ketiga macan kumbang Lin Jun pun terpental jauh ke belakang.


Shin Shui mulai maju menyerang Lin Jun, gerakannya sangat cepat. Bahkan tidak bisa dilihat dengan sangat jelas. Dia terus memberikan pukulan yang mengandung tenaga dalam dahsyat kepada Lin Jun.


"Bola Halilintar …"


"DUARR …"

__ADS_1


Tiba-tiba halilintar menyambar tiga kali kepada Shin Shui. Tiga buah bola halilintar pun mendadak muncul dan mengelilingi peumda baru tersebut, bola halilintar itu adalah jurus yang dia ciptakan ketika berlatih di Gunung Siluman. Shin Shui kembali menyerang Lin Jun, di sisi lain ketiga macan kumbang itu pun turut menyerang Shin Shui.


Tapi sebelum dapat mengenainya, bola halilintar itu mendadak melesat dengan sendirinya untuk menghalau serangan dari ketiga macan kumbang.


Pertarungan antar jurus tingkat tinggi terjadi, ledakan terus beberapa kali terdengar. Shin Shui pun kini sedang bertarung dengan Lin Jun. Dia sudah mulai menyerangnya dengan ganas, gerakanya beberapa kali lipat lebih cepat daripada tiga tahun lalu.


Bahkan sesekali Lin Jun tidak bisa melihat Shin Shui, hal ini karena memang salahsatu kemampuan Zirah Perang Halilintar adalah bisa membuat penggunanya menghilang dari pandangan musuh. Tapi tentu saja Shin Shui tidak mau bertarung dengan curang, jadi dia tidak berniat untuk mengeluarkan kemampuan itu kecuali memang keluar dengan sendirinya.


Shin Shui dan Lin Jun sedang bertukar jurus saat ini. Tapi ditengah pertarungan, keduaya mendengar ledakan dan raungan yang cukup keras.


"***ROARRR …"


"DUARRR*** …"


Tiga ledakan dan raungan terdengar silih berganti. Ternyata suara itu berasal dari pertarungan antara bola halilintar dengan macan kumbang. Ketiga macan kumbang Lin Jun hancur menjadi debu bersamaan dengan meledaknya bola halilintar.


"Jurus yang mengerikan. Tidak kusangka Shui'er bisa mempunyai kekuatan yang diluar kemampuan manusia. Aku yakin, tinggal menunggu usia matang, maka dia akan menjadi yang nomor satu …" gumam Yashou ditengah keterkejutannya sembaro menggelengkan kepala.


"Kauuu …" Lin Jun sangat geram karena macan kumbangnya hancur oleh jurus Shin Shui.


Kepala tetua sekte Macan Kumbang itu langsung melesat kembali untuk menyerang Shin Shui. Kekesalannya sudah tidak biss diukur lagi, amarahnya benar-benar telah memuncak.

__ADS_1


__ADS_2