
"Baiklah langsung saja kita menuju barang utama pelelangan yang kesembilan. Ini mungkin akan sedikit berbeda dengan yang lainnya, sebab ini bukan merupakan benda pusaka ataupun pil berharga. Langsung saja kita lihat apakah barang utama pelelangan kesembilan ini," ucap Mei Yin.
Empat orang pria memasuki panggung dengan membawa sebuah kurungan besi berukuran sekitar 1x1 meter. Dalam kurungan itu terlihat ada tiga ekor siluman Singa Hitam. Melihat hal ini, mata Shin Shui langsung terbelalak lebar.
"Akhirnya … yang aku tunggu-tunggu telah tiba." gumam Shin Shui, pandangan matanya fokus lurus ke tempat dimana tiga ekor anak siluman Singa Hitam.
"Inilah dia … tiga ekor anak siluman Singa Hitam. Siluman Singa Hitam adalah salah satu jenis siluman yang dikenal dengan kekuatan dan keganasannya. Mungkin anak siluman Singa Hitam ini bisa menjadi siluman peliharaan hadirin sekalian jika merawatnya sedari kecil. Dan tentunya akan sangat membantu jika mereka sudah dewasa. Baiklah, untuk harga pertama saya buka dengan 5.000.000 keping emas" kata Mei Yin.
Mendengar perkataan Mei Yin, banyak para pendekar yang hadir di acara pelelangan itu menjadi tertarik untuk memiliki anak siluman Singa Hitam.
"5.500.000."
"6.000.000."
"7.000.000."
"11.000.000 keping emas." ucap Shin Shui dengan tegas. Semua mata orang-orang disana langsung tertuju padanya kali ini.
'Siapa pendekar muda itu? Apakah dia benar-benar kaya raya.' batin salah satu pendekar.
__ADS_1
"Hei anak muda. Apa kau serius dengan ucapanmu? Memangnya kamu punya emas sebanyak itu? Kalau anak siluman itu memakanmu mau bagaimana? Hahaha .…" salah satu pendekar berucap dengan nada mengejek.
Tak lama, gumaman orang-orang disana terdengar dan menyetujui ucapan pendekar itu.
"Tentu senior, aku sangat yakin. Emmm … aku rasa tidak, 'terkadang hewan lebih tahu arti balas budi daripada manusia'," jawab Shin Shui.
Ucapannya langsung menyulut emosi beberapa pendekar, mereka langsung menilai Shin Shui bahwa dia sosok pemuda yang sombong. Tapi tentunya Shin Shui tidak menghiraukan hal itu.
Setelah tidak ada lagi yang menawar, Shin Shui maju ke depan untuk membayar sesuai harga yang disebutkan. Dengan mengibaskan satu kali tangannya, beberapa puluh peti berisi emas mendadak muncul.
Semuanya langsung kaget melihat kejadian tersebut, bukan kaget dengan apa yang dilakukan Shin Shui. Tapi mereka kaget dengan harta yang dimilikinya.
"Kemarilah anak manis. Kau akan bertemu dengan ibumu lagi." ucap Shin Shui sembari mendekati anak Singa Hitam.
"Anak ini benar-benar kaya. Hmmm … akhirnya aku menemukan makanan empuk." gumam salah satu pendekar dengan tubuh tinggi kurus. Pendekar itu menjilati bibir menggunakan lidahnya saat melihat Shin Shui.
Acara tersebut berlanjut, meskipun rasa kaget dari orang-orang belum hilang. Shin Shui sudah kembali ke tempat duduknya, kali ini banyak pasang mata yang tertuju padanya, seolah mereka menemukan mangsa yang empuk. Mereka tidak tahu bahwa yang dimaksud mangsa olehnya adalah seorang monster.
"Baiklah, kita segera saja menuju barang paling utama. Tanpa berbasa-basi lagi, inilah dia … Kalung Kristal Halilintar. Konon, kalung ini merupakan salahsatu peninggalan legenda, yaitu Pendekar Guntur. Kalung ini berguna untuk menyerap energi alam dengan cepat, terutama halilintar. Bahkan kalung ini bisa menangkal segala jenis racun, dan penggunanya sendiri akan kebal terhadap semua racun. Saya buka harga pertama dengan nilai 10.000.000 keping emas." ucap Mei Yin sembari membawa sebuah kalung kristal berwarna biru.
__ADS_1
Kalung itu berbentuk heksagonal, warnanya biru dan selalu mengeluarkan kilatan cahaya biru. Talinya terbuat dari lilitan kulit binatang yang konon katanya terbuat dari salah satu binatang legenda, yaitu Kirin Halilintar.
"Shui'er, itu adalah kalung yang guru pakai waktu dulu. Kau harus memilikinya, jangan sampai jatuh kepada orang lain," kata Lao Yi lewat pikiran Shin Shui. Dia menyadari dan merasakan energi yang sangat kuat keluar dari dalam kalung itu. 'Baik guru." jawab Shin Shui singkat.
"12.000.000."
"12.500.000."
"20.000.000." Shin Shui kembali bersuara dan membuat orang-orang disana kaget lebih daripada sebelumnya.
Semua pandangan mata kembali tertuju kepadanya, namun kali ini pandangan mata itu menggambarkan ekpresi tidak suka, bahkan sebagian ada niat untuk membunuh dan mengambil hartanya.
"Heh anak muda … sebenarnya siapa kau ini? Apa maksudmu? Berani sekali kau memberikan penawaran lebih tinggi dariku. Apa kau tidak tahu siapa aku?" seorang pendekar yang telah berumur berkata dengan sinis dan mengeluarkan aura pembunuh kepada Shin Shui.
"Maaf senior, aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin memiliki kalung tersebut, dan tentunya karena aku memiliki kepingan emas. Maaf, aku tidak kenal siapa senior," jawab Shin Shui.
"Berani sekali kau bocah. Aku Tien Bai, Pendekar Rantai Hitam." kata pria yang mengaku bergelar Pendekar Rantai Hitam itu.
"Maaf senior. Aku tetap tidak mengenali anda." kata ucap Shin Shui dengan tenang.
__ADS_1
Tien Bai atau Pendekar Rantai Hitam mengeluarkan aura pembunuh lebih kuat dari sebelumnya, tapi dia segera menariknya kembali saat orang-orang sekte Sumber Daya menatapnya.
Suasana mendadak canggung beberapa saat, tak mau membuang waktu, Shin Shui langsung maju ke depan dengan segera. Dia kembali mengeluarkan beberapa puluh peti berisi emas seperti sebelumnya untuk membayar Kalung Kristal Halilintar.